Skip to main content
pengalaman take over kpr untung 200 juta

Pengalaman Take Over KPR. Bikin Hemat 200 Juta!

Pengalaman Take Over KPR. Take Over KPR Bisa membuat Anda hemat sampai 200 juta! Seperti pengalaman yang Bapak Perdanawan P. Pane di laman linkedin nya, Beliau membagikan pengalaman take over dan keuntungan apa saja yang didapatkan setelah mengajukan Take Over KPR.

Mengajukan kredit di bank apalagi untuk Membeli Rumah KPR, buat beberapa orang dapat menimbulkan ketakutan tersendiri. Rasa takut pada prosesnya, juga rasa takut pada konsekuensinya di kemudian hari. Sejatinya, itulah rasa takut terikat hutang jangka panjang.

Namun bagaimanapun, di zaman ini, dimana orang pada umumnya terkendala membeli rumah secara tunai, seperti saya pernah singgung di artikel sebelumnya, Membeli Rumah KPR, disebutkan KPR adalah salah satu solusi memiliki hunian idaman.

Bagaimanapun lebih baik Anda hadapi prosesnya selama Riwayat Kredit Anda baik dan tentu Anda memilih berusaha keras dapat rumah pribadi daripada menumpang atau mengontrak terus, benar?!

Tulisan kali ini dapat dipergunakan pada saat Anda pertama kali mengajukan KPR atau pada saat Anda mengajukan proses Take Over KPR.

Hindari pasif dalam menjalani proses pengajuan KPR. Semakin banyak Anda bertanya semakin baik. Hal ini menghindari Anda terjebak tidak bisa melakukan strategi, misal:pelunasan dipercepat.

Karena Anda adalah nasabah dan Anda berhak tahu apa yang menjadi hak dan kewajiban seorang nasabah, apa saja yang dapat dicari tahu lebih dalam dalam proses pengajuan KPR?

1. Pilih Bank.

Dapatkan bank yang memberikan program KPR bersaing dan terbaik. Bunga rendah dan tenor tetap yang panjang merupakan idaman kita semua, misal: Bunga 8%, Fixed 5 Tahun, TOP pada saat tulisan ini tayang.

2. Pilih sistem pembiayaan.

Bunga efektif (Floating), bunga tetap (Fixed) atau Margin Rate Sharia. Kenali, pelajari, pahami.

3. Tentukan tenor.

Makin pendek tenor, makin besar yang Anda cicil dan biasanya menjadi cepat lunas, begitu pun sebaliknya. Tenor panjang dapat digunakan sebagai siasat memperkecil jumlah cicilan Anda, namun pahami untung-ruginya.

4. Pinalti Pelunasan Dipercepat.

Punya rezeki lebih saat mencicil rumah, gunakan untuk top-up/mengurangi pokok hutang ataupun melunasi keseluruhan hutang. Tanyakan berapa pinalti-nya termasuk syarat dan kondisinya, jika ada.

5. Ketahui Biaya-Biaya KPR.

Biaya appraisal, provisi, admin, BPHTB, pajak jual-beli, notaris, IMB, asuransi jiwa, dlsb.

6. Syarat lama bekerja jika karyawan.

Umumnya disyaratkan minimal 3 bulan kerja dan merupakan karyawan tetap. Surat rekomendasi perusahaan dibutuhkan. Jika Anda pengusaha, tanyakan kepada mereka mengenai hal ini.

7. Syarat dokumen aplikasi KPR.

KTP, KK, Akte Nikah/Cerai, Surat Penghasilan, Surat Keterang Kerja, dlsb.

Pembahasan nomer 1 sampai dengan 4 berhasil membuat saya lolos dari “jeratan” tenor KPR 20 tahun. Semua diawali dari bertanya-tanya sana-sini dan ini-itu. Terdengar cerewet, tapi dari tenor 20 tahun menjadi hanya 8 tahun, bukan’kah sebuah prestasi tersendiri, setidaknya bagi saya dan keluarga?!

Pengalaman Take Over KPR

Sedikit cerita dari saya, moga dapat membantu proses Take Over KPR Anda.

Di 2011 pertama kali mengambil KPR mendapat tenor 20 tahun dari Bank A, promo Bunga Tetap satu tahun pertama. Lamanya tenor 20 tahun ini dikarenakan keterbatasan rentang DBR saya pada waktu itu.

Itu pun mendapat bank A setelah ditolak 7 bank lain sebelumnya. Tragis.

Setahun berjalan “surat cinta” datang dari Bank A. Suku bunga promo flat tahun pertama selesai, naik hampir 5%. Tercekik.

Permohonan peninjauan penurunan suku Bunga Efektif, diterima dan disetujui, turun 0,75%. Podo wae.

“Sumpah serapah” dan janji untuk melunasi (melunasi hutang dari Bank A) saya kebut dan bisikan dalam do’a.

Segera saya mencari peluang ambil alih (Take Over KPR). Dapat di Bank B dan memulai proses. Baru memulai dinyatakan belum cukup (lagi) secara DBR. Pasrah.

Sekitar lima bulan berlalu penawaran Take Over KPR dari Bank B datang meyambung proses yang gagal tempo lalu. Lebih bersaing penawaran kali itu. Klop.

Proses cukup lama sekitar 5 bulan menyesuaikan segalanya. Berhasil kali ini. Syukur Alhamdulillah.

Tepat berjalan 24 bulan KPR di Bank A, kredit Take Over KPR saya di Bank B siap guna. Proses berjalan lancar. Mengajukan pelunasan dipercepat ke Bank A, bayar sisa hutang plus pinalti, tarik dokumen, serahkan ke Bank B. Dilanjut proses akad KPR di Bank B dan semua beres. Do’a terjawab, Alhamdulillah.

Artinya, KPR di Bank A aslinya 20 tahun baru jalan 2 tahun, di Take Over. Dari sisa 18 tahun bisa diperpendek sampai dengan hanya sisa 8 tahun.

Promo Take Over ke Bank B adalah: 8%-an, Fixed 5 Tahun. Saya menaikan jumlah cicilan bulanan sehingga bisa mempersingkat tenor kredit secara signifikan. Sukses, senang dan bahagia. Saat tulisan ini tayang, sudah jalan 1 tahun. Sisa 7 tahun lagi. Seru.

Suku bunga KPR waktu itu (2013) sampai dengan saat ini (2014) adalah sekitar 11% – 15% diluar sana. Saya benar – benar menggunakan momentum untuk bisa pindah KPR.

Mau tahu saya saving berapa dari proses ini? Dengan melakukan Take Over KPR ke bank B, saya hemat hampir Rp. 200 juta secara long term. Tetap di bank A selama 20 tahun mengakibatkan saya rugi membayar bunga terlalu besar dan lama.

Beberapa rekan dan teman yang saya tawari penawaran Take Over yang sama pada waktu itu, tidak merespon dengan cepat. Suku bunga naik lagi sejak saat itu sampai hari ini. Kayaknya tercekik dikit.

Baca Juga: Cara Take Over KPR

Itulah cerita singkat yang semoga dapat menginspirasi Anda untuk menggunakan segala peluang mendapatkan hunian idaman atau memindahkan hutang dengan tawaran kompetitif.

Pada awalnya, jangan takut tenor panjang, selalu ada peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mensiasati dikemudian hari. Semua agar tak menyesal karena terlalu lama menumpang/mengontrak.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar agar berguna bagi orang lain dan atau share artikel ini ke social media Anda…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *