Skip to main content
promo kpr bunga murah

Promo KPR Bunga Murah, Cicilan KPR Tiba-tiba Naik Rp 1 Juta

Promo KPR Bunga Murah • Seorang nasabah yang kaget karena cicilan KPR nya naik 1 juta rupiah setelah masa promo bunga fixed berakhir menceritakan pengalaman nya kepada detik.com

Industri perbankan kian gencar mengucurkan kredit di sektor properti. Pasalnya, permintaan terhadap rumah di Indonesia masih sangat tinggi. Namun di sisi lain, nasabah tetap dihantui oleh tingginya bunga kredit.

Jika sudah bicara urusan rumah apalagi sudah terlanjur menyicil, akhirnya mau tidak mau nasabah akan membayarnya, berapapun itu!

Doni Syahputra (38), nasabah sebuah bank plat merah bercerita kepada detikFinance, Jumat (31/5/2013), tentang skema KPR yang membuatnya kaget.

“Saya KPR di bank punya pemerintah. Waktu itu dikasih bunga sebesar 9,9% fixed selama 1 tahun,” tutur Doni.

Ketika itu, Doni bercerita plafon yang diberikan bank sebesar Rp 250 juta selama 15 tahun lebih. Akhirnya, sambung Doni dalam hitung-hitungannya bank, dirinya mendapat cicilan Rp 2.300.000 per bulannya selama setahun.

“Karena cicilannya murah, ya akhirnya saya ambil itu promo waktu itu diberikan sampai 9,9%. Memang waktu itu bank memberikan bunga agak mahal ngga seperti sekarang. Tapi tetap saja waktu itu 9,9% murah dan yang lain bank itu sampai 12%,” paparnya.

“Tapi sayangnya cicilan rumah murah itu cuma 1 tahun yang memang saya sadar bahwa selebihnya ikut bunga pasar kata bank. Tahun kedua, saya dikenakan bunga sampai 12% hingga cicilan mencapai Rp 3 jutaan. Nah ditahun selanjutnya lebih dari Rp 3,5 juta cicilannya naik sejuta deh cicilannya,” jelas Doni.

Ia meminta kepada nasabah lain agar cermat dalam memilih dan menghitung suku bunga yang ditawarkan bank. “Jangan sampai memberatkan kita ke depannya. Karena kalau sudah begini kan mau nggak mau deh harus bayar. Apalagi soal rumah,” tuturnya.

Nasabah lain seperti Eko Budi (40) bercerita kisah yang sama dengan Doni. Bunganya yang didapatkan dari promo KPR Bunga Murah 9% juga mendadak menjadi 13%. “Pemberitahuan cuma lewat SMS tiba-tiba bunga jadi 13%. Jadi cicilan saya naik hampir Rp 800 ribu tahun berikutnya. Duh saya shock,” terangnya.

sumber: detik.com

pengalaman take over kpr untung 200 juta

Pengalaman Take Over KPR. Bikin Hemat 200 Juta!

Pengalaman Take Over KPR. Take Over KPR Bisa membuat Anda hemat sampai 200 juta! Seperti pengalaman yang Bapak Perdanawan P. Pane di laman linkedin nya, Beliau membagikan pengalaman take over dan keuntungan apa saja yang didapatkan setelah mengajukan Take Over KPR.

Mengajukan kredit di bank apalagi untuk Membeli Rumah KPR, buat beberapa orang dapat menimbulkan ketakutan tersendiri. Rasa takut pada prosesnya, juga rasa takut pada konsekuensinya di kemudian hari. Sejatinya, itulah rasa takut terikat hutang jangka panjang.

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

Namun bagaimanapun, di zaman ini, dimana orang pada umumnya terkendala membeli rumah secara tunai, seperti saya pernah singgung di artikel sebelumnya, Membeli Rumah KPR, disebutkan KPR adalah salah satu solusi memiliki hunian idaman.

Bagaimanapun lebih baik Anda hadapi prosesnya selama Riwayat Kredit Anda baik dan tentu Anda memilih berusaha keras dapat rumah pribadi daripada menumpang atau mengontrak terus, benar?!

Tulisan kali ini dapat dipergunakan pada saat Anda pertama kali mengajukan KPR atau pada saat Anda mengajukan proses Take Over KPR.

Hindari pasif dalam menjalani proses pengajuan KPR. Semakin banyak Anda bertanya semakin baik. Hal ini menghindari Anda terjebak tidak bisa melakukan strategi, misal:pelunasan dipercepat.

Karena Anda adalah nasabah dan Anda berhak tahu apa yang menjadi hak dan kewajiban seorang nasabah, apa saja yang dapat dicari tahu lebih dalam dalam proses pengajuan KPR?

1. Pilih Bank.

Dapatkan bank yang memberikan program KPR bersaing dan terbaik. Bunga rendah dan tenor tetap yang panjang merupakan idaman kita semua, misal: Bunga 8%, Fixed 5 Tahun, TOP pada saat tulisan ini tayang.

2. Pilih sistem pembiayaan.

Bunga efektif (Floating), bunga tetap (Fixed) atau Margin Rate Sharia. Kenali, pelajari, pahami.

3. Tentukan tenor.

Makin pendek tenor, makin besar yang Anda cicil dan biasanya menjadi cepat lunas, begitu pun sebaliknya. Tenor panjang dapat digunakan sebagai siasat memperkecil jumlah cicilan Anda, namun pahami untung-ruginya.

4. Pinalti Pelunasan Dipercepat.

Punya rezeki lebih saat mencicil rumah, gunakan untuk top-up/mengurangi pokok hutang ataupun melunasi keseluruhan hutang. Tanyakan berapa pinalti-nya termasuk syarat dan kondisinya, jika ada.

5. Ketahui Biaya-Biaya KPR.

Biaya appraisal, provisi, admin, BPHTB, pajak jual-beli, notaris, IMB, asuransi jiwa, dlsb.

6. Syarat lama bekerja jika karyawan.

Umumnya disyaratkan minimal 3 bulan kerja dan merupakan karyawan tetap. Surat rekomendasi perusahaan dibutuhkan. Jika Anda pengusaha, tanyakan kepada mereka mengenai hal ini.

7. Syarat dokumen aplikasi KPR.

KTP, KK, Akte Nikah/Cerai, Surat Penghasilan, Surat Keterang Kerja, dlsb.

Pembahasan nomer 1 sampai dengan 4 berhasil membuat saya lolos dari “jeratan” tenor KPR 20 tahun. Semua diawali dari bertanya-tanya sana-sini dan ini-itu. Terdengar cerewet, tapi dari tenor 20 tahun menjadi hanya 8 tahun, bukan’kah sebuah prestasi tersendiri, setidaknya bagi saya dan keluarga?!

Pengalaman Take Over KPR

Sedikit cerita dari saya, moga dapat membantu proses Take Over KPR Anda.

Di 2011 pertama kali mengambil KPR mendapat tenor 20 tahun dari Bank A, promo Bunga Tetap satu tahun pertama. Lamanya tenor 20 tahun ini dikarenakan keterbatasan rentang DBR saya pada waktu itu.

Itu pun mendapat bank A setelah ditolak 7 bank lain sebelumnya. Tragis.

Setahun berjalan “surat cinta” datang dari Bank A. Suku bunga promo flat tahun pertama selesai, naik hampir 5%. Tercekik.

Permohonan peninjauan penurunan suku Bunga Efektif, diterima dan disetujui, turun 0,75%. Podo wae.

“Sumpah serapah” dan janji untuk melunasi (melunasi hutang dari Bank A) saya kebut dan bisikan dalam do’a.

Segera saya mencari peluang ambil alih (Take Over KPR). Dapat di Bank B dan memulai proses. Baru memulai dinyatakan belum cukup (lagi) secara DBR. Pasrah.

Sekitar lima bulan berlalu penawaran Take Over KPR dari Bank B datang meyambung proses yang gagal tempo lalu. Lebih bersaing penawaran kali itu. Klop.

Proses cukup lama sekitar 5 bulan menyesuaikan segalanya. Berhasil kali ini. Syukur Alhamdulillah.

Tepat berjalan 24 bulan KPR di Bank A, kredit Take Over KPR saya di Bank B siap guna. Proses berjalan lancar. Mengajukan pelunasan dipercepat ke Bank A, bayar sisa hutang plus pinalti, tarik dokumen, serahkan ke Bank B. Dilanjut proses akad KPR di Bank B dan semua beres. Do’a terjawab, Alhamdulillah.

Artinya, KPR di Bank A aslinya 20 tahun baru jalan 2 tahun, di Take Over. Dari sisa 18 tahun bisa diperpendek sampai dengan hanya sisa 8 tahun.

Promo Take Over ke Bank B adalah: 8%-an, Fixed 5 Tahun. Saya menaikan jumlah cicilan bulanan sehingga bisa mempersingkat tenor kredit secara signifikan. Sukses, senang dan bahagia. Saat tulisan ini tayang, sudah jalan 1 tahun. Sisa 7 tahun lagi. Seru.

Suku bunga KPR waktu itu (2013) sampai dengan saat ini (2014) adalah sekitar 11% – 15% diluar sana. Saya benar – benar menggunakan momentum untuk bisa pindah KPR.

Mau tahu saya saving berapa dari proses ini? Dengan melakukan Take Over KPR ke bank B, saya hemat hampir Rp. 200 juta secara long term. Tetap di bank A selama 20 tahun mengakibatkan saya rugi membayar bunga terlalu besar dan lama.

Beberapa rekan dan teman yang saya tawari penawaran Take Over yang sama pada waktu itu, tidak merespon dengan cepat. Suku bunga naik lagi sejak saat itu sampai hari ini. Kayaknya tercekik dikit.

Itulah cerita singkat yang semoga dapat menginspirasi Anda untuk menggunakan segala peluang mendapatkan hunian idaman atau memindahkan hutang dengan tawaran kompetitif.

Pada awalnya, jangan takut tenor panjang, selalu ada peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mensiasati dikemudian hari. Semua agar tak menyesal karena terlalu lama menumpang/mengontrak.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar agar berguna bagi orang lain dan atau share artikel ini ke social media Anda…

kenaikan suku bunga kpr

Kenaikan Suku Bunga KPR Dikeluhkan Kreditur

Kenaikan Suku Bunga KPR • Konsumen yang mencicil rumah dengan layanan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluhkan suku bunga KPR yang kerap mengalami perubahan setelah tahun kedua.

Seperti diketahui, bank penyedia KPR memang kerap memberikan promo KPR dengan suku bunga kpr yang rendah dan flat alias tidak mengalami perubahan nilai untuk jangka waktu tertentu. Namun ketika jangka waktu usai maka suku bunga akan mengalami kenaikan.

“Suku bunga kredit termasuk besarnya suku bunga kredit. Kemudian peralihan suku bunga tetap (flat) dan peralihan ke efektif itu kadang kan 2 tahun pertama dikasih suku bunganya sangat ringan, tapi begitu tahun ke 3 loncat luar bisa sehingga konsumen komplain,” katanya dalam diskusi ‘Property & Mortgage Summit 2017’ di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

 

 
Tak hanya soal Kenaikan bunga KPR yang dikeluhkan oleh konsumen, menurut dia ada pula konsumen yang sudah melunasi kredit rumah, namun jaminan yang diserahkannya ke bank tak kunjung dikembalikan atau lama dikembalikan. “Paling banyak kreditnya sudah luas tapi kreditnya jaminanya belum dikembalikan,” jelasnya.

Selanjutnya, dia menerangkan, restrukturisasi kredit juga cukup banyak dikeluhkan oleh kreditur rumah. Restrukturisasi Kredit sendiri merupakan upaya perbaikan yang dilakukan dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya.

“Kemudian restrukturisasi kredit atau pembiayaan jadi konsumen sulit lakukan pembayaran. Dia minta berikan keringanan dan lain sebagainya,” terangnya.

Keringanan yang dapat diberikan oleh perbankan dengan restrukturisasi kredit diketahui dengan cara penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu kredit, pengurangan tunggakan bunga kredit, pengurangan tunggakan pokok kredit, penambahan fasilitas kredit, dan konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara.

sumber

Baca Juga

  • Kenaikan Suku Bunga KPR Pertahun
  • Kenaikan Suku bunga KPR Bank Mandiri
  • Kenaikan Suku bunga KPR Bank BCA
  • Kenaikan Suku bunga KPR BTN
  • Kenaikan Suku bunga KPR BRI
pengalaman take over kpr

Pengalaman Take Over KPR & Kenapa Melakukannya

Pengalaman Take Over KPR. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah jalan terbaik bagi pasangan muda yang ingin segera menghuni rumah impian tetapi terkendala dana. Cukup menyiapkan uang muka dan biaya lainnya, rumah impian sudah bisa dihuni.

Namun, debitur kerap mengalami kendala yang menghambat dalam membayar cicilan KPR. KPR Take Over alias over kredit KPR sebenarnya bisa menjadi solusi bagi Anda yang merasa berat akan cicilan KPR yang harus Anda bayar saat ini.

Pernahkah Anda mendengarnya? KPR Take Over merupakan fasilitas untuk memindahkan kredit ke bank lain. Dengan memindahkan ke bank lain, Anda berpotensi mendapatkan angka cicilan yang lebih ringan. Berikut ini penjelasan lebih lengkap tanda-tanda kapan Anda perlu melakukan KPR Take Over.

 

1. Ingin menurunkan jumlah cicilan

Di tengah periode pelunasan cicilan KPR, ternyata muncul kebutuhan lain yang tak kalah penting. Anda lalu merasa jika cicilan KPR Anda tidak seberat sekarang, Anda bisa mengalokasikan dana untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kenapa tidak mencoba KPR Take Over? Dengan KPR Take Over, Anda punya potensi menurunkan jumlah cicilan karena bisa mencari bank yang mematok bunga lebih rendah. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah mengatur keuanganmu.

 

2. Anda memasuki masa floating rate

Anda telah melewati tahun-tahun pertama membayar KPR dengan sistem fixed rate alias bunga tetap. Dan saat ini telah memasuki masa floating rate alias bunga mengambang yang membuat Anda cemas tak karuan.

Anda merasa berat ketika ternyata bunga naik secara signifikan sehingga cicilanmu semakin tinggi. Tenang, masih ada kesempatan melanjutkan perjuanganmu untuk melunasi rumah. Manfaatkan saja Take Over KPR dan cari bank yang bunganya lebih bersahabat.

 

3. Ingin memperpanjang tenor KPR

Anda ingin memperpanjang tenor KPR agar cicilanmu lebih ringan. Tak ada salahnya mencoba KPR Take Over. Contoh kasus, Pa Ali memiliki sisa plafond KPR Rp300 juta, dan sisa tenor 6 tahun. Dia harus membayar cicilan Rp4,5 juta per bulan. Dia ingin memindahkan sisa KPR ke Bank B. Di Bank B, dia bisa memperpanjang tenor dan cicilannya menurun menjadi Rp1,5 juta per bulan.

 

4. Ingin mencoba KPR Syariah

Bila selama ini Anda menggunakan KPR bank konvensional, tidak ada salahnya mulai mempelajari KPR bank syariah. Bila ternyata menarik dan cocok, Anda bisa memindahkan KPR ke bank syariah dengan KPR Take Over.

Tertarik mengajukan take over? ajukan secara online sekarang.

Hubungi Marketing

Sarah
087777 397418

Ajukan Take Over KPR Online