Skip to main content
Cara Mengajukan KPR Rumah DP 1 Persen

Cara Mengajukan KPR Rumah DP 1 Persen

Cara Mengajukan KPR Rumah DP 1 Persen • Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menawarkan kredit pemilikan rumah (KPR), pinjaman uang muka perumahan (PUMP), pinjaman renovasi perumahan (PRP), dan kredit konstruksi.

Fasilitas bagi peserta kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), non-MBR, dan pengembang itu merupakan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan fasilitas pembiayaan KPR hingga 99 persen dari harga rumah, diharapkan program ini mendukung program satu juta rumah.

Lantas, bagaimana prosedur untuk bisa menikmati fasilitas ini? Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menjelaskan prosedurnya sebagai berikut:
 

 

Cara Mengajukan KPR Rumah DP 1 Persen

  1. Peserta mengajukan fasilitas KPR, PUMP atau PRP ke bank kerja sama, dengan menyertakan copy bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
  2.  Bank kerja sama akan melakukan verifikasi dan BI Checking. “Saat ini kami telah bekerja sama dengan Bank BTN untuk penyaluran fasilitas pinjaman ini. Nanti kedepannya kami akan bekerja sama dengan seluruh bank pemerintah, termasuk Bank Pemerintah Daerah,” ujar Agus melalui keterangan tertulis kepada redaksi, Minggu (26/2/2017).
  3. Bank kerja sama akan melanjutkan permohonan kredit tersebut ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan untuk dilakukan verifikasi kepesertaan.
  4. Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan akan mengirimkan formulir persetujuan kepada bank kerja sama untuk kemudian diproses/ditolak, sesuai dengan hasil verifikasi kepesertaan, yang akan dikonfirmasikan oleh bank kerja sama kepada peserta yang mengajukan kredit.

Agus berharap adanya MLT ini dapat membantu pekerja meningkatkan taraf hidup mereka dan mencapai kesejahteraan yang diimpikan.

“Hadirnya MLT ini akan membantu masyarakat pekerja untuk mendapatkan hunian yang sehat, layak dan terjangkau,” ucap Agus

sumber

Syarat Rumah DP 1 Persen

Syarat Rumah DP 1 Persen

Syarat Rumah DP 1 persen • Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menawarkan kredit pemilikan rumah (KPR), pinjaman uang muka perumahan (PUMP), pinjaman renovasi perumahan (PRP), dan kredit konstruksi.

Fasilitas bagi peserta kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), non-MBR, dan pengembang itu merupakan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan fasilitas pembiayaan KPR hingga 99 persen dari harga rumah, diharapkan program ini mendukung program satu juta rumah.

Lantas, apa saja persyaratan untuk bisa menikmati fasilitas ini?

 

 

Syarat Rumah DP 1 persen

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menjelaskan, persyaratan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk dapat menikmati fasilitas MLT adalah sebagai berikut:

  1. Telah terdaftar aktif minimal selama 1 tahun.
  2. Perusahaan tempat bekerja tertib administrasi dan iuran serta tidak berstatus Perusahaan Daftar Sebagian (PDS) upah maupun tenaga kerja.
  3. Belum memiliki rumah sendiri.
  4. Untuk renovasi rumah, dana dipergunakan hanya diperbolehkan untuk renovasi rumah atas nama pekerja itu sendiri.
  5. Peserta yang mengajukan pinjaman telah lolos verifikasi kredit dari bank penyalur yang bekerja sama.

“Saat ini kami telah bekerja sama dengan Bank BTN untuk penyaluran fasilitas pinjaman ini. Nanti ke depannya kami akan bekerja sama dengan semua bank pemerintah, termasuk bank pemerintah daerah,” ujar Agus melalui keterangan tertulis kepada redaksi, Minggu (26/2/2017).

Baca juga: Cara Mengajukan KPR DP 1 Persen ke BPJS Ketenagakerjaan

Agus menjelaskan, fasilitas KPR untuk MBR maksimal 99 persen dari harga rumah, sedangkan untuk kategori non-MBR sebesar maksimal 95 persen dari harga rumah yang maksimal Rp 500 juta.

Adapun fasilitas PRP untuk renovasi rumah yaitu Rp 50 juta.

 

Bunga KPR Rumah DP 1 Persen

Lalu bagaimana dengan bunga KPR-nya? Patokan besaran bunga pembiayaan rumah dan KPR ini merujuk pada rate Bank Indonesia Reverse Repo (BI RR), dengan rincian sebagai berikut:

  1. Jenis pinjaman KPR subsidi/bagi MBR, bunga sebesar 5 persen. Dan untuk jenis pinjaman non-MBR; bunga sebesar BI RR ditambah 3 persen selama jangka waktu 20 tahun.
  2. Jenis pinjaman PUMP subsidi/bagi MBR, bunga sebesar BI RR ditambah 3 persen dengan jangka waktu tidak lebih dari 15 tahun. Sementara untuk non-MBR tidak mendapatkan PUMP berdasarkan PBI.
  3. Jenis pinjaman Renovasi Perumahan, bunga sebesar BI RR ditambah 3 persen dengan jangka waktu 10 tahun.
  4. Jenis pinjaman Kredit Konstruksi, bunga sebesar BI RR ditambah 4 persen dengan maksimal pinjaman sebesar 80 persen dari RAB selama 5 tahun.

“Tingkat bunga semua jenis pinjaman perumahan ini berlaku sepanjang jangka waktu pinjaman. Jadi tidak seperti tingkat bunga KPR di luar sana, yang mungkin saja murah pada tahun-tahun awal, tetapi kemudian naik drastis pada tahun berikutnya,” tambah Agus.

foto rumah dp 1 persen

Foto Rumah DP 1 Persen & Spesifikasi Rumahnya

Foto Rumah DP 1 persen yang diresmikan Presiden Jokowi di Perumahan Villa Kencana Bekasi Jawa Barat

Jokowi Resmikan 8.749 Rumah Murah DP 1% di Cikarang, Ini Penampakannya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meresmikan pembangunan rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Villa Kencana, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (4/5/2017). Berlokasi di Jalan Raya Pulo Sirih No. 84, Sukajadi, Sukakarya, Bekasi, akan ada 8.749 unit rumah tapak yang dibangun di atas lahan seluas 105 ha.

rumah dp 1 persen

Jokowi tiba di lokasi sekitar jam 16.15 WIB, dan langsung disambut dengan teriakan histeris oleh ratusan masyarakat yang sudah menunggu kedatangannya di sekitar area peresmian sejak siang tadi.

Adapun seluruh unit rumah yang dibangun merupakan rumah tapak, di mana sampai saat ini sudah ada 4.105 unit rumah yang terbangun. Proyek ini merupakan bagian dari program sejuta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah.

rumah dp 1 persen2

Seluruh bangunan tiap unit rumahnya memiliki tipe yang sama, yakni:

  • luas rumah 25 m2,
  • luas tanah 60 m2,
  • dua kamar tidur,
  • satu kamar mandi,
  • dapur
  • ruang keluarga.

Rumah yang dibangun bagi kalangan wong cilik ini dijual dengan harga per unit mulai dari Rp 112 juta hingga Rp 141 juta. Untuk akses KPR, masyarakat bisa mengeluarkan DP sebesar 1% dan bunga cicilan 5% fixed hingga 20 tahun.

“Semuanya DP 1%, bunga tetap 5%. Yang bisa mendapatkan bagi yang belum pernah punya rumah, warga negara Indonesia, pendapatannya tidak boleh lebih dari Rp 4 juta dan kreditnya lancar,” ujar Dirut BTN, Maryono ditemui di lokasi, Kamis (4/5/2017).

Nantinya Jokowi juga akan berkeliling dan melihat lokasi pembangunan dan beberapa rumah yang telah terbangun di lokasi, didampingi oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Menteri BUMN Rini Soemarno. Selain itu, dalam rangkaian acara peresmian ini juga dilakukan akad KPR untuk 1.200 unit rumah.

 

Begini Tampilan Rumah DP 1 Persen, Cicilan Rp 800.000 Per Bulan

Ribuan rumah murah yang sudah terbangun dan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ada di Vila Kencana Cikarang, Sukatani, Bekasi.

Perumahan yang dibesut PT Arrayan Bekasi Development (SPS Group) ini berada di lahan seluas 105 hektar.

Harga rumahnya mulai dari Rp 141 juta dengan luas bangunan 25 meter persegi dan lahan 60 meter persegi.

KompasProperti berkesempatan melihat-lihat salah rumah yang sudah jadi, lengkap dengan furniturnya.

jalan rumah dp 1 persen

Rumah ini terdiri dari 2 kamar tidur, ruang tamu, dan kamar mandi. Salah kamar tidur di antaranya bisa difungsikan sementara sebagai dapur dan ruang makan.

Pasalnya rumah ini termasuk rumah tumbuh yang belum memiliki dua ruangan tersebut namun dimungkinkan untuk pelebaran melalaui renovasi baik ke depan maupun ke belakang.

taman rumah dp 1 persen

Untuk kamar mandinya, sudah dilengkapi dengan kloset jongkok. Adapun lantai rumah ini menggunakan keramik homogenous tile ukuran 30×30 cm.

Perumahan ini sudah dibangun sejak 2016. Hingga kini telah ada 4.734 unit yang berdiri. Sejumlah 3.612 di antaranya sudah akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dari Bank BTN. Sementara 1.200 unit sedang dalam proses KPR.

Karena termasuk rumah subsidi, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat memanfaatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

masjid rumah dp 1 persen

Fasilitas ini meliputi uang muka atau down payment (DP) 1 persen, bantuan uang muka Rp 4 juta, dan bunga fixed 5 persen dengan tenor 20 tahun.

Meski merupakan perumahan subsidi, pengembang melengkapi kawasan dengan berbagai sarana dan prasarana.

Di dalam kawasan perumahan tersebut sudah berdiri masjid dan juga lapangan olahraga. Rencananya, fasilitas lain yang akan dibangun adalah sarana pendidikan dan rumah sakit.

 

Foto Rumah DP 1 Persen

foto perumahan rumah dp 1 persen 2
foto rumah dp 1 persen

 

peresmian rumah dp 1 persen
peresmian foto rumah dp 1 persen

perumahan rumah dp 1 persen
foto rumah dp 1 persen

 

rumah dp 1 persen

Rumah DP 1 Persen Dari BPJS Ketenagakerjaan 

Rumah DP 1 Persen • BPJS Ketenagakerjaan sediakan pinjaman KPR dengan DP hanya 1 persen

Kabar baik bagi para pekerja yang belum memiliki rumah. Sebab Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kini menyediakan pinjaman berupa kredit pemilikan rumah KPR berbunga rendah.

“Sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 35 tahun 2016, ada manfaat layanan tambahan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, salah satunya adalah kami sudah kerja sama dengan pemberi kerja atau perusahaan untuk menyediakan rumah bagi para pekerja,” kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto di Semarang, kemarin.

Mengenai besaran penyaluran, dikatakannya pada tahun ini BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan dana sebesar Rp5 triliun untuk pinjaman pembangunan atau kredit konstruksi kepada pengembang dan KPR kepada konsumen.

Agus mengatakan ada dua skim penyaluran kredit KPR yaitu untuk rumah bersubsidi dan nonsubsidi. Dia mengatakan untuk rumah bersubsidi harga jual di setiap provinsi berbeda tetapi rata-rata di kisaran Rp130 juta.

Untuk uang muka kredit rumah DP 1 persen ini sebesar 1 persen, suku bunga 5 persen, dan jangka waktu pengembalian selama 20 tahun.

Sedangkan untuk nonsubsidi untuk rumah dengan harga maksimal Rp500 juta. Untuk uang muka rumah nonsubsidi ini sebesar 5 persen, tingkat suku bunga yaitu bunga acuan BI repo rate ditambah 3 persen yaitu sekitar 8,75 persen.

“Sedangkan untuk jangka waktu maksimal 20 tahun. Suku bunga ini lebih rendah dibandingkan KPR perbankan lain, selain itu besaran suku bunga juga tetap sepanjang masa kredit,” katanya.

Dia mengatakan peserta BPJS Ketenagakerjaan yang dapat mengakses kredit untuk KPR rumah bersubsidi adalah masyarakat dengan penghasilan maksimal Rp4 juta/bulan untuk pembelian rumah tapak dan maksimal Rp7 juta/bulan untuk pembelian rumah vertikal.

“Kalau untuk peserta yang penghasilannya di atas Rp4 juta akan kami arahkan untuk membeli rumah yang nobsubsidi,” katanya sebagaimana dikutip dari Antara.

Sedangkan untuk pengembang yang bisa mengakses kredit konstruksi ini di antaranya pengembang harus memiliki tanah yang sudah bersertifikat, rumah dibangun untuk kepentingan pekerja, berizin, dan berbadan hukum PT.

Sementara itu, setelah bekerja sama dengan pihak pemberi kerja atau perusahaan, pihaknya melakukan kerja sama dengan Real Estate Indonesia (REI) dalam rangka ketersediaan rumah.

“Dalam hal ini REI adalah pihak penyuplai, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan menyediakan ‘demand’ yaitu para peserta BPJS yang akan membeli rumah,” katanya.

Untuk diketahui, sebelumnya BPJS Ketenagakerjaan sudah bekerja sama dengan PT PP dalam rangka menyediakan 6.000 unit rumah bagi pekerja di Serpong.

Selanjutnya, melalui kerja sama dengan REI ini nantinya akan dibangun sebanyak 10.000 unit rumah bagi pekerja PT Sritex. Pihaknya menargetkan, pada tahun ini dapat membangun 25.000 unit rumah di seluruh Indonesia melalui program tersebut.

sumber