Skip to main content
marketing kpr bandung

Marketing KPR Bandung

Marketing KPR Bandung • Pengajuan KPR Rumah, KPA, Take Over Untuk area Bandung dan sekitarnya.

Kota Bandung, merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia. Ibu kota Jawa Barat ini dihuni oleh sekitar 2,7 juta jiwa yang menjadikan Bandung sebagi salah satu kota dengan kepadatan penduduk terbesar. (Sumber: wikipedia)

Dengan kepadatan penduduk seperti itu, kebutuhan masyarakat akan rumah dipastikan akan berbanding lurus.

Hal ini, terlihat dari banyaknya perumahan-perumahan baru yang di bangun di Bandung.

Marketing KPR Bandung

Tingginya permintaan akan kebutuhan perumahan, tentu juga akan beriringan dengan kebutuhan akan pembiayaan properti seperti KPR, KPA, take over dan pembiayaan properti jenis lainnya.

Sayangnya tingginya kebutuhan masyarakat ini tidak diimbangi oleh performa layanan perbankan di Kota Bandung.

Terbukti dengan sulitnya masyarakat mencari informasi mengenai kredit KPR atau hanya sekedar informasi tentang Marketing KPR Bandung.

KPR Online Bandung

Sulitnya mencari marketing KPR Bandung ini seringkali menjadi hambatan bagi masyarakat Bandung yang ingin mengajukan Kredit Rumah.

Beruntung saat ini ada KPR Online • KreditKPR.com

Untuk mengajukan Kredit Rumah (KPR), Kredit Apartemen (KPA) dan Take Over KPR, masyarakat Kota Bandung tak lagi harus mencari Marketing KPR Bandung, karena melalui kreditKpr.com pengajuan KPR menjadi lebih mudah.

Jika dulu proses pengajuan KPR membutuhkan proses yang ribet dan panjang, kini semua proses pengajuan KPR di Bandung bisa dilakukan secara online menggunakan smartphone atau komputer.

Tidak perlu lagi panas-panasan, tidak perlu lagi mengantar dokumen ke kantor Bank. Anda hanya cukup mengisi formulir KPR Online dibawah ini:

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

Setelah mengisi formulir, staff marketing KPR Bandung kami akan segera menghubungi Anda untuk memproses pengajuan Kredit Anda.

 

rumah susun tanjung barat

Rumah Susun Tanjung Barat

Rumah Susun Tanjung Barat • Lokasi dekat Stasiun Kereta Tanjung Barat  •  Harga mulai 200jutaan

Sektor property sepertinya tidak pernah berhenti untuk menelurkan karya property terbaiknya, demi memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat. Saat ini, masyarakat juga dapat memilih sendiri jenis hunian yang diinginkan. Mulai dari perumahan elite, Apartemen, hingga rumah susun juga bisa menjadi alternatif hunian yang nyaman saat ini.

Dari beberapa alternative hunian tersebut, keberadaan rumah susun ternyata cukup diminati juga saat ini. Memiliki ciri yang hampir mirip dengan Apartemen, jenis hunian bertingkat ini dinilai sebagian masyarakat lebih hemat dan juga nyaman. Ada dua jenis rumah susun yang dikembangkan saat ini, yaitu Rusunami dan Rusunawa. Perbedaanya, terletak pada hak milik dan hak sewa saja.

Rumah Susun Tanjung Barat

rumah susun stasiun tanjung barat
Stasiun Kereta Tanjung Barat

Rusunami adalah tipe hunian bertingkat kategori pemerintah. Namun, belakangan istilah rumah susun ini diidentikan dengan rumah sederhana. Padahal rumah susun ini memiliki ciri yang hampir sama dengan Apartemen. Rumah susun milik sendiri ini juga belakangan dijadikan sebagai properti yang dikomersilkan dengan harga yang cukup tinggi.

Rusunami yang kini tengah popular, bahkan penjualanya laris manis sebelum dilaunching, adalah Rumah Susun Tanjung Barat, Jakarta. Rusunami ini belum resmi dipasarkan, namun peminatnya sudah banyak. Rumah susun sederhana milik (Rusunami) yang akan dibangun dengan konsep transit oriented development (TOD) yang berada di stasiun Tanjung Barat ini kabarnya sudah banyak dipesan oleh para peminat property Rusunami.

Tercatat, hingga saat ini sekitar 1.000 NUP (Nomor Unit Pesanan) sudah berada dalam daftar antrian. Menurut Dirut Pemasaran Perumnas, Muhammad Nawir, mengatakan bahwa sistem pengambilan NUP ini sudah dilakukan sejak dua minggu yang lalu, lewat acara pameran perumahan yang digelar di JCC Senayan, Jakarta.

Bagi masyarakat yang ingin mengambil NUP (Nomor Unit Pemesanan) harus membawa beberapa syarat yang diperlukan. Syarat tersebut berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan juga memberikan uang sebagai tanda jadi pemesanan sebesar Rp. 1 juta rupiah.

Masyarakat juga tidak perlu khawatir dengan adanya syarat uang sejumlah Rp. 1 juta tadi, sebab dana tersebut nantinya bersifat refundable. Artinya, masyarakat yang membatalkan pemesanan Unit tersebut, dapat mengambil kembali uang tersebut. Pengambilan uang karena pembatalan pesanan juga dapat diambil di stasiun Tanjung Barat.

Ternyata, masyarakat yang sudah memiliki NUP ini beruntung, karena mereka bisa mendapatkan kesempatan yang lebih awal untuk memilih unit rusunami yang akan ditempatinya nanti. pemesan dengan nomor urut yang kecil, akan lebih diprioritaskan dalam memilih tipe Rumah Susun Tanjung Barat yang diinginkan.

Hingga saat ini, Rencananya akan dibangun tiga tower Rusunami yang dibangun disekitar area seluas 15.244 m2 di Stasiun Tanjung Barat. Nantinya, tower ini untuk 1.232 Unit hunian, dengan jumlah lantai keseluruhan sebanyak 29 lantai. Untuk Anda yang berminat dengan Rumah Susun Tanjung Barat ini, sebaiknya cepat mengambil NUP, agar mendapatkan kesempatan memilih Rusunami lebih awal. Pengambilan NUP juga dapat dilakukan di stasiun Tanjung Barat.

Walaupun masyarakat yang sudah memiliki NUP cukup diunggulkan, namun mereka tetap harus melalui proses pengecekan sesuai syarat Rusunami yang diinginkan tersebut. Rusunami memang tipikal rumah sederhana, namun tidak semua diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) saja.

Ada syarat khusus bagi peminat yang termasuk kategori MBR tadi, yaitu memiliki penghasilan maksimal Rp. 7 juta rupiah. Jika penghasilan Anda lebih dari itu, maka tidak bisa mengambil unit Rusunami yang khusus MBR. Untuk masyarakat MBR yang mengambil Rusunami secara kredit, akan diberikan skema FLPP dari bank BTN. Dari total 1.232 unit yang akan dibangun, sekitar 298 unit saja yang khusus MBR. Sisanya, untuk komersil dengan harga yang cukup mahal.

pembangunan rumah susun tanjung barat

Keunggulan Rumah Susun Tanjung Barat

Rumah Susun Tanjung Barat ini sepertinya memiliki keunggulan yang maksimal, hingga ribuan orang rela antre untuk bisa mengambil NUP dan memiliki hunian vertikal ini. nantinya, di dekat Rusunami ini akan dibangun zona komersial.

Di zona ini Anda bisa menemukan pusat Food and Beverage seperti kiosk dan juga akan dibuat area khusus pasar modern (retail) dan pasar tradisional juga. Selain itu, penghuni Rusunami Tanjung Barat nantinya akan memiliki area parkir sendiri, seluas 4.186 m2.

Tipe Rumah Susun Tanjung Barat Jakarta

Bagi Anda yang berminat untuk membeli Rusunami Tanjung Barat ini, ada informasi mengenai tipe Rusunami yang ditawarkan. Terdapat 2 tipe Rusunami, yaitu tipe studio dan tipe hunian. Untuk studio, memiliki 1 kamar dengan luas 22 m2, sedangkan tipe hunian memiliki 2 kamar dengan luas 32 m2.

Harga Rumah Susun Tanjung Barat Jakarta

Seperti telah diulas di atas, bahwa Rusunami ini dibangun untuk kebutuhan komersil dan sebagian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), terdapat perbedaan harga jual untuk keduanya. Bagi MBR, harga jual yang ditawarkan adalah 9.2 juta/m2. Sedangkan untuk komersil sebesar 16 hingga 18 juta/m2. Adapun hak guna untuk kepemilikan Rusunami ini memiliki jangka waktu hingga 50 tahun.

Rencananya, proyek Rumah Susun Tanjung Barat ini akan mulai dipasarkan secara maksimal pada bulan September 2017 ini. Bagi Anda yang berminat untuk memiliki hunian berjenis Rusunami ini, bisa menghubungi pihak Marketing yang bersangkutan.

Lokasi

tabel angsuran kpr muamalat

Tabel Angsuran KPR Muamalat

Tabel angsuran KPR MUAMALAT terbaru berlaku untuk bulan Agustus 2017. Tabel angsuran KPR MUAMALAT.

Download Tabel angsuran KPR Muamalat Terbaru Agustus 2017

Ajukan KPR MUAMALAT online

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

Tabel diatas hanya merupakan simulasi kredit Bank MUAMALAT yang di hitung menggunakan kalkulator KPR MUAMALAT. informasi diatas hanya merupakan referensi bagi Anda yang berencana untuk mengajukan KPR ke Bank MUAMALAT.

Perbedaan nominal antara tabel angsuran KPR MUAMALAT di atas dengan perhitungan aktual Bank MUAMALAT bisa saja terjadi. Hal tersebut biasanya dikarenakan adanya perbedaan suku bunga atau karena adanya Promo KPR Bank MUAMALAT.

Jika menggunakan bunga promo KPR MUAMALAT, cicilan bisa saja lebih kecil daripada tabel angsuran KPR MUAMALAT di atas. Namun jika suku bunga KPR MUAMALAT mengalami kenaikan, maka cicilan bisa saja menjadi lebih besar.

Kenaikan suku bunga KPR ini dikarenakan bunga yang berlaku adalah perhitungan bunga floating. Agar lebih jelas mengenai kelebihan dan kekurangan dari suku bunga floating ini, kami sarankan agar Anda membaca artikel: Suku Bunga floating, Pengertian dan Kelebihannya.

Suku Bunga KPR MUAMALAT yang digunakan untuk perhitungan diatas menggunakan suku bunga KPR MUAMALAT terbaru yang kami dapatkan. yakni sebesar 11.50%. Jika perubahan suku bunga terjadi, Anda bisa menghitung simulasi KPR MUAMALAT dengan menggunakan Kalkulator KPR MUAMALAT di halaman ini.

kpr bca

KPR BCA

Kredit rumah melalui KPR BCA 2017 menawarkan kredit KPR rumah, kredit Ruko, Over Credit Rumah (take over KPR) dengan Suku bunga KPR yang fix & cap yang fleksibel. Simulasi KPR BCA , cicilan dan Perhitungan KPR Bank BCA pun tidak terlalu rumit dan bisa dihitung dengan tabel Kalkulator KPR BCA dihalaman ini

Bunga KPR BCA

Suku Bunga Bank BCA tahun 2017 berbeda-beda sesuai dengan pilihan produk yang dipilih dan periode KPR nya.

Untuk produk KPR Fix 1 tahun, bunga kpr awal sebesar 8,75%. Untuk produk ini jangka waktu KPR hanya selama 1 tahun. Artinya kredit anda harus sudah lunas dan berakhir selama 12 bulan. Produk ini juga memiliki kelebihan yaitu bebas pinalti jika Anda melakukan pelunasan lebih cepat dari waktu yang seharusnya.

Sedangkan untuk KPR Fix 2 tahunbunga kpr adalah sebesar 87,5%. Untuk produk ini jangka waktu KPR hanya selama 2 tahun. Artinya kredit anda harus sudah selesai dan lunas selama 24 bulan. Seperti produk KPR Fix 1 tahun, produk ini juga memiliki keunggulan yaitu bebas pinalti jika Anda melakukan pelunasan lebih cepat dari 24 bulan.

 

Ajukan KPR Online

 

Selanjutnya adalah KPR Fix 3 tahun. bunga kpr produk ini adalah sebesar 8,5%. jangka waktu KPR produk ini selama 3 tahun. Artinya kredit anda harus sudah selesai dan lunas selama 36 bulan. Tidak seperti produk KPR Fix 1 & 2 tahun, anda akan dikenakan biaya pinalti jika Anda melakukan pelunasan lebih cepat dari 36 bulan.

Produk yang ke empat adalah KPR Fix 5 tahun. Bunga kpr untuk produk ini adalah 9,0% dengan jangka waktu KPR selama 5 tahun. Artinya periode kredit anda harus sudah seledai dan lunas selama 60 bulan. Sama seperti produk KPR Fix 3  tahun, jika Anda melakukan pelunasan lebih cepat dari 60 bulan maka akan dikenakan biaya pinalti.

Untuk Bunga KPR reguler, yaitu yang tidak termasuk kepada ke empat produk di atas, bunga kpr nya adalah sebesar 11,50% dengan sistem Floating

Simulasi KPR BCA 2017

Tabel angsuran kpr bank bca menggunakan perhitungan bunga KPR sistem floating maka angsuran kpr rumah anda akan berubah setiap tahun. Hal tersebut dikarenakan bunga kredit rumah akan selalu berubah mengikuti suku bunga Bank Indonesia.

Sekedar untuk perbandingan dan perkiraan, berikut adalah tabel angsuran KPR Bank BCA jika suku bunga berada pada angka 11,50%

Berikut adalah simulasi KPR rumah BCA menggunakan produk KPR Fix 1 Tahun

  • Harga Rumah : 250.000.000
  • Luast Tanah/ bangunan: 36m / 72m
  • Uang Muka Minimum 30%: 75.000.000
  • Jangka Waktu 1 tahun
  • Cicilan Perbulan: Rp. 15.283.727
  • Biaya Provisi: 1.750.000
  • Biaya Administrasi: 500.000

Berikut adalah simulasi KPR rumah BCA menggunakan produk KPR Fix 2 Tahun

  • Harga Rumah : 250.000.000
  • Luast Tanah/ bangunan: 36m / 72m
  • Uang Muka Minimum 30%: 75.000.000
  • Jangka Waktu 2 tahun
  • Cicilan Perbulan: Rp. 7.974.771
  • Biaya Provisi: 1.750.000
  • Biaya Administrasi: 500.000

Berikut adalah simulasi KPR rumah BCA menggunakan produk KPR Fix 3 Tahun

  • Harga Rumah : 250.000.000
  • Luast Tanah/ bangunan: 36m / 72m
  • Uang Muka Minimum 30%: 75.000.000
  • Jangka Waktu 2 tahun
  • Cicilan Perbulan: Rp. 5.524.319
  • Biaya Provisi: 1.750.000
  • Biaya Administrasi: 500.000

Berikut adalah simulasi KPR rumah BCA menggunakan produk KPR Fix 5 Tahun

  • Harga Rumah : 250.000.000
  • Luast Tanah/ bangunan: 36m / 72m
  • Uang Muka Minimum 30%: 75.000.000
  • Jangka Waktu 2 tahun
  • Cicilan Perbulan: Rp. 3.632.712
  • Biaya Provisi: 1.750.000
  • Biaya Administrasi: 500.000

Berikut adalah simulasi KPR rumah BCA menggunakan produk KPR Reguler selama 15 tahun

  • Harga Rumah : 250.000.000
  • Luast Tanah/ bangunan: 36m / 72m
  • Uang Muka Minimum 30%: 75.000.000
  • Jangka Waktu 2 tahun
  • Cicilan Perbulan: Rp. 2.044.332
  • Biaya Provisi: 1.750.000
  • Biaya Administrasi: 500.000

Cara Mengajukan KPR

Untuk mengetahui lebih detail bagaimana cara mengajukan KPR BCA, Anda bisa menonton video berikut

Tabel Angsuran KPR Bank Syariah Mandiri

Tabel Angsuran KPR Bank Syariah Mandiri

Tabel angsuran KPR Bank Syariah Mandiri terbaru berlaku untuk bulan april 2017. Tabel angsuran KPR Bank Syariah Mandiri dibawah ini dalam ribuan rupiah.

Tabel Angsuran KPR Bank Syariah Mandiri

Download Tabel Angsuran KPR Syariah Mandiri

Ajukkan KPR Bank Syariah Mandiri Online

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

Tabel diatas hanya merupakan simulasi kredit Bank Bank Syariah Mandiri yang di hitung menggunakan kalkulator KPR Bank Syariah Mandiri. informasi diatas hanya merupakan referensi bagi Anda yang berencana untuk mengajukan KPR ke Bank Bank Syariah Mandiri.

Perbedaan nominal antara tabel angsuran KPR Bank Syariah Mandiri di atas dengan perhitungan aktual Bank Bank Syariah Mandiri bisa saja terjadi. Hal tersebut biasanya dikarenakan adanya perbedaan suku bunga atau karena adanya Promo KPR Bank Bank Syariah Mandiri.

Jika menggunakan bunga promo KPR Bank Syariah Mandiri, cicilan bisa saja lebih kecil daripada tabel angsuran KPR Bank Syariah Mandiri di atas. Namun jika suku bunga KPR Bank Syariah Mandiri mengalami kenaikan, maka cicilan bisa saja menjadi lebih besar.

Kenaikan suku bunga KPR ini dikarenakan bunga yang berlaku adalah perhitungan bunga floating. Agar lebih jelas mengenai kelebihan dan kekurangan dari suku bunga floating ini, kami sarankan agar Anda membaca artikel: Suku Bunga floating, Pengertian dan Kelebihannya.

Suku Bunga KPR Bank Syariah Mandiri yang digunakan untuk perhitungan diatas menggunakan suku bunga KPR Bank Syariah Mandiri terbaru yang kami dapatkan. yakni sebesar 11.50%. Jika perubahan suku bunga terjadi, Anda bisa menghitung simulasi KPR Bank Syariah Mandiri dengan menggunakan Kalkulator KPR Bank Syariah Mandiri di halaman ini.

marketing kpr

Marketing KPR

Marketing KPR • Yang Wajib diketahui Tentang KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) di Indonesia

Marketing KPR

Hal yang tidak kalah penting, dan yang memungkinkan permohonan KPR anda diterima oleh pihak Bank adalah kinerja Marketing KPR. semua hal tentang KPR, seperti yang dijelaskan sejak awal tadi, akan disampaikan oleh pihak Marketing KPR dari masing-masing Bank. anda juga bisa bertanya mengenai simulasi angsuran dan berkonsultasi mengenai pinjaman KPR hanya kepada Marketing KPR. pastikan, anda menjaga hubungan baik dengan pihak Marketing KPR dari Bank yang dipilih, agar proses pengajuan KPR anda bisa berjalan dengan lancar.

Anda juga bisa mengajukan permohonan KPR secara Online, dan berkonsultasi dengan Marketing KPR secara Online, dengan mengunjungi Kreditkpr. Konsultasikan semua kebutuhan anda untuk KPR dengan lebih cepat dan anti ribet.

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

Sektor Properti dari tahun ke tahunya semakin menunjukan peningkatan. Tidak heran berbagai jenis hunian di kota besar maupun di pinggir kota, kini sudah banyak dibangun. Hal tersebut tentunya untuk memenuhi kebutuhan sebagian orang yang menginginkan tempat tinggal yang lebih baik dan lebih modern, serta tempat tinggal yang memiliki akses mudah ke berbagai tempat yang dibutuhkan. Beberapa jenis hunian untuk tempat tinggal yang umum dijumpai saat ini adalah jenis Perumahan, Apartemen, Ruko dan Rumah susun.

Tinggal di hunian semacam ini sepertinya sudah menjadi pilihan sebagian orang di masa depan, karena kemudahan akses dan keamanan yang lebih terjamin tentunya. Untuk bisa memiliki tempat tinggal seperti itu, banyak orang memilih cara kredit untuk membeli hunian tersebut. Salah satunya lewat KPR (kredit kepemilikan rumah) yang bekerjasama dengan sektor perbankan. Biasanya bagian Marketing KPR dari Bank terkait akan membantu anda dalam mengurus KPR.

KPR di Indonesia

Seperti kita ketahui KPR (kredit kepemilikan rumah) ini telah menjadi Populer di kalangan masyarakat, karena merupakan salah satu solusi yang cukup mudah dalam masalah pinjaman untuk pembiayaan rumah idaman. Pengertian KPR itu sendiri merupakan layanan berupa pinjaman untuk nasabah dari Bank tertentu, agar nasabah bisa membeli Rumah, Apartemen dan jenis Hunian lainya, dengan cara kredit. Melalui KPR, secara otomatis rumah yang anda beli tersebut dijadikan jaminan, jika seandainya angsuran kredit tidak bisa anda lunasi.

Cara Kerja KPR di Indonesia

KPR umumnya akan ditawarkan oleh beberapa Bank yang ada di tanah air, dengan berbagai jenis KPR, sesuai dengan kebutuhan nasabah. Nantinya nasabah terkait hanya tinggal melunasi uang muka atau DP saja kepada pihak Bank, sesuai ketentuan yang berlaku dari masing-masing Bank.

Sementara itu,  pihak Bank yang sudah dipilih nasabah sebagai partner KPR, akan melunasi sisa pembayaran rumah atau hunian jenis lainya yang dipilih nasabah. Sebagai gantinya, nasabah yang bersangkutan wajib untuk membayar angsuran kepada pihak Bank setiap bulan, hingga pembayaran lunas dan rumah yang dimaksud akan menjadi milik nasabah seutuhnya. Dalam hal ini, keberadaan Developer atau pemilik rumah sebelumnya tidak ada urusan dengan KPR.

Keberadaan sistem KPR ini tentunya sangat penting dalam membantu mewujudkan keinginan nasabahnya, untuk segera memiliki rumah idaman mereka. Bisa anda bayangkan jika tidak ada KPR, sementara keuangan anda juga belum memungkinkan untuk membeli rumah impian, mungkin rumah tersebut sudah menjadi milik orang lain.

Uang Muka KPR

Seperti sudah disinggung di atas, bahwa dalam sistem KPR, nasabah diwajibkan memberikan DP (down payment) atau uang muka, sebagai tanda jadi terhadap pembelian rumah, sesuai kesepakatan awal dengan pihak Bank. adapun ketentuan presentasi uang muka untuk pembelian rumah pertama minimal 30% dan untuk pembelian rumah kedua 50%.

Simulasinya, jika anda hendak membeli rumah lewat KPR seharga Rp. 300 juta, maka uang muka yang harus dibayarkan kepada pihak Bank minimal Rp. 90 juta. Selain itu, bagi nasabah yang membayar uang muka melebihi presentase minimal, maka itu tidak masalah dan dibolehkan. Dengan begitu, angsuran perbulanya nanti juga akan lebih ringan.

Jenis KPR yang Berlaku di Indonesia

Setelah mengetahui mengenai KPR secara umum, saatnya anda untuk mengetahui jenis-jenis KPR yang berlaku di Indonesia. Dengan mengetahui dan memahami proses KPR berikut, anda dapat menentukan jenis KPR mana yang cocok dan sesuai kebutuhan anda. Berikut 8 Jenis KPR yang berlaku di Indonesia :

1. KPR Konvensional

Jenis KPR non subsidi atau KPR konvensional ini merupakan KPR yang umum diketahui oleh masyarakat indonesia. Jenis KPR ini akan ditawarkan oleh beberapa Bank, dengan tingkat suku bunga yang berbeda-beda dari setiap Bank. suku bunga tersebut umumnya mengikuti BI rate.KPR Konvensional akan membebankan denda yang cukup besar kepada nasabah, jika nasabah terlambat dalam melakukan cicilan atau menunggak. Masa pinjaman KPR jenis non subsidi ini juga cukup lama, hingga 25 tahun.

2. KPR Subsidi Pemerintah

Sebaliknya dari Subsidi Konvensional, KPR Subsidi ini memang diberikan pemerintah bagi nasabah yang berpenghasilan rendah serta belum memiliki rumah yang layak. Pemerintah memberikan KPR ini ke beberapa Bank, kemudian nasabah dengan syarat berpenghasilan rendah tadi, bisa memanfaatkan KPR ini dengan nilai properti atau rumah yang dibeli maksimal seharga Rp. 120 Juta dengan tipe 36.

3. KPR Syariah

KPR syariah merupakan produk KPR yang ditawarkan oleh Bank Syariah, dengan menggunakan prinsip islam dan kesepakatan terjadi dengan akad murabahah antara nasabah dan pihak Marketing KPR Bank syariah tersebut. Perbedaan KPR syariah dengan Konvensional, dalam KPR syariah tidak menggunakan sistem bunga, sehingga angsuran perbulanya tetap. Bank syariah mengambil keuntungan dari kesepakatan awal yang telah di buat bersama nasabah. Waktu angsuran yang diberikan rata-rata hingga 15 tahun.

4. KPR Take Over

KPR Take Over biasanya tidak tersedia di seluruh Bank di Indonesia, hanya Bank tertentu yang menawarkan KPR ini, salah satunya adalah KPR Mandiri. Sistem KPR ini adalah memindahkan KPR yang sedang berjalan ke Bank lainya dengan dan Bank mengambil keuntungan berupa limit pinjaman.

Mendapatkan Dana Tambahan Dengan Take Over KPR? Baca Caranya Disini

5. KPR Angsuran Berjenjang

KPR Angsuran berjenjang juga hanya bisa didapatkan di Bank Mandiri. KPR ini adalah fasilitas pembayaran dari Bank Mandiri, untuk rumah tinggal dan nasabah akan mendapatkan keringanan penundaan pembayaran sebagian angsuran pokoknya, hingga tahun ke tiga masa pembayaran.

Membayar Cicilan KPR

Membayar cicilan KPR adalah kewajiban nasabah, setelah sebelumnya terjadi kesepakatan dengan pihak Bank. dalam pembayaran cicilan ini, nasabah wajib membayar pokok angsuran, ditambah dengan bunga KPR yang sesuai dengan jenis KPR yang dipilih.bunga KPR yang dibebankan umumnya ada 2, yaitu bunga tetap (Fixed) dan bunga mengambang (floating). Dalam KPR, bunga fixed dan floating biasanya akan digabungkan.

Nasabah yang bisa mengajukan KPR ke Bank tertentu, adalah orang yang memenuhi persyaratan KPR dari tiap Bank tertentu. Umumnya adalah warga negara Indonesia yang:

  • Berusia 21 Tahun keatas , baik yang belum atau sudah menikah
  • Memiliki Kartu Identitas
  • Memiliki Kartu Keluarga
  • Memiliki NPWP dan Rekening Tabungan

Setelah memenuhi beberapa persyaratan berupa dokumen yang diminta oleh masing-masing Bank yang anda pilih, pengajuan KPR bisa diterima atau bahkan ditolak oleh pihak Bank. biasanya Bank akan menganalisis dari segi pendapatan nasabah, pengalaman kredit nasabah sebelumnya dan serta kelengkapan data saat survey dilakukan pihak Bank

Baca Juga:

  • Marketing KPR BCA
  • Marketing KPR Mandiri
  • Marketing KPR CIMB Niaga
  • Marketing KPR UOB
syarat kpr rumah second

Syarat KPR Rumah Second

Syarat KPR Rumah Second • Syarat agar rumah second/bekas bisa di KPR-kan ke Bank adalah:

  1. Rumah bersertifikat hak milik (SHM).
  2. Memiliki bukti bayar PBB.
  3. Jalan depan rumah bisa dilalui mobil.
  4. Jarak Rumah minimal 100 meter dari sutet atau kuburan.
  5. Tidak banjir.

Memiliki rumah idaman dalam waktu yang singkat, tentunya akan semakin melengkapi hidup Anda. Kita bisa mendapatkan rumah impian secara cepat dengan fasilitas KPR. sebagian besar orang memilih untuk membeli rumah secara KPR, karena lewat cara tersebut mereka dapat segera memiliki rumah impianya. KPR juga menjadi solusi untuk Anda yang masih terkendala dengan keadaan keuangan, sehingga belum mampu membeli rumah secara cash.

Pada dasarnya, ada 2 jenis rumah yang umumnya bisa di KPR kan ke Bank, yaitu rumah baru yang merupakan unit baru yang ditawarkan sebuah Developer, dan juga rumah second atau bekas. Agar bisa mengajukan KPR ke bank, Anda harus memenuhi beberapa syarat KPR Rumah second yang umum dan khusus, agar pengajuan KPR nanti akan lancar tanpa masalah.

Berbicara mengenai Syarat KPR Rumah Second secara umum, pengajuan KPR untuk rumah baru maupun second mensyaratkan hal yang sama. Namun, untuk syarat khususnya, rumah second atau bekas akan lebih mensyaratkan beberapa dokumen penting, terkait dengan rumah bekas yang hendak di KPR kan tersebut. pada artikel ini, kita hanya akan membahas secara detail mengenai Syarat KPR Rumah Second.

Syarat KPR Rumah Second

Rumah Second atau rumah bekas dalam ruang lingkup KPR bank, biasanya merupakan rumah yang telah dihuni oleh pemilik rumah dan memiliki sertifikat atas nama orang tersebut (SHM). namun, karena sesuatu hal, pemilik rumah berniat untuk menjualnya kepada pihak lain.

Pembeli rumah second tersebut nantinya akan melakukan kesepakatan dengan penjual. Kemudian, sebagai pihak penjual rumah, Anda harus menyiapkan dokumen penting yang biasanya akan diperlukan oleh pembeli. Pembeli yang ingin membeli kembali rumah second lewat KPR, memang harus menyiapkan beberapa persyaratan, berupa dokumen penting terkait rumah second tersebut.

Secara umum, beberapa bank memberikan syarat KPR Rumah second secara khusus untuk pengajuan KPR , dengan pengumpulan beberapa dokumen penting terkait rumah second tersebut. berikut syarat khusus KPR rumah second :

  • Surat kesepakatan jual beli rumah yang diberi materai dan ditandatangani oleh penjual dan pembeli
  • Fotokopi Seritifikat Hak Milik (SHM)
  • Fotokopi IMB (izin Mendirikan Bangunan)
  • Fotokopi PBB pembayaran tahun terakhir
  • Lokasi rumah second yang ideal
  • Tata Ruang rumah dan keadaan bangunan

Walaupun persyaratan tersebut cukup mudah, biasanya masyarakat awam sering menemui kendala dalam kepengurusan dokumen- dokumen tersebut. Idealnya, pemilik rumah harus memiliki dokumen penting tersebut, agar mendapatkan kemudahan saat harus menjual rumahnya kelak.

Apa saja dokumen penting yang harus dimiliki oleh pemilik rumah, berikut ulasan lengkapnya:

Syarat Rumah Second Agar Bisa di KPR-kan

1. SHM (Sertifikat Hal Milik)

Perlu Anda ketahui, bahwa hak milik adalah hal yang paling kuat serta memiliki hak penuh terhadap suatu benda, dalam hal ini adalah rumah atau hunian. Karena sifatnya hak milik, maka properti tersebut bisa untuk dijual, dihadiahkan serta dapat diwariskan secara turun temurun. Hak milik tersebut dibuktikan dalam bentuk sertifikat yang diberi nama sertifikat hak milik.

Seseorang yang memegang SHM tersebut, berarti merupakan orang yang berhak atas lahan atau tanah yang dimilikinya. adapun pihak lainya yang tidak ada kaitanya, tentu tidak dapat ikut campur dalam kepemilikan lahan dan tanah terkait.

Pemilik SHM hanyalah orang yang berasal dari Indonesia dan merupakan warga negara Indonesia (WNI). Dalam hal ini, orang asing atau yang berkebangsaan lain tidak dapat memiliki SHM. Jika ada masalah yang berkaitan dengan tanah, maka pemilik yang bersangkutan tetap menjadi pemilik yang Sah secara hukum yang berlaku. tanah atau lahan yang sudah memiliki SHM juga dapat dijadikan agunan kredit ke pihak Bank, serta tidak ada batasan waktu tertentu dalam hal kepemilikanya.

Dalam hal jual beli, tanah yang memiliki SHM juga akan memiliki nilai yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh kedudukan SHM yang kuat dan penuh. Jika Anda ingin melakukan investasi di bidang properti, sebaiknya miliki tanah atau lahan sendiri, kemudian jangan lupa untuk membuat SHM, sebagai identitas kepemilikan Anda atas lahan dan tanah terkait.

SHM atau Sertifikat Hak Milik atas tanah atau lahan ini dijadikan salah satu syarat KPR rumah second. Dengan begitu, nasabah dapat mengagunkan kredit kepada pihak bank dengan mudah. Pastikan SHM dari rumah second yang nasabah beli, terdaftar dengan nama pemilik aslinya.

Masalah dalam SHM

SHM dalam hal properti, biasanya sering dikaitkan dengan AJB atau Akta Jual Beli. Coba perhatikan, mungkin hal ini pernah Anda alami, dimana AJB dianggap sebagai dokumen yang sah ketika terjadi jual beli rumah antara kedua belah pihak. AJB merupakan bukti dari adanya pengalihan hak atas tanah di sekitar lokasi terkait. AJB ini juga biasanya dibuat untuk bukti kepemilikan tanah, hak milik dan Hak guna bangunan.

Kasus lain yang sering terjadi, berkaitan dengan AJB adalah dalam hal SHM yang belum dipecah. Biasanya, pemilik membeli tanah kavling, dan saat akan dipecah, pembeli tersebut tidak ingin dikenai biaya untuk SHM atas tanah kavlingnya. Kemudian, pemilik menawarkan kepada pihak lain atau pembeli tanah kavlingnya, untuk mengurus masalah SHM tersebut. dalam hal ini, AJB yang dimaksud adalah yang paling aman, namun memerlukan kepastian dari pihak BPN yang menyatakan SHM tanah tersebut adalah asli.

Jika Anda mendapat masalah yang sama dengan kasus diatas, ketika hendak membeli rumah second secara kredit, Anda masih bisa menyelesaikan masalah tersebut sendiri tanpa bantuan pihak tertentu, yang biasanya akan menambah biaya dan pengeluaran Anda. karena SHM atau sertifikat hak milik adalah salah satu syarat pengajuan KPR rumah second, maka saat Anda menemukan rumah second tersebut hanya memiliki sertifikat AJB atau akta jual beli, Anda bisa membuat AJB tersebut menjadi SHM dengan cara mendatangi kantor PPAT (biasanya ada di kantor notaris) bersama dengan pemilik sertifikat AJB terkait.

2. IMB (Izin Mendirikan bangunan)

Jika pada SHM biasanya kita akan berhubungan dengan kantor BPN atau Badan Pertanahan Nasional, maka untuk IMB , akan berhubungan dengan pemerintah setempat (kabupaten atau kota). IMB ini adalah ketentuan hukum yang harus dimiliki oleh pemilik bangunan terkait. Pemilik bangunan yang berniat untuk membangun, menambah luas, mengurangi luas, merobohkan maupun melakukan renovasi bangunan, harus memiliki IMB.

Dengan memiliki IMB, sebagai pemilik bangunan, kita akan mendapat banyak keuntungan. Seperti berikut :

  • Memiliki bangunan dengan tata letak yang aman dan sesuai dengan lahan yang tersedia
  • IMB dapat dijadikan syarat untuk kegiatan jual beli bangunan (rumah)
  • IMB juga sebagai syarat Rumah second yang akan di KPR kan.

Jika pemilik bangunan tidak memiliki IMB, pemilik akan dikenakan denda sebesar 10% dari nilai bangunan yang dimiliki. Selain itu, rumah yang sudah dibangun tanpa IMB, juga bisa dilakukan pembongkaran.

Jika Anda belum memiliki IMB atas bangunan atau rumah Anda, berikut ini cara untuk membuat IMB untuk rumah tinggal:

Persyaratan yang harus disiapkan adalah :

  • Fotokopi Identitas pemilik
  • Fotokopi SPPT PBB
  • Bukti pembayaran PBB tahun berjalan
  • Fotokopi surat kepemilikan tanah
  • Surat kuasa (jika dikuasakan)
  • Surat pernyataan kepemilikan tanah

Pengajuan IMB Rumah Tinggal

Jika rumah tinggal Anda berukuran dibawah 500 meter persegi, untuk mengurus IMB, cukup mendatangi kecamatan. Kemudian Anda datang ke bagian PTSP (pelayanan terpadu satu pintu) yang ada di kecamatan wilayah Anda. ambil formulir untuk pengajuan serta pengukuran tanah dan lakukan pengisian sesuai petunjuk yang berlaku.

Kemudian, setelah itu biasanya petugas pengukur tanah akan mendatangi lokasi rumah Anda, setelah satu minggu. Petugas akan membuatkan gambar denah lokasi rumah tersebut untuk membuat IMB dalam bentuk blueprint.

Proses pembuatan IMB untuk rumah tinggal, biasanya menghabiskan waktu selama 15-20 hari kerja. Sementara untuk membuat IMB ini akan dikenakan biaya sebesar Rp. 2.500 untuk per meter persegi (harga sewaktu – waktu berubah). Pembuatan IMB untuk rumah tinggal, ternyata cukup mudah dan tidak terlalu memakan waktu lama.

3. PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)

Dokumen selanjutnya adalah PBB atau bisa juga disebut SPPT PBB yang merupakan kependekan dari surat pemberitahuan pajak terhutang pajak bumi dan bangunan. Keberadaan SPTT PBB ini telah diatur dalam Undang Undang nomor 12 tahun 1994 tentang pajak bumi dan bangunan. Surat ini merupakan pemberitahuan kepada wajib pajak atas besarnya pajak bumi dan bangunan yang harus dibayar setiap tahunya.

Biasanya nama yang tercantum dalam PBB akan berbeda dengan yang tercantum di Sertifikat Hak Milik. Hal tersebut terjadi karena SPPT PBB ini bukan merupakan bukti kepemilikan objek pajak. Awalnya, pemilik rumah tidak melakukan balik nama setelah terjadi peralihan hak objek pajak yang terkait.

Bagi Anda yang mungkin baru memiliki rumah, namun belum mengambil SPPT, Anda bisa mendatangi kantor kelurahan atau kantor kepala desa. Dalam hal SPPT PBB ini, seseorang memiliki Hak dan Kewajiban yaitu :

Hak wajib pajak

  • Menerima SPPT PBB di setiap tahun pajak
  • Mengajukan keberatan atau pengurangan biaya PBB
  • Mendapatkan surat tanda terima setoran atau STTS dari bank atau kantor pos
  • Mendapat penjelasan rinci tentang PBB, jika wajib pajak meminta penjelasan
  • Mendapatkan resi atau struk ATM bukti pelunasan PBB
  • Mendapat tanda terima sementara dari kelurahan, jika SPPT asli belum diterbitkan

Kewajiban Wajib Pajak

  • Mengisi surat pemberitahuan Objek Pajak dengan rinci dan jelas
  • Menandatangani bukti tanda terima SPPT ketika sudah membayar PBB lewat Pos atau Bank
  • Melunasi PBB di setiap tahunya

Dengan bersikap kooperatif terhadap pembayaran PBB tepat pada waktunya, maka ketika Anda berniat untuk menjual rumah kepada pihak lainya, Anda tidak akan menemui kesulitan. Dokumen PBB ini biasanya akan diminta, jika pihak pembeli rumah yang Anda jual, ingin membeli rumah tersebut secara KPR ke Bank. Jangan lupa bayarlah pajak PBB secara tepat waktu.

4. Surat Kesepakatan Jual Beli

Ketika pihak penjual rumah sudah setuju untuk menjual rumahnya kepada pihak pembeli, maka disarankan untuk membuat surat kesepakatan jual beli. Surat ini tentunya berfungsi sebagai surat jaminan yang legal, dimata hukum, bahwa telah terjadi transaksi jual beli antara pihak pertama (penjual) dan pihak pembeli. Surat ini haruslah mengikuti format yang benar, kemudian dibubuhi tanda tangan kedua pihak, dan diakhir diberikan materai agar menjadi legal dan bernilai hukum.

Surat perjanjian jual beli ini memang dibutuhkan, khususnya ketika mengalami beberapa kasus berikut ini :

  • Benda yang diperjual belikan memiliki nilai yang tinggi
  • Pembayaran transaksi dilakukan secara bertahap
  • Kondisi benda atau barang yang mengharuskan membuat surat perjanjian
  • Supaya memiliki kekuatan hukum
  • Perjanjian dibuat untuk menciptakan keamanan kedua belah pihak

Bagi Anda yang sedang melakukan proses pembelian rumah second, dan berencana untuk memanfaatkan fasilitas KPR untuk pembiayaanya, sebaiknya membuat surat perjanjian jual beli rumah tersebut. Untuk format suratnya, Anda bisa temukan lewat Google, atau bisa juga meminta bantuan pihak terkait yang ahli dalam membuat surat perjanjian. Surat perjanjian yang sudah di sah kan, akan diminta pihak Bank, sebagai syarat KPR Rumah Second

5. Lokasi Rumah Second yang Ideal

Lokasi rumah biasanya menjadi prioritas bagi sebagian besar orang yang ingin memiliki rumah. Umumnya, mereka lebih suka memilih rumah di daerah perkotaan yang lokasinya strategis. Lokasi yang strategis ini tentunya akan didukung oleh kemudahan sarana dan prasarana yang menunjang kebutuhan sehari-hari.

Lokasi rumah yang ideal sebaiknya berada pinggir kota. Selain itu, beberapa akses seperti transportasi, jarak antara rumah dengan kantor atau sekolah yang tidak terlalu jauh, kawasan yang bebas banjir dan longsor, serta tingkat kemacetan yang mungkin terjadi di lokasi tersebut. Sebaiknya, sebelum membeli rumah second, Anda perhatikan dulu lokasi rumahnya, agar bisa ditempati dengan nyaman nantinya.

6. Tata Ruang Rumah dan Keadaan Bangunan

Membeli rumah, khususnya rumah second juga harus memperhatikan dari sisi banguna serta tata ruangnya. Tidak ada salahnya, jika Anda melibatkan peran kontraktor atau arsitek terkait untuk melakukan pengecekan mengenai bangunan rumah yang akan Anda beli. Lakukan pengecekan bagaimana fondasi atap serta lantainya.

Perhatikan juga bagaimana letak kabel listrik, ventilasi udara di sekitar rumah, dan sumber air yang digunakan. Khusus untuk sumber air, pastikan jarak pipa air dengan tangki septik cukup jauh yaitu 10 Meter. Pastikan juga keadaan listrik di rumah tersebut tidak terganggu dan tidak bermasalah.

Adapun tata ruangnya, Anda cukup menanyakan dan memperhatikan berapa usia rumah yang hendak Anda beli tersebut. Hal ini untuk menghindari kekhawatiran, bahwa jenis rumah tua yang usianya sudah lebih dari 20 tahun, bisa menjadi objek pembebasan lahan untuk fasilitas pemerintah.

Demikian Syarat KPR rumah second yang harus diperhatikan, baik oleh pihak penjual maupun pihak pembeli. Pastikan, pihak penjual dapat menjual rumahnya dalam harga yang sesuai keinginan pembeli, namun penjual tetap mendapatkan profit.

Kelengkapan dokumen pendukung rumah juga harus disiapkan oleh pihak penjual, agar tidak menemui masalah jika rumahnya hendak dijual. Pembeli rumah yang hendak mengajukan KPR juga harus memahami syarat KPR Rumah Second apa saja yang wajib dipenuhi untuk kelancaran pengajuan KPR ke bank. Ajukan KPR secara online sekarang juga lewat Kreditkpr untuk KPR dengan proses yang cepat dan anti ribet.

bagaimana sistem, tips trik, syarat, cara mengambil KPR Rumah Second. Uang muka KPR bekas. Pengalaman membeli. Alur cara proses mengajukan kpr rumah tanpa dp di dalam gang jakarta, depok, bekasi barat, bandung, surabaya, bogor, semarang, sidoarjo . Kalkulator & tabel angsuran bank btn , bni, syariah, mandiri, bri, bjb, muamalat, bca, niaga, permata, panin, bukopin, cimb. aturan ketentuan & mekanisme menghitung-hitungan biaya administrasi, ppjb, hgb, akad kredit, notaris murah baru atau  ambil tata  pengajuan untuk berapa persen tangerang bisa  dengan 2015 dki flpp  imb info jogja juli jasa  lewat    beli   minimal bunga  perhitungan program perbedaan dan tahapan pinjaman pembiayaan persyaratan rincian suku simulasi yang timbul  subsidi utara timur kota ke  mudah 2014 selatan over kaskus lama melalui pembelian  via.
KPR Take Over Maybank

KPR Take Over Maybank

KPR Take Over MayBank • Istilah take over dalam KPR adalah tindakan untuk melakukan pengalihan KPR dari satu orang atau bank ke orang lainya atau pihak lain (Bank lainya) , secara resmi dan sah sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Nasabah bisa mengalihkan KPR dari Bank lama, ke bank Maybank dengan mengikuti ketentuan pihak Maybank.

Dengan melakukan pengalihan KPR, maka nasabah memilih KPR Take Over Maybank. Beberapa keuntungan bisa didapatkan , selain suku bunga yang lebih ringan dari pada jenis KPR lainya, sebagai berikut :

  • Cicilan KPR Take Over menjadi lebih ringan, dengan suku bunga 9.00 % fix selama 2 tahun
  • Anda berhak mendapatkan tambahan dana untuk kebutuhan lainya
  • KPR Take Over Maybank, bebas biaya Provisi
  • Juga bebas biaya administrasi kredit
  • Jangka waktu pinjaman hingga 20 tahun
  • Suku Bunga KPR Take Over

KPR Take Over MayBank akan membebankan suku bunga pada nasabah, dengan ketentuan suku bunga 9.00% fix selama 2 tahun. Itu berarti, selama 2 tahun masa angsuran nanti, cicilan Anda akan dibebankan bunga +9.00% saja. Namun, setelah habis massa cicilan 2 tahun, memasuki tahun ke-3, suku bunga untuk KPR Take Over ini menjadi 13.49%. Nasabah juga dapat memilih suku bunga fix untuk 1 tahun,lalu tahun ke-2 akan dikenakan suku bunga floating yang mengikuti suku bunga bank indonesia, sebesar 12 bulan + 3.75%.

Simulasi KPR Take Over Maybank

Dengan mengacu pada ketentuan suku bunga KPR Take Over di atas, maka jika disimulasikan menurut kalkulator KPR Maybank untuk KPR Take Over adalah sebagai berikut :

Misalnya, setelah melakukan survey rumah yang akan di take over, pihak bank menaksir harga rumah tersebut sebesar Rp. 500 juta. Jika pihak Maybank mengcover sebesar 70%, maka sisa kredit nasabah yang melakukan take over ke Maybank Rp. 350 juta. Sisa pinjaman ke bank sebesar Rp. 200 juta, sementara harga jual rumah tersebut Rp. 450 juta.

Untuk bisa menyeimbangkan dengan harga jual Rp. 450 juta, maka nasabah harus membayar uang muka untuk take over ke Maybank ini, sebesar Rp. 100 juta. Dengan begitu, total harga jual dapat terpenuhi. Setelah dipindahkan ke KPR Take Over Maybank, barulah angsuran nasabah dikenakan suku bunga 9.00% fix selama 2 tahun dengan cicilan tetap. Dan memasuki tahun ke-3 suku bunganya menjadi floating dengan persentase yang berubah-ubah.

Syarat Umum KPR Take Over Maybank

KPR take over bisa diajukan oleh nasabah yang seorang karyawan, wiraswasta atau profesional. Yang penting, nasabah memiliki penghasilan rutin. Berikut syarat pengajuan secara umum:

  • WNI yang cakap hukum
  • Minimal berusia 21 tahun ketika mengajukan KPR, dan Makismal berusia 55 Tahun (karyawan) dan 65 tahun (wiraswasta) ketika pelunasan KPR dilakukan
  • Memiliki penghasilan perbulan
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun, atau minimal 3 tahun untuk pengusaha atau profesional
  • Lokasi tempat tinggalnya, atau objek yang akan dijaminkan berada di wilayah operasional yang ditentukan Maybank

Adapun dokumen pendukung untuk lancarnya proses pengajuan KPR Take Over Kredit ini sebagai berikut :

  • Fotokopi identitas (KTP) dan Kartu Keluarga (suami istri)
  • Fotokopi akta nikah/akta cerai/akta cerai mati/ perjanjian pranikah
  • Fotokopi NPWP atau SPT PPh 21 (pilih salah satunya)
  • Fotokopi rekening tabungan 3 bulan terakhir
  • Surat keterangan kerja asli dan slip gaji asli dari tempat bekerja
  • Fotokopi surat izin praktek (untuk profesional)
  • Fotokopi akta pendirian perusahaan, SIUP, TDP, NPWP
  • Surat pemesanan rumah (bagi rumah baru)
  • Setifikat rumah, IMB, gambar denah bangunan, PBB (untuk rumah second)
  • Kelebihan KPR Take Over Maybank dibandingkan KPR lainya adalah KPR Take Over memiliki suku bunga yang ringan di awal, sebesar 9.00% untuk 2 tahun pertama. Maka selama massa cicilan tersebut, nasabah bisa mengupayakan untuk memaksimalkan pendapatanya, agar bisa tetap melanjutkan cicilan pada tahun ke-3 yang akan lebih meningkat.

KPR Take Over Maybank juga bebas biaya admin dan biaya provisi. Nasabah bisa lebih menghemat keuanganya di awal KPR berlangsung. Adapun kekurangan dari KPR Take Over ini, adalah suku bunga yang meningkat cukup tinggi di tahun ke-3 cicilan.

biaya-biaya pembelian rumah

Biaya-Biaya Pembelian Rumah

Biaya-Biaya Pembelian Rumah • Sebagian masyarakat mungkin akan kecewa saat hendak membeli rumah. Lantaran, biaya yang dikeluarkan untuk membayar down payment (DP) kredit pemilikan rumah (KPR) kemudian membengkak karena ada beban biaya lain-lain.

Executive Vice President Non Subsidized Mortgage & Consumer Lending Division Bank BTN, Suryanti Agustinar menuturkan, sejatinya saat membeli rumah tidak hanya membayar DP semata, namun ada tambahan biaya lainnya.

Dia mengatakan, adapun biaya tersebut di antaranya untuk pajak, balik nama, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), biaya notaris, provisi, dan lain-lain.

“Kalau mau kasar (total) 6-7 persen dari maksimal kredit yang mesti disiapin kurang lebih rata-rata. Kalau kredit Rp 300 juta, 6 persen kali Rp 300 juta jadi 18 juta dia harus siap. Di luar DP,” kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Sementara, Bank BTN sendiri menawarkan DP 5 persen kepada nasabah untuk rumah nonsubsidi. Sehingga, biaya awal untuk membeli rumah ialah 5 persen untuk DP ditambah 6 persen dari biaya lain-lain sehingga totalnya 11 persen. Apabila harga rumah Rp 300 juta, maka biaya awal yang dibayarkan sekitar Rp 33 juta.

“Kurang lebih begitu segitu, bisa dibilang 5 persen ditambah 6 persen kurang lebih 11 persen nggak mahal juga,” ujar dia.

Sebab itu, dia mengimbau kepada masyarakat yang ingin membeli rumah menabung terlebih dahulu. Sehingga, beban yang ditanggung tidak terlalu berat.

“Memang harus dipikirkan ada tabungan ya kalau enggak jreng. Apalagi kalau harga rumah Rp 300 juta, uang muka 5 persen berarti Rp 15 juta tambah 6 persen Rp 18 juta berarti harus punya Rp 33 juta untuk dapat rumah terus langsung kredit kurang lebih segitu,” tutup dia.

Baca artikel selengkapnya: liputan6.com

KPR Syariah vs konvensional

KPR Konvensional vs Syariah

KPR Konvensional vs Syariah • KPR adalah salah satu produk kepemilikan rumah yang dikembangkan oleh dunia perbankan di indonesia. Produk KPR tidak hanya dimonopoli oleh bank konvensional saja, tetapi juga sudah dijalankan oleh bank syariah.

Produk KRP pertama kali diperkenalkan oleh Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk. Yang pada awalnya menggunakan instrumen bunga sebgai alat untuk memperoleh keuntungan dari produk tersebut. Setelah BTN membuka Unit Usaha Syariah (UUS), produk KPR yang dijual disesuaukan dengan konsep sayriah, baik mengenai akadnya maupun mekanisme transaksinya.

Produk KPR pada perbankan konvensional dipahami sebagai kredit Perumahan Rakyat yang akadnya didasarkan pada prinsip pinjam-meminjam (credit and qard) dengan memanfaatkan bunga sebagai variabelnya. Hubungan yang terjalin antara pihak bank dan nasabah yang mengambil produk KPR ini hubungan antara pihak creditor dan pihak debitor. Pihak bank mengucurkan pinjaman bagi nasabah yang dimanfaatkan untuk keperluan KPR.

Karakteristik utama dari bank konvensional adalah membebani bunga kepada debitor atas uang yang digunakan. Jenis KPR yang terdapat di bank konvensional:

KPR fix

KPR Fix yaitu KPR dengan bunga yang tetap dari awal sampe akhir masa pinjaman. Dengan demikian, risiko kenaikan suku bangsa dapat dihindari. KPR Fix di bank konvensional biasanya diterapkan pada KPR subsidi yang merupakan program dari pemerintah.

KPR Fix dan floating

KPR Fix dan floating yaitu KPR dengan menghitung bunga kombinasi antara bunga tetap dengan bunga mengambang. Jadi pda awal periode bunga yang dikenakan adalah tetap, dan setelah melewati jangka waktu yang ditetapkan, maka suku bunga menjadi suku bunga mengambang. Hal ini dilakukan untuk menarik nasabah yang tergiur pada bunga rendah diawal masa pinjam.

KPR Fix, cap, cap, dan float.

Yaitu KPR yang menghitung bunganya mirip dengan KPR fix dan floating, namun ditengah masa fix dan floating, ada masa bunga cap.

Dalam masa tersebut, suku bunga dapat naik namun dibatasi pada tingkat tertentu. Misalnya suku bunga fix 8 persen tiga tahun dan cap 9 persen tiga tahun lalu selanjutnya floating, artinya dapat tahun kedua suku bunga hanya dapat naik maksimal mencapai 9 persen meskipun dalam kondisi pasar suku bunga yang seharusnya misalnya adalah 10 persen. Setelah melewati masa enam tahun, maka suku bunga baru melebihi 9 persen.

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

KPR float

sesuai namanya yaitu KPR dengan bunga mengambang dari awal masa pinjaman mengikuti tingkat bunga pasar.

Bank konvensional mengambil keuntungan dari bunga pinjaman yang dikenakan kepada nasabah.

KPR Konvensional vs Syariah

Disinilah letak ketidaksesuaian apa yang diperaktikkan perbankan konvensional dengan kosep ekonomi syariah yang prinsip utamanya melarang keras praktik bunga bank. Bunga yang diperaktekkan oleh perbankan konvensional merupakan riba yang ada dalam ajaran islam, yaitiu bagian dari riba nasi’ah. Pada dasarnya, model pinjam-meminjam dengan memakai prinsip qaid diperbolehkan dalam ajaran islam dengan catatan tanpa memungut tambahan (ziyadah), baik dengan memakai istilah bunga maupun menggunakan istilah yang lain, yang intinya merupakan tambahan dari yang pokok. Jika masih tetap mengharuskan adanya tambahan, berarti praktek tersebut sudah menyerupai riba yang diharamkan dalam ajaran Islam.

Baca Juga: Promo KPR

Produk KPR perbankan syariah adalah hubungan antara penjual (al-ba’iu) dan pembeli (musytari). dalam hal ini, bank syariah sebagai pihak penjual yang menjuall produk KPR kepada nasabah, sedangkan nasabah sebagai pihak pembeli. Oleh karena prinsip yang digunakan dalam model ini adalah jual-beli, kelaziman pada akad jual-beli memungkinkan adanya proses tawar-menawar antara pihak bank dan nasabah. Jenis KPR yang ada di bank syariah:

  • KPR dengan akad jual beli (murabahah), merupakan KPR di mana bank menetapkan margin dari harga jual rumah. Besarnya margin ditentukan oleh jangka waktu cicilan yang telah disepakati. Karena margin telah ditentukan di awal, maka besarnya cicilan setiap bulan akan tetap dari awal sampai lunas. KPR ini juga paling umum digunakan bank syariah karena paling mudah dipahami masyarakat.
  • KPR akad sewa beli (Ijarah Muntahia Bittamlik/IMBT), adalah KPR dengan konsep sewa bali dimanan nasabah dianggap menyewa rumah pada abnk dan pada masa akhir cicilan memiliki pilihan untuk membeli rumah tersebut.
  • KPR akad kepemilikan bertahap (Musyarakah Mutanaqisah), yaitu KPR dengan konsep kepemilikan bertahap. Jadi bank dan nasabah sama-sama membeli rumah, lalu porsi kepemilikan bank akan berkurang secara bertahap seiring dengan pembayaran cicilan oleh nasabh pada bank.

Untuk KPR Murabahah uang muka minimal 30 persen, sedangkan menurut IMBT dan MMQ besar uang muka minimal 20 persen dari harga rumah. Sementara dari sisi penalti, juga terdapat perbedaan antara bank konvensional dan bank syariah. Pada bank konvensional, pelunasan diawal biasanya dikenakan penalti karena dianggap mengurangi potensi pendapatan. Sementara pada bank sayraiah, pelunasan dipercepat tidak dikenakan penalti karena nilai transaksi sudah ditentukan diawal.

Dalam hal ini, terliaht bahwa bank syariah mempunyai madat yang luas dibandingkan dengan madat yang dimiliki oleh bank konvensional. Sesuai dengan peraturan yang ada, bank syariah diperbolehkan melakukan transaksi jual-beli. Adapun bank konvensional tidak diberi wewenang untuk melaukan transaksi jual-beli. Realiat ini sebagai konsekuensi dari pelaksanaan ayat Al-Qur’an tentang menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.

 

Baca Selengkapnya di depokpos.com