Skip to main content
KPR Rumah

KPR Rumah Terbaik yang Bisa Anda Pertimbangkan

KPR Rumah merupakan kredit yang fungsinya untuk melakukan pembelian rumah atau kebutuhan konsumtif lainya secara non tunai. Dalam prosesnya, kita harus memberikan jaminan atau agunan berupa sebuah rumah atau apartemen dan jenis hunian lainya yang ditentukan oleh pihak bank. Kemudian, pihak bank akan membuat skema pembiayaan maksimal hingga 90% dari harga rumah yang dijaminkan. nasabah hanya tinggal melakukan pembayaran angsuran untuk jaminan tersebut.

KPR Rumah Terbaik yang Bisa Anda Pertimbangkan

Lembaga keuangan seperti bank-bank di Indonesia, menawarkan KPR untuk pembelian rumah atau memenuhi kebutuhan konsumtif lainya. Banyak alternatif Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terbaik yang bisa dipilih dari beberapa bank, seperti KPR Panin, KPR Mega Griya, KPR Griya Monas dan lainya. Pinjaman dana lewat KPR ini memang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, bukan untuk kegiatan yang cenderung produktif seperti usaha misalnya.

Adanya KPR Rumah merupakan suatu proses yang lebih mudah bagi kita, yang ingin segera memiliki rumah. Namun, kita juga harus memutuskan untuk mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan penuh perhitungan. Ada beberapa hal yang seharusnya menjadi pertimbangan Anda dulu, sebelum mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di bank. Berikut penjelasan mengenai 8 pertimbangan yang harus dipikirkan, sebelum mengambil KPR:

Pertimbangkan Plafon Kreditnya

Bagi Anda yang belum pernah mengambil KPR Rumah di bank, maka perlu memahami dulu tentang plafon kredit. Ketika mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), biasanya pihak bank sudah memiliki skema pinjaman Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Skema ini untuk memudahkan Anda melihat jumlah pinjaman Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang disediakan pihak bank terkait.

Plafon kredit ini biasanya berupa rentang nilai pinjaman, dari nilai minimal 50 juta hingga maksimal mencapai 5 Miliar. Pilih plafon kredit yang sesuai kebutuhan dan keuangan Anda.

Perhitungan Suku Bunga KPR Rumah

Di tahun ini, berbagai bank sepertinya berlomba untuk mengeluarkan suku bunga KPR Rumah yang rendah. Walaupun begitu, Anda sebaiknya tidak tergoda dengan suku bunga rendah tersebut. Ketahui dulu cara menghitung KPR Rumah-nya dengan benar. Perlu diketahui, bahwa dalam KPR Rumah terdapat 2 suku bunga yang sering digunakan, yaitu suku bunga floating dan suku bunga fixed.

Sebelum mengajukan KPR Rumah, coba hubungi pihak marketing dan minta dijelaskan soal tabel simulasi KPR Rumah. Minta dijelaskan bagaimana simulasi KPR dengan suku bunga floating dan juga suku bunga fixed.

Suku bunga fixed (tetap) biasanya memiliki jumlah angsuran yang sama selama masa kredit tertentu. Sementara floating suku bunganya mengikuti suku bunga di pasar uang. suku bunga floating jumlah angsuranya akan berubah sesuai bunga pasar keuangan tersebut.

Masa Pinjaman KPR Rumah

Kebanyakan orang yang memilih Kredit Pemilikan Rumah (KPR) juga mempertimbangkan masalah tenor pinjaman atau masa pinjaman Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Masa pinjamanya tersedia hingga 20 tahun. Bahkan beberapa Bank memberikan masa pinjaman sampai 30 tahun. Semakin lama masa tenor yang dipilih, maka cicilan akan menjadi ringan, namun jangka waktu pelunasan akan lebih lama. Sebaliknya, semakin pendek masa waktu pinjaman, cicilan akan lebih besar, namun waktu pelunasan lebih cepat.

Coverage

Dalam hal ini, kita juga perlu mempertimbangkan masalah Coverage yaitu bagaimana pihak Developer dari perumahan, terkait kerja samanya dengan pihak Bank. Coba perhatikan, jika bank yang anda pilih untuk pengajuan KPR Rumah, memiliki banyak kerja sama dengan pihak developer, bisa dikatakan Anda sudah tepat mengajukan KPR Rumah di bank tersebut.

Waktu Dalam Proses Pengajuan

Perlu Anda ketahui, bahwa setiap bank memang menawarkan fasilitas KPR yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa bank yang memiliki keunggulan dalam hal waktu pemprosesan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang diajukan. Seperti KPR Bank Syariah Mandiri yang mampu memproses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) paling cepat hingga 5 hari kerja. Rata-rata waktu proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sekitar 2 minggu hingga 1 bulan. Sebaiknya, Anda tanyakan kepada pihak marketing Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bank terkait, tentang proses waktu pengajuan tersebut.

Biaya Pinalti dan Pelunasan KPR

Dalam KPR, nasabah juga perlu mengetahui dan mempertimbangkan tentang biaya pinalti. Hal ini penting untuk ditanyakan pada pihak bank terkait. Biaya pinalti ini biasanya akan dikenakan pada nasabah apabila melunasi sebagian atau seluruh pinjaman Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sebelum jangka waktu cicilan berakhir.

Tanyakan kepada pihak bank, apakah memberlakukan biaya pinalti semacam ini. Tanyakan secara rinci agar saat Anda memiliki uang lebih untuk melunasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di awal, tidak akan dikenakan biaya pinalti ini.

Fitur Tambahan Lain/ Biaya lain

Untuk semakin meningkatkan kepercayaan dan kepuasaan pelanggan terhadap produk KPR, beberapa bank juga memberikan fitur tambahan pada KPR untuk memudahkan para nasabah dalam menjalani proses cicilan KPR nya nanti. fitur ini berupa Asuransi kebakaran untuk rumah, kredit multiguna yang juga bisa digunakan untuk renovasi rumah dan juga menambah limit Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Biaya Administrasi KPR

Tahukah Anda bahwa dalam pengajuan KPR juga akan dikenakan biaya administrasi. biaya KPR ini meliputi beberapa biaya seperti biaya provisi, biaya admin bank, biaya pengecekan sertifikat, biaya notaris, biaya balik nama, biaya asuransi jiwa kredit serta kerugian kredit dan biaya pengikat jaminan.

Usahakan saat pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Anda harus sudah mengetahui beberapa biaya administrasi ini, sehingga tidak merasa kebobolan jika ada penambahan biaya administrasi.

Cara Jitu Mengajukan KPR Terbaik

Memilih Properti

Pilih properti dengan akses yang strategis. Sebaiknya memilih rumah atau apartemen dengan mempertimbangkan soal lokasi, daerah banjir, serta akses ke beberapa tempat yang mudah dijangkau. Pilih rumah yang membuat jarak rumah ke tempat kerja cukup dekat. Pertimbangkan juga akses transportasi, fasilitas umum, tempat ibadah, sekolah juga harus dipertimbangkan. Rumah juga bisa menjadi investasi kita di masa depan, sehingga lokasi yang strategis akan meningkatkan penjualan rumah tersebut.

Pilih Bank

Memilih bank yang tepat, juga akan mempermudah proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang diajukan. Kebanyakan orang memilih bank dengan melihat suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ditawarkan. Mereka cenderung memilih suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang rendah serta persyaratan yang cukup mudah. Alasan lainya, Jika Anda merupakan nasabah dari sebuah bank saat ini, bisa juga mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di bank tersebut. prosesnya akan lebih mudah.

Developer

Developer dan properti yang Anda pilih tentunya harus memiliki reputasi yang baik. Developer yang track record nya baik, biasanya sudah terbukti dengan suksesnya projek properti lain yang sebelumnya sudah populer. Selain itu, soal perijinan yang dibutuhkan, developer tentunya harus sudah mengantongi izin resmi untuk proyek properti yang sedang digarapnya.

Mengisi Formulir Pemesanan Rumah

Saatnya anda mengisi formulir untuk pemesanan unit rumah yang diinginkan. Formulir tersebut juga akan memuat mengenai jadwal pembayaran booking serta pelunasan DP rumah yang sesuai persetujuan dari pihak bank.

Pembayaran

Nasabah selanjutnya wajib melakukan pembayaran untuk booking fee dari rumah yang hendak dibeli dengan cara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tersebut. biaya booking ini biasanya ditentukan dalam bentuk presentase yang diberikan pihak developer. Jika Anda membeli produk properti dari pasar sekunder maka biaya booking yang berlaku itu tergantung dari permintaan pihak penjual.

Akad Kredit dan Melunasi Uang Muka

Mungkin Anda harus cukup teliti pada proses ini. Sebab, di tahap ini Anda harus membayar uang muka, dengan presentase yang ditentukan pihak bank. Biasanya, besaran uang muka untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berkisar dari 20 – 50%. Sebaiknya, jangan melunasi uang muka terlebih dulu, sebelum akad kredit disetujui oleh pihak bank terkait. Jika perlu, buatlah surat perjanjian jual beli terlebih dulu di Notaris, bahwa Anda akan melunasi uang muka setelah akad disetujui.

Pilih KPR Terbaik dari 5 Bank Ini

KPR CIMB Niaga Xtra

KPR CIMB Niaga Xtra menawarkan solusi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang Xtra untuk Anda yang ingin memiliki hunian idaman. Plafon kredit mencapai 50 Milyar dan tenor waktu cicilan yang diberikan hingga 20 tahun lamanya. Suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di CIMB Niagar Xtra ini adalah suku bunga fixed 1 tahun pertama sebesar 8.88%, kemudian 2 tahun menjadi 9%, 3 tahun sebesar 9.25% hingga 5 Tahun 10.25%.

KPR CIMB Niagar Xtra ini telah bekerja sama dengan 10 developer terbaik di kawasan Jakarta, Surabaya, Medan serta Serpong. Waktu proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kurang lebih selama 14 Hari hingga pencairan. Biaya pinalti yang diberikan sebesar 1 %, kemudian biaya provisi sebesar 1% dari jumlah pinjaman, biaya keterlambatan akan dikenakan 0.2% dari cicilan bulanan.

KPR Terbaik Maybank KPR Plus

KPR terbaik juga bisa Anda dapatkan di bank Maybank. Salah satu produk KPR nya adalah Maybank KPR Plus. Paket KPR ini ternyata satu paket dengan rekening tabungan. Uniknya, saldo tabungan milik nasabah bisa digabungkan dengan rekening keluarga lainya, untuk memperkecil cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dibayarkan. Sebesar 75% dari saldo rekening milik Anda akan diperhitungkan menjadi pokok pinjaman pada saat perhitungan suku bunga.

Maybank menyediakan plafond kredit yang maksimal, hingga Rp. 5 Miliar. Suku bunga yang digunakan adalah fixed untuk 5 tahun pertama. Jangka waktu angsuran juga hingga 30 tahun. Proses pencairan memakan waktu 7 hari. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Plus Maybank juga bebas biaya admin, hanya saja Anda harus membayar biaya provisi sebesar 1% dari jumlah pinjaman yang telah disetujui pihak Maybank.

KPR Permata Keluarga

Bank Permata juga menawarkan KPR terbaiknya, untuk para nasabah yang ingin memiliki rumah idaman dengan cicilan yang ringan.

Suku bunga yang digunakan adalah fixed sebesar 10.50% selama masa cicilan berlangsung. Adapun plafond kredit yang tersedia maksimal hingga 5 Miliar, dengan tenor waktu cicilan maksimal hingga 20 tahun. Proses pencairan dana hanya 5 hari. Anda akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp. 500.000, serta wajib membayar biaya provisi sebesar 1% dari jumlah pinjaman yang telah disetujui pihak bank permata.

KPR BCA Fix & CAP

KPR BCA juga salah satu KPR terbaik saat ini. nasabah yang ingin membeli rumah, ruko bahkan dalam kondisi baru atau second bisa diwujudkan dengan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BCA.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ini juga bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan renovasi rumah dan kebutuhan konsumtif lainya. Suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang berlaku di BCA adalah fixed selama 3 tahun pertama sebesar 9.25%, hingga 5 tahun. Setelah masa 5 tahun habis, suku bunga yang digunakan adalah floating. Plafond yang tersedia maksimal hingga 5 miliar.

Masa angsuran yang tersedia maksimal hingga 20 tahun. Adapun biaya yang dikenakan untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BCA adalah biaya provisi sebesar 1% dari jumlah pinjaman yang telah disetujui pihak BCA, biaya admin sebesar Rp. 500.000, biaya keterlambatan pembayaran sebesar 0.133% dari cicilan bulanan yang telah ditentukan. Untuk pelunasan di awal, Anda tidak dikenakan biaya pinalti.

KPR BTN Platinum

Bank BTN memang sangat populer dengan produk KPR terbaiknya. KPR BTN tersedia untuk keperluan pembelian rumah, baik langsung dari developer maupun non developer. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN juga dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan rumah baru, rumah indent maupun rumah bekas dan urusan take over kredit. Plafon kredit yang tersedia Rp. 350 juta, dengan suku bunga fixed yang cukup tinggi dibandingkan bank lainya, sebesar 11.50%. tenor angsuran kredit yang tersedia, maksimal hingga 25 tahun.

Untuk urusan pencairan, memakan waktu hingga 7 hari kerja. Adapun biaya yang harus dibayar diluar angsuran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN adalah iaya asuransi kebakaran, asuransi bencana alam serta asuransi Jiwa. Kemudian, biaya provisi sebesar 1% dari total pinjaman yang telah disetujui pihak BTN. Membayar biaya keterlambatan sebesar 1.5% dari cicilan perbulanya. Jika Anda melakukan pelunasan di awal, maka akan dikenakan biaya pinalti sebesar 1% dari sisa pokok pinjaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *