Skip to main content
cara menghitung pbb njop bphtb

Cara menghitung PBB, NJOP & BPHTB

Cara menghitung PBB, NJOP & BPHTB • Penting! bagi Anda yang hendak menjual atau membeli rumah & properti lainnya

Ingin Jual Beli Rumah? Pahami Soal NJOP, PBB dan BPHTB Agar Mendapat Untung

Memiliki rumah, kini bukan hanya sebagai tempat berteduh dari panas dan hujan. Rumah sudah menjadi sebuah asset bagi seseorang yang kedepanya bisa ia gunakan untuk berinvestasi dan memperoleh keuntungan dengan cara menjualnya. Hal ini di dasari dengan harga properti yang semakin tahunya mengalami kenaikan.

Tidak heran, jika saat ini orang tidak membeli sembarang rumah. Terkadang, ia memikirkan bagaimana lokasinya, apakah bebas banjir, apakah dekat dengan akses kesehatan dan pendidikan serta faktor lainya. Hal itu semata-mata untuk menaikan nilai jual rumah tersebut nanti, saat pemilik ingin menjualnya kembali kepada pihak lainya.

Baca Juga : Biaya KPR Terbaru

Dalam system jual beli, tentunya harapan tertinggi adalah mendapatkan keuntungan yang maksimal. maksimal dalam hal ini tentunya juga sesuai dengan kondisi saat rumah tersebut dijual. Selain itu, kelengkapan dokumen dalam jual beli rumah juga penting. Dokumen yang penting yang juga menentukan harga beli dan harga jual rumah diantaranya adalah dokumen PBB, BPHTB dan NJOP.

Keberadaan berkas tersebut juga memiliki kekuatan hukum dalam hal jual beli rumah. Jika dokumen tersebut tidak lengkap, maka saat membeli rumah kita akan rugi, begitu juga saat akan menjual rumah. Rumah yang memiliki dokumen atau berkas tadi, sudah dijamin merupakan rumah yang tidak bermasalah. Sehingga ketika akan dibeli atau dijual, maka dijamin menguntungkan.

Pengertian PBB

PBB adalah kependekan dari Pajak Bumi dan Bangunan. Berkaitan dengan bumi dan bangunan, menjelaskan bahwa bangunan (rumah) yang kita tempati berada di wilayah Indonesia, maka wajib memiliki PBB. Namun, tidak semua bangunan memiliki PBB, seperti rumah sakit, rumah ibadah dan fasilitas umum biasanya tidak memiliki PBB.

Dalam PBB, ada penerapan tarif yang setiap tahunya wajib dibayarkan oleh pemilik rumah, yang namanya tertera dalam surat PBB tersebut.

Beberapa waktu lalu, di kawasan DKI Jakarta ditemukan ada beberapa rumah yang ternyata masih menunggak PBB. Karena tunggakan tersebut, pihak BPRD (Badan Pajak dan Retribusi Daerah) bahkan harus memasang plang pemberitahuan di sekitar rumah yang bermasalah dalam PBB. Sanksi yang diberikan pihak BPRD ada beberapa, seperti sanksi berupa surat teguran bahkan hingga dilakukan penyitaan. Alasan seseorang belum membayar pajak PBB sebenarnya karena mereka tidak mau bayar, bukanya tidak mampu bayar.

Tarif PBB ini disesuaikan dengan pasal 5 UU No.12 tahun 1985 jo UU Np.12 tahun 1994. Isinya adalah sebesar 0.5% dari nilai jual kena pajak (NJOP). Maka PBB ini seharusnya wajib dibayar setiap tahunya di kelurahan atau desa tempat tinggal, atau bisa juga dilakukan di Bank yang ditentukan.

Jika saja, kita mengacuhkan masalah PBB ini, maka ada beberapa hal yang tidak bisa kita dapatkan seperti :

  • Pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK)
  • Pembuatan akta kelahiran
  • Mendapatkan gaji ke-13 untuk PNS
  • Mendaftar sebagai calon kepala daerah
  • Mendaftar pernikahan

Definisi NJOP

NJOP ini sendiri merupakan dasar untuk menentukan PBB yang diterapkan oleh pemerintah setempat , selama 1 tahun sekali. NJOP biasanya merupakan taksiran nilai harga rumah dan bangunan, yang kemudian dihitung berdasarkan luas dan zona dari rumah tersebut. Jika harga pasaran rumah dan bangunan tersebut tinggi, maka NJOP nya juga tinggi.

Sebagai contoh, kita melihat NJOP untuk rumah yang ada di kawasan di Menteng, Jakarta. nilainya tentu akan lebih tinggi dibandingkan NJOP rumah di kawasan Pondok Labu. Anda bisa melihat besaran NJOP rumah Anda lewat surat PBB.

Selain itu, biasanya NJOP juga digunakan untuk menentukan harga yang paling rendah sebagai patokan dari jual beli rumah. Perlu diketahui, jika Anda ingin membeli rumah, namun harganya cukup mahal, bisa jadi karena harganya jauh di atas NJOP. Jika sebaliknya, harga jauh di bawah NJOP, rumah tersebut menjadi lebih murah dan biasanya sedang dalam masalah (sengketa kepemilikan).

BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)

Istilah dokumen penting lainya yang harus dimiliki sebuah rumah adalah BPHTB. Isi dokumen ini menjelaskan tentang dasar pengenaan BPHTB atau nilai perolehan objek pajak kena pajak atau disingkat NPOPKP. Pajak ini biasanya akan dikenakan untuk pembeli rumah atau penjual rumah.

Pajak BPHTB ini dikenakan sebesar 5% dari nilai perolehan objek pajak (NPOP). Jika NPOP tidak diketahui nilainya lebih kecil atau lebih besar dari NJOP PBB, maka NJOP tersebut bisa dijadikan sebagai dasar perhitungan untuk BPHTB.

Dalam dokumen BPHTB ini, juga terdapat Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) yang biasanya berbeda harganya di setiap wilayah Indonesia. Khusus untuk ibu kota Jakarta, NPOPTKP nya telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp. 60 jutaan.

Sebetulnya, BPHTB ini tidak hanya wajib dibayar, Jika kita membeli rumah saja. kita juga wajib membayar pajak ini saat melakukan transaksi lainya, seperti :

  • Tukar menukar
  • Hibah Wasiat
  • Waris
  • Pemasukan dalam perseroan atau badan hukum
  • Pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan
  • Penunjukan pembeli pada lelang
  • Pelaksanaan putusan hakim yang berkekuatan hukum
  • Penggabungan usaha
  • Pemekaran usaha

Cara Menghitung PBB, NJOP & BPHTB beserta Simulasi Perhitungannya

Setelah mengetahui definisi dari PBB, BPHTB serta NJOP tadi, saatnya kita juga mengetahui bagaimana simulasi pembayaran dari ketiganya.

Contoh Kasus:

Bapak Herman ingin membeli rumah di wilayah tanggerang, yang berukuran 50 meter persegi dengan harga Rp. 100 juta. Maka, Perhitungan NJOP nya :

Pemerintah Tanggerang menaksir NJOP tanah rumah yang akan dibeli pak herman ini sebesar Rp. 1 juta/ m2. Sedangkan untuk NJOP bangunan rumahnya sebesar Rp. 1 juta/m2.

Perhitungan NJOP nya:

NJOP tanah = 50m2 x Rp. 1 juta = Rp. 50 juta

NJOP bangunan = 50m2 x Rp. 1 juta = Rp. 50 Juta

NJOP tanah dan bangunan = Rp. 100 juta

NJOTKP ( Nilai Jual Objek Tidak Kena Pajak) = 10% dari NJOP Bangunan = Rp. 5 Juta

NJOP untuk PBB = NJOP tanah dan bangunan – NJOTKP = 100 juta- 5 juta = Rp. 95 Juta

Perhitungan PBB:

NJKP (Nilai Jual Kena Pajak)= 20% x NJOP PBB = 20% x Rp. 95 Juta = Rp. 19 Juta

PBB = (aturan undanga-undang sebesar 0.5%) x NJKP = 0.5% x Rp. 19 Juta= Rp. 95 Ribu

Perhitungan BPHTB nya :

Tariff BPHTB sebesar 5% x NPOP – NPOP Wilayah terkait

= 5% x Rp. 100 Juta – Rp. 30 Juta(NPOP wilayah Tanggerang)

= 5% x Rp. 70 Juta

= Rp. 3.5 Juta

Pastikan Anda dapat memahami secara garis besar, bagaimana perhitungan untuk PBB, BPHTB serta NJOP dari rumah yang dimiliki. Dengan begitu, Anda tidak akan kebingungan saat harus memperhitungkan harga untuk menjual rumah kepada pihak lainya. Lengkapnya dokumen-dokumen tersebut juga menjelaskan kepada pihak pembeli rumah, bahwa rumah tersebut tidak dalam masalah. Lengkapi dokumen penting untuk kelancaran jual beli rumah Anda.

Baca Juga

  • Cara menghitung PBB
  • Cara menghitung PBB, NJOP dan BPHTB
  • Cara menghitung PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)

Proses KPR itu Ternyata Rumit dan Berbelit

Proses KPR • Survey yang dilakukan oleh situs Rumah.com menyatakan bahwa masyarakat menganggap proses KPR sangat Rumit dan Berbelit. Iulah mengapa akhirnya masyarakat memilih untuk mengajukan KPR Online.

Survei Tentang KPR : Ternyata Proses KPR itu Rumit dan Berbelit

Namaku Martin Rambe, aku berasal dari pulau Sumatera, tepatnya dari Sumatera Utara. Ya, benar aku orang batak. Sudah menjadi tradisi kami untuk merantau, mencari kehidupan yang lebih layak di Ibu kota. Akhirnya, sejak tahun 2015 saya bekerja di Jakarta. Walaupun masih berstatus single, saya ingin punya rumah sendiri. Waktu itu, kebetulan saya tbertarik dengan promo KPR rumah yang cukup menggiurkan.

Saat itu, di tahun 2016, teman saya memberikan informasi tentang rumah minimalis di Bekasi Utara, Bekasi. Kebetulan, saya juga punya saudara yang tinggal disana. Kawasan ini juga baik menurut saya, karena bebas banjir juga. Setelah saya melihat langsung lokasinya, maka saya memutuskan untuk membeli rumah di lokasi tersebut. Karena saya karyawan, saya membeli rumah dengan KPR.

Yang pertama kali dilakukan untuk proses pembelian rumah lewat KPR, saya membayar booking fee di bulan Agustus 2016 sebesar Rp. 1 juta. Kemudian, saya juga harus menyiapkan beberapa dokumen yang diperlukan. Biasanya, Kartu identitas selalu diwajibkan, namun masalahnya KTP saya masih berdomisili Medan. Alhasil, saya harus membuat dulu surat keterangan domisili tinggal di Jakarta. Selain syarat itu, saya juga harus menyertakan surat keterangan belum memiliki rumah dari kepala desa di wilayah Jakarta. Untuk syarat itu, saya juga harus menunggu kedua orang tua untuk membantu mengurusi surat keterangan tersebut lalu dikirimkan kepada saya.

Akhirnya berkas penting terkumpul juga, dan saya akan segera menyerahkanya pada pihak Marketing KPR. Pihak marketing menyebutkan bahwa saya harus menunggu selama 7 bulan, untuk bisa melakukan akad kredit rumah baru tersebut. Cukup merepotkan juga ketika harus mengumpulkan berkas-berkas tersebut. Tapi itu normal lah, yang penting, semua berkas yang diperlukan sudah saya kumpulkan.

Martin sepertinya cukup sabar dalam mengikuti proses yang diperlukan, saat mengajukan KPR untuk rumah bersubsidinya. Namun, berbeda dengan Dewi. Dewi juga bekerja sebagai karyawan swasta di Jakarta. Ketika mencari rumah di Jakarta, ia sangat merasa kesulitan. Hampir 1 bulan lebih dia mencari rumah, baik secara daring maupun online. Karena Dewi dan suaminya sedang memerlukan rumah, akhirnya mereka memuuskan untuk KPR rumah second.

Untuk proses pembelian tersebut, Dewi diharuskan membayar biaya booking fee kepada agen penjual sebesar Rp. 10 juta. Uang itu juga bisa dibilang sebagai tanda jadi Dewi atas pembelian rumah bekas tersebut. Dewi juga memutuskan untuk mengambil KPR atas rumah tersebut. Dewi mengajukan KPR di salah satu bank kepercayaanya. Sambil menunggu keputusan ditolak atau diterimanya KPR yang telah diajukan, dia harus membayar biaya appraisal sebesar Rp. 1 juta.

Biaya appraisal ini dikenakan pihak bank untuk melakukan penilaian dan penaksiran harga rumah yang akan dibeli oleh nasabahnya. Biaya ini juga berbeda di setiap bank, berkisar dari Rp. 250.000 hingga Rp. 1000.000. Jika pengajuan KPR ditolak pihak bank, maka uang tersebut juga hangus.

Hal ini terjadi pada Dewi, ternyata KPR yang diajukan olehnya ditolak pihak Bank. Alasanya, rumah bekas yang akan dibeli itu berada dalam lokasi yang tidak sesuai kriteria pihak bank untuk sebuah rumah bekas. Dalam kasus ini, uang appraisal yang sudah dibayarkan dewi, hangus.

Dewi tidak menyerah sampai disitu saja, ia kembali mengajukan KPR ke bank lainya. Otomatis, dewi juga harus kembali membayar biaya appraisal seperti sebelumnya. Jika, KPR dewi ditolak kembali maka hal yang sama akan terulang lagi.

Parahnya, ternyata agen yang menjual rumah tersebut memberikan syarat booking fee yang masa berlakunya hanya 1.5 bulan saja. Sementara, Dewi masih mengurusi KPR di beberapa bank, dan ia tidak mengetahui persyaratan itu sebelumnya. Dewi akhirnya mengajukan protes, tidak terima dengan semua keribetan dan kerugian yang ia terima. Karena profesionalitas, sang agen akhirnya memberi kelonggaran.

Teliti BI Checking

Setelah ditelusuri, ternyata alasan beberapa bank tadi menolak pengajuan KPR Dewi, karena ia memiliki kendala di BI Checking. Saat pihak bank mengecek status BI Checking Dewi, ia memiliki tagihan kartu kredit Rp. 300 ribu. Tagihan tersebut juga sudah cukup lama belum dilunasi. Dewi menyebutkan kalau tagihan tersebut bukan utang kartu kredit, itu hanya annual fee yang lupa belum dibayarkan.

Coba jika dari awal, Dewi mengecek hal ini sebelum mengajukan KPR, ia tidak harus berkali-kali ditolak KPR nya oleh bank.

Bertekad kuat ingin segera membeli rumah lewat KPR, Dewi kembali mengajukan KPR. Kali ini dia sudah berstatus lolos BI Checking. Dewi mengajukan KPR di bank kelima. Akhirnya, proses pengajuan KPR di bank ke-5 ini diterima. Pihak bank akan segera menganalisis apakah calon kreditornya tersebut layak untuk diberikan pinjaman dana. Bank juga bisanya sampai melakukan survey ke tempat bekerja nasabahnya.

Pihak bank akan sangat detail ketika memeriksa rekening Koran dari calon kreditornya. Jika nasabahnya memilih KPR non subsidi, pihak bank juga akan memeriksa tentang status kepegawaian nasabah bersangkutan.

Perlu Anda ketahui, jika status bekerja masih sebagai Karyawan kontrak, besar kemungkinan KPR akan ditolak pihak bank. Adapun bank yang menerima status Karyawan kontrak, akan memberikan sejumlah syarat lainya yang cukup ribet. Anda yang berstatus Karyawan tetap, tapi masa kerjanya kurang dari satu tahun juga harus menyerahkan surat kerja dari perusahaan tempat bekerja sebelumnya.

Setelah persyaratan rampung, maka pihak bank akan memutuskan apakah menerima KPR atau menolak KPR yang diajukan. Bagi yang tidak memilih KPR subsidi, biasanya pihak bank belum tentu memberikan plafon pinjaman sesuai keinginan kreditornya. Sebagai contoh, jika Dewi membeli rumah bekas tadi seharga Rp. 500 juta, kemudian ia membayar uang muka sebesar 30% sebesar Rp. 150 juta, maka plafon yang diberikan pihak bank, bisa saja hanya Rp. 350 juta. Solusinya, nasabah perlu mencari dana tambahan.

Dewi sudah membayar booking fee dan menunggu selama 4.5 bulan untuk melakukan akad kredit dengan pihak bank. Menurut Dewi, mengurus KPR rumah memang disadarinya memerlukan waktu yang cukup lama. Apalagi Dewi seorang yang cukup sibuk bekerja, kegiatan seperti ini cukup menyita waktunya. Dari segi biaya, Dewi juga masih harus mengeluarkan biaya untuk notaries dan lain sebagainya.

KPR Itu Ribet dan Berbelit

Melihat beberapa contoh kasus diatas, sepertinya sebagian besar orang menganggap bahwa proses KPR itu sulit dan ribet. Hal ini juga dibuktikan oleh hasil survey dari Rumah.com. situs ini melakukan survey terhadap 1.020 orang koresponden, sejak bulan Januari hingga Juni tahun 2017 ini. Hasilnya, sebanyak 86% dari koresponden menyatakan bahwa biaya serta proses KPR yang pernah mereka ajukan, di Indonesia sangat sulit dan berbelit.

Kemudian, sebanyak 51% dari koresponden menyatakan pendapat bahwa proses KPR juga memerlukan uang muka yang bisa dibilang terlalu tinggi nilainya. Uang muka tersebut biasanya untuk jenis rumah yang tanpa subsidi. Lalu sebanyak 45% dari koresponden lainya mengatakan tidak siap jika harus membeli rumah di tahun ini juga. Sisanya, 34% mengatakan alasan tidak akan membeli rumah karena harganya yang dinilai sangat tinggi.

Hasil survey lainya juga dilakukan oleh Pasar Primer Bank Indonesia, yang melakukan survey terhadap harga properti Residensial. Pihaknya melakukan survey selama Triwulan ke-IV di tahun 2016, dan hasil surveinya dipublikasikan di tahun 2017 ini. survei tersebut mengungkap beberapa faktor yang menghambat terjadinya pertumbuhan bisnis di sektor properti, menurut pandangan pengembang perumahan di Indonesia.

Faktor tersebut diantaranya adalah Suku bunga KPR dengan mengambil porsi sebanya 19.91 %. Kemudian, disusul pembayaran uang muka sebanyak 18.39%, masalah perizinan sektor properti sebanyak 16.15%, Kenaikan harga sebanyak 13.54% dan juga Pajak sebanyak 13.76%. Sebagian dari mereka yang mengajukan KPR, seperti hal nya kasus Dewi tadi, menyatakan tidak ingin mengikuti proses KPR yang ternyata begitu rumit dan berbelit-belit tersebut, ketika ingin memiliki sebuah rumah.

Tergantung Anda, Jika Memilih KPR Maka Harus Siap dengan Konsekuensinya

Walaupun proses KPR bisa dibilang cukup sulit dan berbelit, tapi semua kembali kepada Anda dan kebutuhan untuk memiliki rumah. Jika ingin memiliki rumah segera, maka ikuti prosesnya dengan baik dan teratur. Pihak bank juga akan membantu kita dalam mengurusi semua hal terkait KPR yang diajukan. Anda hanya perlu sedikit bersabar dalam proses KPR seperti ini, demi mewujudkan mimpi untuk memiliki rumah idaman.

Related searches

  • proses kpr rumah second
  • proses akad kredit kpr
  • berapa lama proses kpr disetujui
  • proses akad kredit kpr btn
  • proses kpr btn
  • lama proses kpr sampai akad kredit
  • biaya akad kredit kpr btn 2016
  • syarat pengajuan kpr btn
kpr online

KPR Online

KPR Online • Belanja online, ojek online. Karena kemudahannya, di era teknologi digital yang serba online ini banyak hal yang tidak lagi dikerjakan secara manual. Bahkan pengajuan KPR yang dulu harus diajukan secara manual, saat ini sudah bisa diajukan secara online.

Saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi bisa mempermudah berbagai pekerjaan yang harus dilakukan oleh manusia. Sebut saja beragam aplikasi yang bisa memudahkan pekerjaan manusia, seperti Go-Jek, Airbnb, Uber, dan masih banyak lainnya. Aplikasi seperti Go-Jek membantu penggunanya untuk menemukan solusi akan transportasi. Sekarang tidak perlu repot-repot mencari ojek lagi karena dengan adanya aplikasi Go-Jek, kita sudah bisa menemukan ojek dengan mudah hanya dalam sebuah smartphone. Intinya, aplikasi-aplikasi seperti itu lah yang dapat memberikan kemudahan kepada manusia hanya dengan memakai smartphone maupun laptop. Di era teknologi digital yang serba online seperti ini, banyak hal yang tidak lagi harus dikerjakan secara manual.

Tidak hanya memesan transportasi maupun makanan saja yang semakin mudah, namun kini pengajuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) juga dapat dilakukan secara online. KPR merupakan sebuah produk pembiayaan kredit dari bank maupun perusahaan pembiayaan yang berasal dari lembaga sekunder, untuk keperluan pembelian tempat tinggal (rumah, ruko, rukan, atau apartemen) yang dijual oleh pengembang atau non-pengembang, dengan skema pembiayaan sampai dengan 90% dari harga properti tersebut.

Anda bisa mengajuan KPR Online melalui website bank yang bersangkutan secara langsung, atau bisa juga melalui website KPR Online KreditKpr.com. Nasabah tidak perlu lagi datang ke bank hanya untuk mendaftar maupun membayar. Melalui kreditkpr.com, mengajuan kredit kepemilikan rumah (KPR), kredit kepemilikan apartemen (KPA), take over KPR, over kredit dan kredit multi guna tidak perlu lagi datang ke Bank.

 

Kelebihan KPR Online

Lalu apa saja kelebihan dari KPR Online ini? Dengan mengajukan KPR secara online, Anda bisa mendapatkan beberapa kelebihan dibandingkan dengan KPR Offline, seperti tidak perlu macet-macetan, pengajuan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, pengajuan dapat menggunakan smartphone dan laptop, lebih informatif, pilihan bank lebih banyak, langsung membandingkan produk KPR dari berbagai bank, dapat membandingkan langsung bank mana yang lebih murah, proses lebih mudah dan relatif lebih cepat, bisa langsung membandingkan bunga KPR terendah, hingga memiliki kalkulator KPR dan estimasi cicilan.

  • Tidak perlu macet-macetan
  • pengajuan bisa dilakukan kapan saja
  • pengajuan KPR bisa menggunakan smartphone
  • Langsung membandingkan produk KPR dari berbagai Bank
  • Langsung membandingkan bunga KPR terendah
  • Kalkulator KPR & estimasi cicilan

 

Dokumen KPR Online

Untuk mengajuan KPR Online, Anda perlu mempersiapkan beberapa persyaratan dokumen seperti fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga, Fotokopi NPWP Pribadi atau NPWP Perusahaan untuk wiraswasta, rekening tabungan 3 bulan terakhir, slip gaji, dan surat keterangan kerja. Seluruh dokumen yang diminta hampir sama dengan dokumen KPR regular.

  • Foto Copy KTP
  • Foto Copy Kartu Keluarga
  • Foto Copy NPWP Pribadu atau NPWP Perusahaan untuk wiraswasta
  • Rekening tabungan 3 bulan terakhir.
  • Slip Gaji
  • Surat Keterangan Kerja

 

Cara Mengajukan KPR Online

Cara mudah mengajukan KPR Online, yang harus Anda lakukan hanyalah mengisi formulir KPR online dibawah ini. Dalam waktu 1×24 jam, staff konsultan marketing kami akan menghubungi Anda.

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa


Namun sebelum itu, sebaiknya Anda mempelajari produk-produk KPR apa saja yang ditawarkan oleh berbagai Bank. Carilah produk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan memberikan penawaran menarik.

Pertimbangkan juga suku bunga fixed, promo KPR. Kedua hal tersebut akan mempengaruhi besar cicilan rumah Anda. Memilih bank yang tepat, akan membuat Anda menghemat jutaan rupiah.

Kecepatan proses KPR adalah hal lain yang juga harus dipertimbangkan. Beberapa bank memberikan pelayanan yang lebih cepat dan staff marketing yang lebih komunikatif dan responsif dibandingkan yang lain.

 

Penyedia Layanan KPR Online

Ada beberapa bank yang memberikan fasilitas pengajuan KPR secara online, seperti BTN Properti, Panin, BNI, HSBC, Mega Griya, Griya Monas, dan masih banyak lainnya.

BTN menawarkan program 3 in 1 dalam pengajuan KPR Online, yaitu pilih property, Apply KPR, dan Approval. Cara pengajuan KPR secara online melalui BTN cukup mudah dilakukan. Pertama, registrasi di www.btnproperti.co.id, mengisi data-data yang tersedia pada situs, verifikasi data registrasi melalui email, login ke www.btnproperti.co.id, memilih kriteria rumah yang diinginkan, melakukan pengajuan KPR yang disertai dengan scan KTP dan slip gaji, dan tunggu approval dari Bank BTN.

Sedangkan Panin Bank menawarkan suku bank yang rendah dengan biaya ringan. Prosesnya bisa selesai hanya dalam waktu 3 hari kerja saja. Dalam waktu tersebut, Anda sudah bisa mendapatkan persetujuan untuk memulai kredit rumah impian yang Anda inginkan. Panin Bank memiliki produk Multi KPR yang bisa digunakan untuk pembelian rumah, ruko/rukan, kavling, apartemen, villa, konstruksi, hingga refinancing.

Beberapa website penyedia jasa KPR Online juga dapat membantu Anda, seperti CekAja.com, Cermati.com, KreditKPR.com, DuitPintar.com, dan masih banyak lainnya. Melalui website KreditKpr.com, Anda bisa mendapatkan informasi KPR dari puluhan bank yang ada di Indonesia. Tak hanya itu saja, Anda juga bisa membandingkan KPR dengan bunga murah hanya dalam 1 website saja, kemudian mengajukannya secara online tanpa harus datang ke cabang. KreditKpr.com akan membantu mempermudah proses pengajuan permohonan kredit dan simulasinya dari berbagai bank di Indonesia.

Cermati.com juga memiliki misi yang sama dengan CekAja.com. Melalui Cermati.com, Anda bisa terbantu untuk memilih mana KPR Online yang terbaik bagi Anda. Proses pendaftarannya pun bisa dibantu. Selain itu, website Cermati.com juga dilengkapi dengan tips dan trik finansial yang bisa menjadi panduan sebelum Anda memutuskan ingin mengajukan KPR secara online.

Sebelum memutuskan ingin mengajukan KPR Online, sebaiknya Anda telah mempelajari produk-produk KPR apa saja yang ditawarkan oleh beberapa bank. Kemudian carilah produk yang paling sesuai dengan kebutuhan dengan cara membandingkan. Namun pertimbangkan juga suku bunga fixed dan promo KPR karena keduanya akanb memengaruhi besar cicilan rumah yang Anda beli. Selain itu, sebelum memilih KPR sebaiknya Anda memerhatikan beberapa hal, seperti besarnya plafon kredit, perhitungan suku bunga, masa pinjaman KPR, coverage, lama proses pengajuan, biaya pinalti pelunasan KPR, biaya administrasi KPR, hingga adanya fitur tambahan. Bagaimana, sudah siap untuk mengajukan KPR Online?

kpr untuk wiraswasta

KPR Untuk Wiraswasta

KPR Untuk Wiraswasta • Tips, Syarat & Cara Pengajuan KPR Untuk Pengusaha, Wirausaha • Wiraswasta agar bisa mengajukan Kredit Rumah (KPR)

Begini Cara Pengajuan KPR yang Benar untuk Wiraswasta

Dalam hal pengajuan KPR ke Bank, umumnya target Bank adalah para karyawan yang bekerja di sektor pemerintah maupun swasta, yang memiliki penghasilan tetap setiap bulanya. Pihak Bank sebagai pemberi dana akan melihat ini dari persyaratan yang mereka ajukan, yaitu slip gaji dan rekening tabungan mereka. Para karyawan cenderung akan menyimpan sebagian uang gaji mereka di Bank sebagai tabungan, sehingga ketika mengajukan syarat KPR, mereka tidak terlalu mengalami kesulitan.

Sebaliknya, bagaimana dengan para Wiraswasta yang memiliki penghasilan stabil, bahkan lebih besar dari karyawan, dan ingin membeli rumah secara KPR ke Bank? Tentu saja, Bank juga menjadikan para wirausaha sebagai target KPR mereka, asalkan para wirausaha yang umumnya menjalankan bisnis ini, memenuhi persyaratan lengkap untuk mengajukan KPR, baik ke Bank Konvensional maupun ke Bank Syariah.

KPR Untuk Wiraswasta, Ini syaratnya

Sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai mekanisme pengajuan KPR ke Bank untuk Wiraswasta, berikut adalah syarat yang harus dipenuhi oleh para Wiraswsta yang ingin mengajukan KPR kepemilikan hunian berbagai jenis :

  • Mengisi Formulir Permohonan KPR di Bank terkait
  • Sudah menjalankan Usaha minimal 2 Tahun
  • Fotokopi Identitas
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Akte Nikah dan NPWP
  • Menyerahkan Bukti Legalitas Usaha (SIUP, TDP, Akta Pendirian untuk CV atau PT)
  • Laporan Keuangan Usaha, Neraca, Laba Rugi
  • Fotokopi Sertifikat Rumah yang akan dibeli
  • Rekening Tabungan 6 Bulan terakhir
  • Fotokopi PBB dan IMB Rumah yang hendak dibeli

Anda yang seorang Wirswasta pemilik Bisnis atau perdagangan, yang mungkin berminat untuk mengajukan KPR ke Bank, baik Bank Konvensional maupun Bank Syariah, sebaiknya melihat beberapa persyaratan di atas terlebih dulu sebelum mulai mengajukan KPR. teliti lagi, apakah ada salah satu syarat yang belum bisa anda penuhi? Atau malah beberapa syarat memang belum bisa dipenuhi? Jika begitu, sebaiknya anda mengurungkan niat untuk mengajukan KPR terlebih dulu, dan mulai melengkapi persyaratan di atas.

 

Contoh Kasus Pengajuan KPR untuk Wiraswasta

Agar anda bisa lebih mengerti mengenai cara pengajuan KPR untuk Wiraswasta, sebaiknya anda menyimak contoh kasus berikut ini :

Kasus:

Pak Soepomo adalah seorang wiraswasta yang rutinitasnya adalah berdagang di sebuah area besar di kota Bandung. Usaha yang digeluti bergerak di Bidang makanan (kuliner). Karena usahanya cukup laris manis, tentu saja keuntungan yang didapatkan juga maksimal. Namun, karena kesalahanya dalam mengatur keuangan, Pak Soepomo menjalani hidup yang cukup boros dan jarang menabung di Bank. Pak Soepomo juga belum bisa membeli rumah secara cash padahal, sebelumnya  ia memiliki cukup uang untuk bisa membeli rumah.

Saat ini, ia terpikir untuk bisa memiliki rumah, dan memilih dengan cara KPR ke Bank.

Setelah melihat beberapa Persyaratan KPR untuk Wiraswasta, seperti yang telah dipaparkan di atas, ternyata ada dua persyaratan yang belum bisa Pak Soepomo penuhi, yaitu laporan keuangan usaha selama 1 tahun dan tabungan di Bank. menilai Hal ini, tentu saja Pihak Bank akan menolak pengajuan KPR yang dilakukan Pak Soepomo, karena beliau belum bisa memenuhi semua persyaratan KPR ke Bank tersebut.

Laporan Keuangan Usaha Sebagai Salah Satu Syarat Pengajuan KPR Untuk Wiraswasta

Melihat Kasus Pak Soepomo di atas, ternyata pengajuan KPR beliau ditolak karena belum bisa membuat laporan keuangan usahanya, untuk melengkapi persyaratan pengajuan KPR ke Bank terkait. Selain itu, beliau juga tidak memiliki rekening tabungan di Bank tersebut dan jarang menabung. Pak Soepomo sebaiknya tidak putus harapan, karena masih ada kesempatan untuk bisa mengajukan KPR lagi, dengan catatan syarat yang kurang ini harus segera dipenuhi.

Sebagai seorang Wiraswasta, anda juga perlu memperhatikan soal laporan keuangan atas usaha yang sedang anda jalankan. Laporan keuangan tersebut bisa ditulis tangan oleh anda sendiri, ataupun anda menggunakan jasa akuntan untuk membuatkan laporan keuangan dari usaha anda. Pihak Bank biasanya memerlukan Laporan Keuangan ini, untuk memperkirakan berapa pemasukan dan pengeluaran anda setiap bulanya, dan apakah anda dapat memenuhi cicilan KPR sesuai dengan harga properti yang anda pilih.

Setelah laporan keuangan dibuat, jangan lupa juga untuk mulai menabung di Bank terkait, atau Bank mana saja yang sesuai keinginan anda. Hal ini dilakukan untuk memenuhi syarat lainya dalam pengajuan KPR yaitu memiliki rekening tabungan. Jika sebelumnya anda jarang menabung, karena biasanya penghasilan Wiraswasta juga tidak tentu, cobalah untuk bisa menabung secara teratur agar syarat KPR ini bisa dipenuhi.

Cara Pengajuan KPR yang Benar Untuk Wiraswasta

Jika telah melengkapi syarat yang kurang tersebut, anda bisa mulai mengajukan KPR ke Bank pilihan anda, dengan terlebih dulu membicarakanya dengan pihak Marketing KPR dari Bank terkait. Sesuai prosedur yang berlaku, pihak Bank akan mulai menilai persyaratan KPR anda, khususnya menilai Laporan keuangan dan rekening tabungan yang anda miliki. Laporan keuangan juga akan dilihat lewat nota pembayaran serta pembukuan.

Proses penilaian yang dilakukan Pihak Bank terhadap nasabah KPR Wiraswasta, sebenarnya tidak berbeda dengan nasabah KPR Pegawai. Pihak Bank akan menilai persyaratan umum dari nasabah Wiraswasta ini seperti Identitas, Kartu Keluarga, NPWP dan lain sebagainya. Setelah itu, proses selanjutnya adalah Bank melakukan Verifikasi dari fotokopi buku rekening koran nasabah Wiraswasta. Mereka akan menilai keuangan dan kesanggupan anda untuk membayar cicilan KPR yang diinginkan.

Setelah Bank menilai beberapa syarat tadi, dan memperhitungkan kelayakan anda untuk bisa mengambil KPR, saatnya  pihak Bank akan melakukan Survey berdasarkan data yang sudah didapatkan ke lokasi usaha anda, serta melakukan beberapa wawancara untuk memastikan semuanya.

Setelah proses Survey dan wawancara selesai, saatnya pihak Bank untuk menentukan, apakah pengajuan KPR ini akan diterima atau malah ditolak oleh pihak Bank. yang pasti pihak Bank akan menilai langsung dari Laporan Keuangan usaha serta rekening tabungan tadi. Pastikan, anda tidak sedang dalam  kredit macet, atau masuk ke dalam daftar hitam BI, karena akan sangat sulit memperoleh KPR tersebut.

Tips Agar Pengajuan KPR Wiraswasta diterima Oleh Bank

Pihak Bank akan menilai secara rinci pengajuan KPR yang diajukan oleh nasabah Wiraswasta. Jika dalam hal ini, ternyata anda kurang memenuhi syarat, pihak Bank akan menyarankan nasabah untuk membayar uang muka secara maksimal di awal, sehingga cicilan yang harus dibayarkan nanti bisa lebih ringan. Saat mengajukan KPR ke Bank, sebaiknya perhatikan Tips berikut ini :

  • Tunjukan Bahwa sebagai Wiraswasta, anda layak dan mampu untuk membayar cicilan KPR yang telah ditetapkan
  • Coba Untuk membuat Slip Gaji Wiraswasta, jika memungkinkan, agar pihak Bank bisa lebih yakin dalam memperhitungkan berapa penghasilan anda dari menjalankan usaha
  • Buatlah catatan Pendapatan dan pengeluaran yang lebih rinci dan jelas alur Cashflow nya, sehingga Bank bisa lebih yakin terhadap pengajuan KPR anda.

Anda Wiraswsta yang sudah siap dengan semua persyaratan untuk pengajuan KPR? Ajukan KPR anda secara online lewat Kreditkpr untuk pengajuan KPR yang lebih mudah, cepat dan tanpa ribet.

Baca juga

  • contoh laporan keuangan untuk pengajuan kpr
  • contoh laporan keuangan sederhana untuk pengajuan kpr
  • contoh laporan keuangan untuk syarat kpr
  • syarat kpr disetujui bank
  • syarat kpr btn untuk wiraswasta
  • contoh laporan keuangan untuk pengajuan kredit
  • contoh laporan keuangan wiraswasta
  • cara membuat laporan keuangan untuk pengajuan kredit bank
proses kpr tercepat

Proses KPR Tercepat

Proses KPR Tercepat • Agar Proses KPR Lancar dan Cepat

Mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) tidaklah mudah, tapi juga tidak sulit jika kita memahami dan mengerti kelengkapan apa yang perlu kita siapkan dalam hal pengajuan KPR tersebut. Mengingat dalam memilih nasabah, pihak bank akan sangat selektif karena mereka tidak ingin mengalami kerugian di kemudian hari.

KPR kini memang menjadi solusi yang tepat bagi sejumlah orang yang ingin memiliki rumah. KPR ini menerapkan sistem pembelian rumah secara kredit, di mana para pemohon KPR dapat mengangsur cicilan kredit tiap bulannya.

Proses KPR Tercepat? KPR Online Saja. Ajukan Sekarang!

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

Tentu cara ini banyak dilirik oleh masyarakat karena dinilai sangat membantu mereka yang tak mampu membeli rumah secara kontan karena terbatasnya biaya. Dengan sistem KPR ini, para pemohon hanya memberikan sejumlah uang muka pada pemberi kredit (bank yang telah ditunjuk oleh pemohon) yang jumlahnya cukup ringan.

Pemohon juga akan menjalani prosedur pengajuan KPR yang simpel dan tercepat. Selain itu, ada banyak keuntungan lainnya yang bisa didapatkan dari pengajuan KPR ini. Salah satunya, bunga KPR yang rendah sehingga tidak akan memberatkan pemohon KPR untuk membayar angsuran KPR tiap bulannya.

Pada zaman serbainstan ini, semua hal harus bisa dilakukan dengan cepat tanpa mengorbankan kualitas, termasuk dalam hal pengajuan KPR. Nasabah KPR di mana pun, tak ingin menempuh proses berbelit-belit dan memakan waktu saat membeli rumah lewat KPR. Mereka ingin agar rantai alur pengajuan KPR bisa sependek mungkin.

Juga, kalau bisa, pengajuannya bisa dilakukan dari kantor cabang terdekat dengan tempat bekerja atau tempat tinggal. Masih belum cukup, mereka ingin agar waktu pemrosesan berkas permohonan KPR, bisa sependek mungkin. Inilah tuntutan nasabah KPR pada zaman serbainstan. Jika Anda termasuk salah satu di antaranya, berikut beberapa kiat agar proses pengajuan KPR Anda bisa dilakukan dengan cepat.

Pertama, silakan Anda sediakan dokumen-dokumen yang terbaru. Dokumen-dokumen yang dimaksud antara lain KTP, Kartu Keluarga (KK), rekening bank, dan slip gaji bulan terakhir. Anda periksa kembali masa expired -nya. Periksa kembali apakah ada salah satu dokumen Anda yang hampir expired atau kedaluwarsa. Jika ada sebaiknya Anda segera mengurusnya agar Anda mendapatkan dokumen versi terbarunya.

Selain itu, Anda harus jujur saat Anda sedang menjalani sesi interview dengan pihak bank pemberi KPR. Apa pun pertanyaan yang diajukan oleh pihak bank pemberi kredit sebaiknya Anda jawab dengan sejujurnya. Anda perlu menjawab semua pertanyaan dengan jawaban yang sesuai dengan kondisi Anda.

Hindari memberikan jawaban yang berlebihan atau seadanya. Selain itu, sebaiknya Anda jangan menyerahkan dokumen palsu apa pun kepada pihak bank pemberi kredit pemilikan rumah. Alasannya, tindakan Anda akan dianggap sebagai tindak pidana. Pihak bank pasti akan mengetahui bahwa dokumen Anda palsu. Dampaknya akan sangat fatal untuk Anda.

Jangan lupa untuk memperbaiki penampilan keuangan. Salah satunya dengan cara memasukkan uang gaji ke rekening bank (jika kita digaji dengan tunai) agar pihak bank bisa tahu bahwa kita memiliki penghasilan rutin selama minimal tiga bulan terakhir. Perlu diketahui, bank dapat menolak pengajuan proses KPR jika cicilan utang mencapai 33% dari penghasilan rutin.

Apabila ada utang di tempat lain maka usahakan secara rutin Anda membayarnya atau segera lunasi karena bank akan menganalisis kemampuan pembayaran utang dengan memperhitungkan juga hutang Anda di tempat lain. Dan yang terakhir, untuk mempercepat proses KPR adalah berikan nomor telepon yang mudah dihubungi.

Anda harus memastikan bahwa nomor telepon Anda selalu aktif. Selain itu, Anda juga harus standby dengan ponsel Anda karena untuk berjaga-jaga saja kalau ada panggilan telepon dari pihak bank pemberi kredit pemilikan rumah.

sumber

  • Proses KPR Tercepat
  • Bank dengan proses KPR Tercepat
biaya kpr

Menghitung Biaya-Biaya KPR dan Simulasinya

Biaya KPR • Saat mengajukan KPR, biaya yang harus dikeluarkan bukan hanya uang muka. Tetapi ada juga biaya-biaya lain yang cukup besar yang juga harus dipersiapkan. Lantas, berapa biaya proses KPR tersebut?

Mempersiapkan biaya KPR sama pentingnya dengan mempersiapkan dana untuk uang muka KPR. Jangan sampai pengajuan KPR yang telah di setujui menjadi sia-sia dan terhambat atau bahkan batal karena Anda belum mempersiapkan untuk biaya KPR-nya.

Biaya KPR adalah biaya-biaya yang harus dikeluarkan selama proses pengajuan KPR untuk keperluan Administrasi bank dan notaris. Biaya ini harus dibayarkan setelah Anda dinyatakan lolos KPR, agar proses Akad Kredit KPR dengan notaris bisa segera dilaksanakan. Setelah akad KPR berlangsung, secara legal Anda telah menjadi pemilik rumah dan rumha tersebut bisa segera ditempati.

Masyarakat lebih mengenal biaya ini dengan nama biaya akad kredit KPRNamun jika dijabarkan, ada sekitar 10 rincian biaya KPR yang termasuk didalamnya. Biaya-biaya tersebut antara lain:

  1. Biaya Notaris
  2. Biaya APHT
  3. Biaya BPHTB
  4. Biaya Penilaian / Appraisal
  5. Biaya Administrasi
  6. Biaya Proses
  7. Provisi Bank
  8. Angsuran Pertama
  9. Premi Asuransi Kebakaran
  10. Premi Asuransi Jiwa

 

biaya kpr btn 2017

Biaya KPR

Terlepas dari Bank yang digunakan untuk pengajuan KPR, jenis-jenis biaya KPR tiap bank hampir sama dan berlaku bukan hanya untuk rumah baru, tetapi juga untuk biaya KPR rumah Second. Entah Anda menggunakan Bank BTN, Bank BCA, KPR Bank Mandiri ataupun bank-bank lainnya, ke 10 biaya di atas akan tetap ada.

Meskipun begitu, akan terjadi perbedaan dalam jumlah biaya untuk tiap-tiap item. Misal di Bank A, biaya administrasi nya hanya 750 ribu. sedang di Bank B, biayanya 1 juta rupiah. Hal tersebut dikarenakan tiap bank memiliki biaya administrasi sendiri. Selain karena hal itu, besarnya biaya juga dipengaruhi oleh lokasi rumah yang akan di KPR kan.

Ajukan KPR Online

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

Hubungi Marketing

Sarah
087777 397418

 

1. Biaya Notaris

Untuk mengurus berbagai dokumen seperti Akta Jual Beli (AJB), perjanjian KPR dan dokumen legal lainnya dibutuhkan seorang Pejabat Notaris. Biaya notaris KPR ini lah yang nantinya digunakan untuk membayar jasa kepengurusan dokumen-dokumen tersebut.

Untuk tiap proses pengajuan KPR besarnya biaya notaris tidak sama, tergantung kepada jumlah plafond yang diberikan bank dan juga lokasi dari rumah yang akan di KPR kan. Biaya notaris untuk rumah yang berdomisili di kota Jakarta biasanya lebig besar jika dibandingkan dengan biaya notaris di kota-kota lain. Informasi dari berbagai sumber, biaya notaris KPR terbaru yang saat ini berlaku berada di sekitar 250 ribu sampai dengan 750 ribu.

 

2. Biaya APHT

Biaya ini dipergunakan untuk mengurus Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT). Fungsi dari APHT ini adalah sebagai jaminan bahwa Anda akan melunasi pinjaman kepada Bank. Dan jika terjadi kredit macet, Bank secara hukum bisa mengeksekusi rumah yang di kreditkan. Sesuai dengan undang-undang, proses APHT wajib dilaksanakan sebelum kredit diberikan kepada konsumen.

 

3. Biaya BPHTB

Biaya BPHTB rumah KPR adalah bea yang harus dibayarkan karena memperoleh Hak atas suatu tanah atau suatu bangunan. Saat terjadi transaksi proses jual beli KPR Rumah, nasabah memperoleh hak atas rumah dan tanah yang akan di KPR kan tersebut.

 

4. Biaya Penilaian / Appraisal

Biaya appraisal KPR ini digunakan untuk melakukan proses penilaian (appraisal) dokumen KPR dan rumah yang diajukain. Proses ini bertujuan untuk mengecek dan validasi dokumen pengajuan kredit.

 

5. Biaya Administrasi

Jumlah Biaya administrasi KPR tergantung kepada Bank. Tiap bank biasanya memberikan tarif yang berbeda-beda. Bahkan beberapa bank memberikan promo berupa hratis biaya administrasi.

 

6. Biaya Proses

Jumlah Biaya Proses KPR tergantung kepada Bank. Tiap bank biasanya memberikan tarif yang berbeda-beda. Bahkan beberapa bank memberikan promo berupa hratis biaya administrasi.

7. Biaya Provisi Bank

Bank apapun yang digunakan, Besar Biaya provisi KPR adalah 1% dari jumlah plafond KPR yang diberikan. Jika plafond KPR yang diberikan misalnya 100 juta, maka biaya profisinya adalah:

100juta x 10% = 1 Juta

8. Angsuran Pertama

Angsuran pertama KPR Anda akan dimasukan ke dalam salah satu komponen biaya KPR.

9. Premi Asuransi Kebakaran

Untuk meminimalisir kerugian Anda dan pihak Bank jika terjadi bencana kebakaran, maka rumah yang di KPR-kan diwajibkan untuk dilindungi oleh asuransi Kebakaran.

10. Premi Asuransi Jiwa

Untuk meminimalisir risiko gagal bayar karena nasabah meninggal dunia, Bank mewajibkan nasabah untuk mengikuti program asuransi jiwa.

 

Menghitung Biaya KPR

Biaya Kredit KPR yang harus dikeluarkan tidaklah sama. Seperti yang telah di singgung di atas bahwa besar biaya tiap item tergantung kepada Bank yang digunakan, besarnya plafond dan lokasi dari rumah yang akan di KPR kan.

Namun, rata-rata biaya  yang harus dikeluarkan adalah 5-6% dari plafond yang di keluarkan Bank. Berikut adalah rumus cara menghitung biaya KPR:

Biaya KPR = Plafond Bank x 5%

 

Kita buatkan simulasi perhitungan biaya KPR nya. Misalkan Anda mengajukan KPR dengan harga 550juta. Plafond yang disetujui oleh pihak Bank adalah sebesar 500juta. Maka besarnya biaya KPR yang harus dikeluarkan adalah 6% x 500juta, yaitu 30 Juta.

Baca Juga:

  • biaya kpr bank btn
  • biaya akad kredit kpr
  • rincian biaya kpr
  • simulasi biaya kpr
  • biaya akad kredit kpr btn
  • berapa biaya notaris untuk akad kredit
  • biaya notaris kredit bank
  • biaya notaris kpr 2017
  • simulasi biaya kpr,
  • perhitungan biaya kpr
  • menghitung biaya kpr
  • cara menghitung biaya KPR rumah.
perbandingan bunga kpr

Perbandingan Bunga KPR Bank

Salahsatu pertimbangan saat akan kredit kpr rumah adalah besar bunga KPR Bank. Bank manakah yang memberikan bunga KPR terendah?

Persaingan antar bank dalam produk KPR rumah sangatlah ketat. Setiap bank berlomba-lomba dan gencar memberikan promo KPR setiap bulan nya.

Namun, tahukah Anda bahwa suku bunga KPR antara satu bank dengan yang lainnya tidak terlalu jauh berbeda? perbandingan bunga kpr bank-bank tersebut jika dibandingkan tidak akan lebih dari 1%.

Karena perbedaan yang tidak terlalu jauh tersebut, maka sebenarnya Bank manapun yang akan digunakan untuk KPR, tidak terlalu berpengaruh besar kepada jumlah cicilan perbulan Anda.

Meskipun begitu, sebagai bahan pertimbangan untuk Anda saat KPR, berikut adalah perbandingan bunga kpr sejak tahun 2013 sampai dengan bunga kpr terbaru tahun 2017

Bunga KPR Tahun 2013

Bank Bunga
Bank BTN 11.00%
Bank BCA 9.50%
Bank BNI 11.10%
Bank BRI 10.25%
Bank Mandiri 11.00%

Bunga KPR Tahun 2014

Bank Bunga
Bank BTN 11.50%
Bank BCA 10.50%
Bank BNI 11.10%
Bank BRI 10.25%
Bank Mandiri 11.00%

Bunga KPR Tahun 2015

Bank Bunga
Bank BTN 10.45
Bank BCA 10.00
Bank BNI 10.50
Bank BRI 10.25
Bank Mandiri 10.75

Bunga KPR Tahun 2016

Bank Bunga
Bank BTN 10.45
Bank BCA 10.25
Bank BNI 10.65
Bank BRI 10.25
Bank Mandiri 10.75

Perbandingan Bunga KPR Tahun Terbaru 2017

 

Bank Bunga
Mandiri 13.25%
BCA 11.50%
BTN Subsidi 5.0%
BTN Platinum (Non Subsidi) 11.5%
BRI 11.75%
Danamon 11.75%
MayBank 11.75%
BNI 11.75%
Bukopin 11.75%
CIMB Niaga 11,0%
Bank DKI 11.75%
HSBC 11.75%
Bank Mega 11.75%
Bank Panin 11.75%
Bank UOB 11.75%

 

Ingin mengajukan KPR? Konsultasikan dengan kami untuk mendapatkan bunga menarik

Hubungi Marketing

Sarah
087777 397418

 

Suku Bunga KPR Bank Indonesia Tahun 2016

Bank suku Bunga KPR
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk 10.25%
PT BANK MANDIRI (PERSERO), Tbk 10.25 %
PT BANK CENTRAL ASIA, Tbk 10.00 %
PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO), Tbk 10.50 %
PT BANK CIMB NIAGA, Tbk 10.01 %
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), Tbk 10.25 %
PT BANK PERMATA, Tbk 11.25 %
PT PAN INDONESIA BANK, Tbk 11.50 %
PT BANK INTERNASIONAL INDONESIA, Tbk 9.75 %
PT BANK DANAMON INDONESIA, Tbk 10.50 %
THE BANK OF TOKYO MITSUBISHI UFJ LTD – %
PT BANK OCBC NISP, Tbk 12.50 %
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORP 10.00 %
PT BANK BUKOPIN, Tbk 12.02 %
PT BPD JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk 10.49 %
PT BANK UOB INDONESIA 11.25 %
PT BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL, Tbk – %
CITIBANK NA – %
PT BANK MEGA, Tbk 13.50 %
PT BANK DBS INDONESIA 9.97 %
STANDARD CHARTERED BANK 10.60 %
PT BANK SUMITOMO MITSUI INDONESIA – %
PT BANK MAYAPADA INTERNATIONAL, Tbk 11.45 %
PT BPD JAWA TENGAH 7.55 %
PT. BPD JAWA TIMUR 8.18 %
PT BANK ICBC INDONESIA 9.25 %
PT BANK MIZUHO INDONESIA – %
PT ANZ PANIN BANK 11.40 %
PT BPD DKI 11.00 %
PT BANK EKONOMI RAHARJA, Tbk 12.00 %
PT BANK SINARMAS, Tbk – %
PT BANK HANA 9.50 %
DEUTSCHE BANK AG. – %
PT BPD SUMATERA UTARA 11.59 %
PT. BANK KESAWAN, Tbk 13.50 %
PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk 13.45 %
THE BANGKOK BANK COMP. LTD – %
BPD KALIMANTAN TIMUR 11.71 %
PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk 12.25 %
PT BPD PAPUA 11.61 %
BANK OF CHINA LIMITED – %
PT BPD RIAU DAN KEPULAUAN RIAU 13.63 %
PT BANK COMMONWEALTH 12.50 %
PT BPD SUMATERA BARAT 10.75 %
PT BANK HIMPUNAN SAUDARA 1906, Tbk 13.35 %
JP. MORGAN CHASE BANK, N.A. – %
PT BANK ACEH – %
PT BPD BALI 10.68 %
PT BPD SUMATERA SELATAN DAN BANGKA BELITUNG 12.25 %
PT BPD SULAWESI SELATAN DAN SULAWESI BARAT 9.63 %
PT BANK RESONA PERDANIA – %
PT BANK RABOBANK INTERNATIONAL INDONESIA 13.00 %
BPD KALIMANTAN BARAT 10.83 %
PT BANK BNP PARIBAS INDONESIA – %
PT. BANK JTRUST INDONESIA, Tbk. 12.50 %
PT BPD SULAWESI UTARA 10.00 %
PT BANK CTBC INDONESIA (d/h PT Bank Chinatrust Ind 9.77 %
PT BPD KALIMANTAN SELATAN 13.64 %
PT BANK CAPITAL INDONESIA, Tbk 13.48 %
PT BANK ICB BUMIPUTERA, Tbk 12.87 %
PT BPD NUSA TENGGARA TIMUR 10.55 %
PT BANK WINDU KENTJANA INTERNATIONAL, Tbk 11.27 %
PT BANK NUSANTARA PARAHYANGAN,Tbk 9.13 %
PT BANK PUNDI INDONESIA, Tbk – %
PT BANK MESTIKA DHARMA 12.78 %
BPD YOGYAKARTA 7.34 %
PT BANK AGRONIAGA, Tbk – %
PT BPD JAMBI 9.24 %
PT BPD NUSA TENGGARA BARAT 10.15 %
PT BPD LAMPUNG – %
PT BANK INDEX SELINDO 11.64 %
PT BANK NATIONALNOBU 10.00 %
PT BANK BUMI ARTA, Tbk 10.78 %
PT. BANK MALUKU 14.21 %
PT BPD KALTENG 10.03 %
PT BANK SAHABAT SAMPOERNA – %
PT BPD SULAWESI TENGGARA 7.22 %
PT BANK MASPION INDONESIA 11.29 %
PT BPD BENGKULU 8.70 %
PT BANK JASA JAKARTA 10.07 %
PT BANK OF INDIA INDONESIA, Tbk 12.35 %
PT. BPD SULAWESI TENGAH 11.44 %
PT BANK MAYORA 12.33 %
PT BANK MULTIARTA SENTOSA 12.00 %
BANK OF AMERICA, N.A – %
PT. BANK AGRIS 10.15 %
PT BANK SBI INDONESIA – %
PT BANK YUDHA BHAKTI 15.55 %
PT BANK SINAR HARAPAN BALI – %
PT PRIMA MASTER BANK 14.29 %
PT BANK KESEJAHTERAAN EKONOMI – %
PT BANK GANESHA 12.50 %
PT BANK METRO EXPRESS 13.63 %
PT BANK MITRANIAGA 12.57 %
PT BANK HARDA INTERNASIONAL 12.91 %
PT BANK INA PERDANA 13.52 %
PT BANK DINAR INDONESIA 11.19 %
PT BANK ANTARDAERAH – %
THE ROYAL BANK OF SCOTLAND N.V. – %
PT BANK FAMA INTERNASIONAL 11.99 %
PT BANK ANDARA – %
PT CENTRATAMA NASIONAL BANK 13.33 %
PT BANK ARTOS INDONESIA 15.57 %
PT BANK ROYAL INDONESIA 11.52 %
PT BANK BISNIS INTERNASIONAL 9.92 %
PT ANGLOMAS INTERNASIONAL BANK 12.50 %

sumber: Bank Indonesia

kpr bank mandiri

KPR Bank Mandiri

Kredit rumah melalui KPR Bank Mandiri menawarkan kredit KPR rumah, kredit Ruko, kredit apartemen baru ataupun  bekas dan juga Take Over dengan Suku bunga KPR yang yang kompetitif. Simulasi kredit , cicilan dan Perhitungan KPR Bank Mandiri pun tidak terlalu rumit dan bisa dihitung dengan tabel Kalkulator KPR Bank Mandiri dihalaman ini.

Proses KPR di Bank Mandiri sangat Mudah dan cepat? Suku Bunga KPR Bank Mandiri sangat kompetitif dan uang muka ringan yang bisa disesuaikan dengan kemampuan Anda. Agar cicilan KPR tidak terlalu besar dan  memberatkan, KPR Bank Mandiri memberikan jangka waktu maksimal KPR selama 15 tahun.

Dengan jaringan luas di seluruh Indonesia, Bank Mandiri telah bekerjasama dengan lebih dari 700 proyek dan developer yang memberikan penawaran menarik jika Anda menggunakan KPR Bank Mandiri.

Kelebihan lain dari KPR Bank Mandiri dibandingkan bank-bank lain adalah pilihan jenis KPR yang dapat disesuaikan seperti kebutuhan Anda.

 

Beli Rumah Sekaligus Mobil

Beli Rumah Baru sekaligus dengan mobil dan isinya? Tentu bisa! Manfaatkan fasilitas Mandiri KPR Duo, dimana dengan fasilitas ini anda bisa membeli rumah, apartemen atau ruko baru sekaligus dengan mobil, motor atau isi rumah & furnitur nya.

 

Dapatkan Dana Tambahan

Kredit rumah belum selesai tapi Anda butuh dana untuk renovasi? Pindahkan KPR Anda ke Bank Mandiri dan Anda bisa mendapatkan dana tambahan untuk keperluan renovasi rumah dengan fasilitas KPR Take Over Mandiri.

selengkapnya: KPR Take Over

Bunga KPR Mandiri Terbaru

Bunga KPR Bank Mandiri merupakan hal yang penting untuk diketahui bagi Anda yang ingin kredit rumah. Karena bunga kredit tesebut akan mempengaruhi besar dan kecil nya cicilan rumah Anda.

Lantas berapakah bunga KPR mandiri terbaru tahun 2017? Di lansir di halaman website resmi Bank Mandiri, bunga KPR Mandiri terbaru berada di angka 13,25%.

 

Simulasi KPR Bank Mandiri

Tabel angsuran KPR Bank mandiri bisa kita perkirakan berdasarkan bunga KPR di atas.

Jika rumah dengan harga 500 juta, dp 20% (100 juta) dan suku bunga bank mandiri adalah sebesar 13,25% maka jika menggunakan Bank Mandiri, maka cicilan perbulan KPR rumah Anda adalah sebesar Rp. 6.355.768.

Untuk simulasi kredit KPR Bank Mandiri selengkapnya bisa Anda hitung sendiri melalui website simulasi kredit

Ajukan KPR Online

pengertian bunga cap

Pengertian Bunga Cap

Suku bunga Cap (Caped) adalah metode perhitungan bunga yang nilai cicilan nya berububah-ubah selama periode kredit. Suku bunga cap ini hampir mirip dengan suku bunga floating. Perbedaanya adalah pada suku bunga cap, nilai maksimum dan jangka waktu kredit akan dibatasi.

Contoh perhitungan bunga cap adalah misalnya Anda KPR Rumah dengan bunga cap 10% selama 3 tahun. Artinya, selama anda mencicil dalam 3 tahun, suku bunga bisa saja turun ataupun naik. Tetapi jika ada kenaikan, maka kenaikan tersebut tidak akan melebihi 10%.

Kelebihan Bunga Cap

Lantas apa kelebihan dari bunga cap? Kelebihan dari bunga cap adalah biasanya bunga yang rendah dan jauh dari bunga bank yang berlaku di pasaran.

Kelemahan Bunga Cap

Sedangkan yang menjadi kekurangan bunga Cap adalah jangka waktu kredit yang singkat dan pendek. Bank yang menggunakan bunga Cap biasanya hanya memberikan jangka waktu kredit selama 1 tahun, 3 tahun dan paling lama maksimal 5 tahun.

Karena jangka waktu kredit yang singkat itu, maka dapat dipastikan bahwa jumlah cicilan pun akan sangat besar setiap bulannya.