Pengertian Bunga Floating KPR

By: opik0740 comments

Bunga floating atau bunga berjalan adalah metode perhitungan bunga yang umumnya digunakan bank untuk pinjaman kredit, terutama kredit KPR rumah, ruko, apartemen atau kredit properti lainnya.

Besar bunga floating (floating interest rate) ini akan terus berubah-ubah selama periode kredit mengikuti acuan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate), suku bunga pasar atau kebijakan Bank itu sendiri. Biasanya, jika suku bunga Bank indonesia naik, maka cicilan KPR juga akan ikut naik karena mengikuti kenaikan suku bunga Bank Indonesia.

Contoh perhitungan floating rate misalnya, tahun pertama kredit rumah, cicilan Anda hanya sebesar 1 juta rupiah dengan suku bunga 10%. Namun karena ada kenaikan suku bunga menjadi 12.0%, bisa jadi cicilan rumah Anda akan naik menjadi 1,2 juta pada tahun kedua.
Jadi jangan kaget jika kejadian di atas terjadi saat Anda sedang mencicil kpr ke Bank.

Kelebihan Bunga Floating

Kelebihan dari perhitungan floating rate atau bunga berjalan terjadi saat bank menurunkan nilai suku bunga. Jika penurunan suku bunga ini terjadi, maka cicilan rumah Anda akan ikut turun. Dari yang (misalnya) biasanya membayar cicilan sebesar 1,2 juta perbulan berubah menjadi hanya (misalnya) 1juta.

Kelemahan Bunga Floating

Adapun kelemahan dari sistem floating rate ini sama seperti pada kelebihan nya, yakni naik dan turunnya suku bunga acuan dan suku bunga Bank Indonesia.

Karena faktanya adalah kenaikan suku bunga lebih sering terjadi daripada penurunan suku bunga.

Suku bunga floating rate tiap Bank seharusnya bisa dilihat melalui website masing-masing Bank. Karena peraturan BI mewajibkan tiap Bank untuk menampilkan suku bunga acuan kredit di masing-masing website mereka.

image credit: freepik.com

Related post

Leave A Comment