Skip to main content
KPR BCA Syariah

KPR BCA Syariah

KPR BCA Syariah • Pilih KPR Bank BCA Syariah Untuk Memilih Hunian Idaman Anda dan Dapatkan Berbagai Keuntungan

Di zaman modern seperti sekarang ini, taraf hidup sebagian orang mulai meningkat. Khususnya bagi mereka yang tinggal dan bekerja di kawasan kota besar, mereka yang telah lama bekerja, mulai menginginkan kehidupan yang lebih baik, yang dimulai dengan tempat tinggal yang memadai serta nyaman untuk mereka tinggali. Tidak heran, mereka banyak memilih perumahan atau Apartemen yang memang hadir untuk memenuhi kebutuhan orang yang sedang mencari tempat tinggal yang nyaman dan aman.

Memiliki rumah di wilayah perkotaan, tentunya juga bukan hal yang mudah jika kita harus membelinya secara cash. Maka dari itu, membeli rumah dengan cara KPR adalah salah satu solusi yang jitu, untuk kepemilikan rumah yang sesuai keinginan dan budget anda. Produk KPR umumnya ditawarkan oleh banyak Bank Konvensional, dengan berbagai keuntungan yang menarik. Namun, sekarang ini, memilih KPR di Bank Syariah juga cukup menguntungkan, selain itu beberapa biaya yang ada di KPR Konvensional, bisa gratis di KPR Bank Syariah. Seperti KPR yang ditawarkan Bank BCA Syariah.

KPR BCA Syariah

Bank BCA Syariah adalah bank yang berdiri dengan nama PT. Bank BCA Syariah Tbk yang sudah resmi berjalan sejak tahun 2010. Hingga saat ini, Bank BCA Syariah telah mengeluarkan beberapa fasilitas perbankan untuk para nasabahnya, yang disesuaikan dengan kepentingan bisnis dari masing-masing nasabah. Salah satu fasilitas yang ditawarkan adalah pembiayaan KPR iB. KPR iB hadir sebagai solusi para nasabah yang ingin memiliki rumah secara kredit, yang dijalankan dengan prinsip Syariat islam, dengan Akad Murabahah dan memberikan banyak manfaat untuk nasabahnya.

Pembiayaan KPR iB Bank BCA Syariah

KPR iB dari Bank BCA Syariah mungkin belum sepopuler KPR lainya, seperti KPR Bank BTN atau KPR Bank Mandiri. KPR iB menawarkan beberapa manfaat untuk para nasabah yang memerlukan pembiayaan kepemilikan rumah atau Apartemen secara kredit. KPR iB juga menawarkan beberapa manfaat untuk para nasabahnya, seperti keringanan tenor cicilan hingga jangka waktu 20 tahun, jumlah Angsuran yang tetap, serta pembayaran angsuran yang mudah dengan sistem autodebet dari tabungan BCA Syariah yang dimiliki nasabah.

Sama seperti KPR dari Bank Syariah lainya, KPR iB ini dijalankan dengan menggunakan prinsip Akad Murabahah, dimana Bank BCA Syariah selaku pemberi pinjaman dana akan membiayai rumah atau Apartemen yang hendak dibeli oleh Nasabah. Bank BCA Syariah akan membeli rumah tersebut sesuai dengan harga pokok yang tertera ditambah dengan keuntungan bagi pihak Bank sesuai dengan kesepakatan sebelumnya dengan nasabah.

Suku Bunga KPR BCA Syariah

Seperti telah diulas di atas, bahwa KPR iB Bank BCA Syariah dalam hal ini tidak menerapkan sistem bunga, seperti yang terdapat pada KPR Bank Konvensional lainya. Di Awal kesepakatan, pihak Bank BCA Syariah dan Nasabah telah sepakat untuk memberikan Margin bagi masing-masing pihak. Melihat dari Tabel Kredit KPR Bank BCA Syariah tahun 2017, margin yang disepakati sebesar 14.00 %.

Simulasi Kredit KPR BCA Syariah

Anda yang berminat untuk mengajukan KPR lewat Bank BCA Syariah, sebaiknya terlebih dulu membuka tabungan Tahapan iB agar nanti pembayaran cicilan anda dapat dilakukan secara Autodebet. Anda tidak akan khawatir akan pembayaran cicilan yang melewati tanggal jatuh tempo, karena secara otomatis, kredit akan ditarik dari tabungan anda.

Berapa cicilan yang harus anda keluarkan bila memilih KPR iB dari Bank BCA Syariah sebagai pembiayaan kepemilikan rumah anda? Berikut ini adalah Simulasi peritungan KPR iB yang biasa disebut dengan Simulasi Angsuran Murabahah Bank BCA Syariah. Asumsi harga Properti yang digunakan adalah Rp. 100 juta dan Rp. 200 Juta. adapun jangka waktu pengembalianya adalah selama 48 Bulan atau 4 tahun.

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

Tabel Cicilan KPR BCA Syariah

Asumsi Harga properti Rp. 100 Juta, Uang Muka sebesar 40%, Cicilan selama 4 Tahun atau 48 bulan. Dalam hal ini, sepertinya pihak Bank BCA Syariah tidak mematok uang muka minimal yang harus dibayarkan oleh Nasabah sebagai Tanda jadi pembelian rumah lewat KPR iB. Semakin besar uang muka yang dibayarkan nasabah, maka Angsuran akan lebih ringan.

 

Cicilan Harga Beli Uang Muka 40% Pembiayaan Bank Margin

14.00%

Angsuran perbulan
Fixed 4 Tahun (48 Bulan) Rp. 100 Juta Rp. 40 Juta Rp. 60 juta Rp.1.639.588

Asumsi harga Properti Rp. 200 Juta, Uang Muka 20%, Cicilan 4 Tahun atau 48 Bulan.Margin tidak selalu sama, dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Bank BCA Syariah.

Cicilan Harga Beli Uang Muka 20% Pembiayaan Bank Margin 14.00% Angsuran Perbulan
Fixed 4 Tahun (48 Bulan) Rp.200 Juta Rp. 40 Juta Rp.160 Juta Rp.4.372.236

Syarat Pengajuan KPR iB Bank BCA Syariah

Seperti hal nya Cara mengajukan KPR ke Bank Syariah lainya, mengajukan KPR iB Bank BCA Syariah juga harus memenuhi Syarat Umum dan Syarat Khusus. Syarat Umum merupakan Syarat utama yang harus dipenuhi nasabah yang akan mengambil KPR di Bank BCA Syariah. Sedangkan Syarat Khusus adalah pengumpulan Dokumen yang diperlukan dalam pengajuan KPR iB.

Berikut Syarat Umum KPR iB :

  • Nasabah Harus Cakap Hukum
  • Nasabah adalah WNI (Warga Negara Indonesia)
  • Nasabah Berusia minimal 21 Tahun saat pengajuan, dan tidak boleh melebihi usia 55 tahun untuk Karyawan dan 60 tahun untuk Wiraswasta
  • Untuk karyawan, memiliki Pengalaman kerja Minimal 2 tahun
  • Untuk Wiraswasta atau Profesional, memiliki pengalaman usaha minimal 2 Tahun

Adapun persyaratan Dokumen yang harus dibawa saat pengajuan KPR iB, untuk Karyawan, Wiraswasta maupun Profesi sebagai berikut:

  • Fotokopi Identitas Diri
  • Fotokopi Identitas Suami Istri
  • Fotokopi Surat Nikah/Surat cerai
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi NPWP (bila memiliki)
  • Fotokopi SIUP dan TDP
  • Fotokopi Izin Praktek
  • Slip Gaji Asli
  • Fotokopi Surat Keterangan kerja
  • Fotokopi rekening koran selama 3 Bulan Terakhir

Adapun persyaratan lainya yang mungkin dibutuhkan untuk pengajuan KPR, bisa anda konsultasikan langsung dengan Pihak marketing Bank BCA Syariah. Pastikan seluruh persyaratan pengajuan KPR iB Bank BCA Syariah ini tidak ada yang terlewat, agar pengajuan KPR anda diterima. Namun jika pengajuan KPR Ditolak, coba tanyakan apa alasanya kepada pihak marketing terkait, agar anda tahu dan bisa memperbarui data yang mungkin kurang lengkap sebelumnya.

Demikian pemaparan mengenai cara mengajukan KPR iB Bank BCA Syariah. Seluruh persyaratan yang diwajibkan tidak terlalu sulit untuk dipenuhi bukan. Jika anda ingin mengajukan KPR Secara Online, dengan proses yang lebih cepat, mudah dan tanpa ribet, anda juga bisa mengajukan KPR Online dengan mengunjungi situs KreditKPR untuk solusi KPR anda.

kpr syariah muamalat

KPR Syariah Muamalat

KPR Syariah Muamalat • Cara Mengajukan KPR Syariah Muamalat, Persyataran dan Suku Bunga KPR

KPR Syariah Muamalat

Memiliki rumah sebagai tempat tinggal adalah keinginan hampir setiap orang, khususnya bagi yang sudah menikah dan berkeluarga. Tidak heran jika mereka memanfaatkan cara yang cukup mudah untuk bisa segera memiliki rumah impian, salah satunya melalui KPR Bank terkait.

Tingginya minat masyarakat terhadap kepemilikan tempat tinggal ini, membuat pihak Bank Konvensional maupun Bank Syariah seperti berlomba-lomba menawarkan KPR untuk pembiayaan rumah tersebut. Berikut ini akan dibahas mengenai perbedaan antara KPR Konvensional dengan KPR Syariah :

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

Perbedaan KPR Konvensional dengan KPR Syariah

Saat ini, Bank yang beroperasi di Indonesia ada dalam dua jenis, yaitu Bank Konvensional dan Bank Syariah. Kedua jenis Bank ini bukan hanya berbeda jenisnya, namun sistem yang diterapkan dalam setiap kegiatan perbankanya juga berbeda, khususnya dalam hal penerapan jenis bunga dan penalti. Apa saja perbedaan dari kedua jenis Bank tersebut berikut ulasanya :

Bank Konvensional

Bank Konvensional memiliki karakteristik yang cenderung membebankan bunga kepada pihak nasabah atau debitor dari setiap uang yang dipinjamkan maupun yang digunakan. Khusus untuk KPR, Bank Konvensional sendiri memiliki beberapa jenis bunga dalam KPR, yaitu :

KPR Fixed

Jenis bunga KPR Fixed ini menerapkan bunga dengan presentase yang tetap dari awal pinjaman hingga berakhirnya masa pinjaman tersebut (pelunasan). Untuk bunga KPR ini tentunya anda dapat menghindari terjadinya kenaikan suku bunga di setiap tahunya. Umumnya KPR Fixed ini digunakan untuk KPR Subsidi dari pemerintah.

KPR Fixed dan Floating

KPR jenis ini menerapkan suku bunga campur antara fixed dan floating interest. Umumnya, jenis suku bunga KPR campur ini banyak diterapkan oleh KPR di Bank Konvensional. Nantinya, beberapa tahun pertama, anda akan membayar suku bunga yang tetap, jika melebihi jangka waktu yang telah ditetapkan maka suku bunga KPR anda akan berubah menjadi suku bunga floating yang biasanya mengikuti suku bunga di pasaran perbankan.
KPR Fixed, Cap dan Floating.

Suku bunga KPR selanjutnya adalah KPR Fixed, Cap dan Floating. Jenis KPR ini hampir sama antara KPR Fixed dan Floating yang sebelumnya, namun di pertengahan akan terkena suku bunga cap. Dalam artian, jika anda membayar KPR dengan bunga tetap di awal sebesar 8 %, setelah ada bunga Cap menjadi 9%, kemudian bunga floating, maka setidaknya suku bunga yang anda dapat adalah sebesar 9% saja.

KPR Float

KPR mengambang ini memiliki tingkat suku bunga yang mengambang dari sejak awal pinjaman hingga akhir pinjaman.
Dari sisi Penalti atau saat pelunasan dipercepat oleh pihak Nasabah, Bank Konvensional akan membebankan biaya penalti pada nasabah, karena dianggap mengurangi potensi pendapatan Bank.

2. Bank Syariah

KPR Akad Murabahah

KPR murabahah atau akad jual beli ini memiliki konsep dimana nasabah  menyewa rumah dari pihak Bank, dan di akhir periode cicilan nasabah berhak untuk membeli rumah tersebut (jual beli).uang yang akan diciclkan oleh nasabah kelak adalah uang sewa rumah, sementara uang muka sebesar 30% yang dibayarkan saat KPR ini merupakan tanda jaminan nasabah jadi membeli rumah tersebut dari pihak Bank syariah. Jika pada akhirnya, nasabah tidak jadi membeli rumah tersebut, maka uang muka tadi harus dikembalikan kepada pihak Bank sebagai pemilik rumah. Adapun uang sewa terkait nilainya bisa berubah, mengikuti SBI Bank Syariah.

KPR Musyarakah Mutanaqisah

Bunga KPR syariah selanjutnya adalah Musyrakah Mutanaqisah atau kepemilikan secara bertahap, dengan konsep dimana antara Bank dan Nasabah sama-sama membeli rumah, namun kepemilikan Bank akan berkurang sesuai dengan berjalanya cicilan yang dibayarkan Nasabah kepada pihak Bank. konsep bunga ini juga mengharuskan pembayaran uang muka sebesar 20% sebagai tanda jadi.

Dari sisi Penalti Bank Syariah tentu berbeda dengan Bank Konvensional. Jika Bank Konvensional akan membebankan biaya Penalti kepada nasabah, maka Bank Syariah akan membebaskan biaya Penalti, karena nilai transaksi sudah ditentukan sejak awal.

Selengkapnya Mengenai Perbedaan KPR Syariah & Konvensional

KPR Syariah Bank Muamalat

Salah satu Bank Syariah terbaik di Indonesia, yang menawarkan KPR Syariah Muamalat. Bank ini memang menjalankan kegiatan perbankanya berdasarkan syariah islam. Bank Muamalat tentunya menyadari akan antusias masyarakat yang ingin segera memiliki hunian impian tanpa harus takut dengan suku bunga yang terlalu tinggi atau biaya lainya  dari Bank terkait, saat harus memilih KPR untuk pembiayaanya.

Bank Syariah Muamalat menawarkan solusi untuk masalah kepemilikan rumah tersebut, dengan berbagai macam keuntungan yang bisa didapatkan oleh nasabahnya, terlebih lagi menerapkan aturan syariah dalam prosesnya. Produk KPR syariah yang ditawarkan oleh Bank Muamalat adalah KPR iB Muamalat. KPR iB Muamalat menawarkan keuntungan kepada nasabah, berupa angsuran yang super ringan, suku bunga yang tetap sebesar 5% untuk tahun 2017,  serta cicilan dalam tenor waktu yang cukup lama hingga 15 tahun.

Nasabah yang memilih KPR iB Muamalat ini bisa berkesempatan untuk memiliki rumah unit baru, atau rumah toko baru, Apartemen, rumah bekas atau Kios tanpa harus takut dengan suku bunga KPR yang terkadang cukup tinggi. Selain itu, nasabah juga dapat memilih untuk  take over KPR dengan terlebih dulu berkonsultasi bersama customer service Bank terkait.
Produk KPR iB Muamalat ini tentunya merupakan kesempatan yang baik untuk para nasabah yang memang ingin segera memiliki rumah impian dan memilih Bank Muamalat sebagai partner untuk mengurusi masalah pembiayaanya. Jika anda sudah mulai tertarik dengan produk KPR syariah dari Bank Muamalat ini, maka tentunya anda harus mengetahui terlebih dulu bagaimana simulasi kredit yang terjadi di Bank Syariah, agar bisa menyesuaikanya dengan keuangan anda.

Simulasi Angsuran KPR Syariah Muamalat

Simulasi berikut ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada anda mengenai jumlah angsuran KPR syariah Muamalat saat ini, agar bisa menyesuaikan dengan pendapatan anda, serta anda dapat melakukan perhitungan terlebih dulu sebelum mengajukan KPR iB Muamalat tersebut. Berikut Tabel Angsuran KPR Syariah Muamalat 2017:

Plafond 5 Tahun 7 Tahun 9 Tahun 10 Tahun 15 Tahun
50.000.000 Rp.1.112.222 Rp.882.637 Rp.759.212 Rp.717.355 Rp.600.084
100.000.000 Rp.2.224.445 Rp.1.765.273 Rp.1.518.423 Rp.1.434.709 Rp1.200.168
150.000.000 Rp.3.336.667 Rp.2.647.910 Rp.2.277.635 Rp.2.152.054 Rp.1.800.252
200.000.000 Rp.4.448.890 Rp.3.530.547 Rp.3.036.847 Rp.2.869.419 Rp.2.400.336
250.000.000 Rp.5.561.112 Rp.4.413.183 Rp.3.796.058 Rp.3.586.774 Rp.3.000.420
300.000.000 Rp.6.673.334 Rp.5.295.820 Rp.4.555.270 Rp.4.304.128 Rp.3.600.504
400.000.000 Rp.8.897.779 Rp.7.061.093 Rp.6.073.693 Rp.5.738.838 Rp.4.800.672
500.000.000 Rp.11.122.224 Rp.8.826.366 Rp.7.592.116 Rp.7.173.547 Rp.6.000.840
600.000.000 Rp.13.346.669 Rp.10.591.640 Rp.9.110.540 Rp.8.608.257 Rp.7.201.008

Plafond yang ditawarkan Bank Syariah Muamalat untuk KPR Syariah berkisar dari Rp. 50 Juta hingg Rp. 1 Miliar. Anda tinggal menyesuaikanya saja dengan keadaan keuangan dan harga properti yang anda inginkan.

Syarat Pengajuan KPR iB Muamalat

Setelah anda memperhitungkan mengenai angsuran KPR syariah di Bank Syariah Muamalat, saatnya anda mempersiapkan persyaratan dokumen apa saja yang diperlukan untuk bisa mengajukan KPR syariah, yaitu KPR iB Muamalat. Umumnya persyaratan ini ditujukan kepada nasabah perorangan. Namun, jika nasabah adalah suami istri yang masing-masing berpenghasilan, maka pihak Bank akan menerapkan sistem Join income dimana slip gaji keduanya akan digabungkan. Untuk lebih lengkapnya, berikut syarat pengajuan KPR iB Muamalat :

Syarat Utama

  • Usia Nasabah Minimal 21 Tahun
  • Usia Nasabah Saat jatuh tempo, 55 Tahun Untuk Pegawai dan 60 Tahun Untuk Wiraswasta
  • Tidak Masuk Daftar hitam BI (Bank Indonesia) dalam masalah kredit macet
  • Untuk Karyawan, nasabah harus seorang karyawan tetap yang telah bekerja minimal 1 tahun
  • Untuk Karyawan Kontrak, minimal sudah bekerja selama 2 tahun
  • Pembiayaan dicover dengan Asuransi Jiwa
  • Fasilitas Autodebet untuk Angsuran

Syarat Administratif

  • Mengisi Formulir Pembiayaan
  • Fotokopi KTP, KK, Surat Nikah (bila sudah menikah)
  • Fotokopi NPWP Pribadi
  • Slip Gaji Asli dan Surat Keterangan Bekerja
  • Fotokopi Mutasi rekening tabungan 3 Bulan terakhir
  • Laporan keuangan (Wiraswasta)
  • Fotokopi Sertifikat, IMB, PBB

Sebelum mengajukan KPR iB Muamalat, pastikan anda sudah melakukan perhitungan KPR syariah terlebih dulu dan berkonsultasi dengan Pihak Bank Muamalat mengenai pembiayaaan yang akan anda pilih. Setelah seluruh persyaratan di lengkapi, pihak Bank berhak untuk menerima atau menolak pengajuan KPR tersebut tanpa harus memberitahu nasabah terlebih dulu.

Demikian pembahasan mengenai KPR syariah dari Bank Mumamalat. Semoga dapat memberikan gambaran untuk anda yang hendak mengajukan KPR Syariah khususnya KPR iB Muamalat di Bank Muamalat. Pastikan seluruh persyaratanya lengkap, agar proses pengajuan KPR syariah bisa berjalan lancar.