Skip to main content
pengalaman kpr syariah

Pengalaman KPR Syariah di Bank Muamalat

Pengalaman KPR Syariah • Nama saya Nur, seorang muslimah yang juga pegawai swasta di Jakarta. Saya sudah menikah dan suami saya juga seorang karyawan swasta. Saya ingin berbagi cerita mengenai pengalaman KPR Syariah saya ketika mengajukan KPR Syariah Muamalat. Saya ingin berbagi tentang pengalaman pengajuan KPR syariah ini, karena di Google, sepertinya tidak banyak orang yang berbagi cerita seputar pengalaman KPR Syariah.

Pengalaman KPR Syariah

Karena dengan berbagi, kita akan lebih mengetahui secara detail mengenai KPR Syariah dan bagaimana proses pengajuanya. Bisa juga dijadikan referensi untuk Anda yang mungkin hendak mengajukan KPR Syariah. Sebagai umat muslim, kita ingin selalu menjalankan sesuatu hal sesuai dengan perintahNYA. Namun, karena kebutuhan, terkadang kita harus menjalani hal yang mungkin tidak dianjurkan, tapi masih bisa dilakukan dengan syarat tertentu. Hal ini berlaku ketika saya mengajukan KPR Syariah ke bank Muamalat.

KPR Syariah : Utang Yang dibolehkan Dalam Islam

Pada saat itu sekitar bulan juni 2009 yang lalu, akhirnya saya diberikan kelancaran oleh Allah untuk bisa memiliki rumah lewat KPR. Walau saya dan suami tidak memiliki banyak uang, tapi dengan izinNYA akhirnya kami bisa mewujudkan mimpi untuk memiliki rumah idaman kami. Saya dan Suami mantap untuk mengambil KPR, dengan niat akan melunasinya hingga selesai.

Membeli rumah lewat KPR memang identik dengan berhutang, tapi Islam tidak mengharamkan kita untuk berhutang. Bahkan sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah, no.2408: An Nasa’I dan no.4690, Al Hafizh Abu Thahir menerangkan “ Jika seorang muslim sedang memiliki utang dan Allah mengetahui bahwa dia memiliki niat untuk melunasi utang tersebut, maka Allah akan memudahkan baginya untuk melunasi utang tersebut di dunia”.

Saya dan suami juga berpikir, membeli rumah dengan KPR masih lebih baik dibandingkan dengan meminta pinjaman uang kepada teman atau saudara. Resiko meminjam uang pada mereka bisa lebih besar. Mulai dari hubungan pertemanan yang bisa jadi kurang baik, hingga yang paling parah adalah putusnya silaturahmi dengan mereka, hanya karena uang pinjaman tersebut.

Alasan Memilih KPR Bank Syariah

Hal lainya yang membuat saya mantap untuk mengambil KPR Syariah Muamalat ini adalah “Akad”. Akad itu penting dalam proses jual beli (lewat KPR), karena jelas halalnya. Saya dan suami berpikir, lebih baik KPR syariah saja, dibandingkan KPR Bank Konvensional yang semua orang sudah tahu, jelas ribanya.

baca juga: KPR Muamalat

Kelebihan KPR bank Syariah lainya, menurut saya, juga terletak pada rate suku bunga KPR nya yang cukup beragam. Intinya, untuk KPR Syariah rate suku bunganya itu berkisar diantara 7.5% – 10 % saja. sedangkan, untuk KPR Konvensional suku bunganya dari 14% -19%.

Anda mungkin akan berpikir, bahwa suku bunga KPR di bank Konvensional lebih tinggi dari Bank syariah, padahal kenyataanya tidak seperti itu.

Saya membaca berbagai literature tentang KPR, dan saya mendapati bahwa besarnya angsuran KPR di bank syariah, ternyata ekivalen dengan KPR bunga konvesional. Contohnya, jika pada KPR Syariah suku bunganya sebesar 8%, maka nilainya setara atau ekivalen dengan suku bunga 14.5%- 14.7% pada KPR konvensional. Namun, karena KPR Syariah memiliki Akad, saya tentu lebih memilih yang sesuai syariah agama saya.

 

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

 

Prosedur Pengalaman KPR Syariah

Saat itu, saya hanya melakukan survey ke dua bank di dekat daerah saya. Sebelumnya, saya perlu menyediakan dokumen yang harus dipersiapkan. Dokumen pengajuan KPR konvensional dan KPR syariah hampir sama. Syarat utamanya yaitu :

  • Surat keterangan bekerja dari perusahaan kami
  • NPWP, Slip Gaji Saya dan Suami
  • Kartu Keluarga dan KTP kami berdua yang sesuai KK tersebut
  • Rekening Koran tabungan selama 3 bulan terakhir (dari bank mana saja)
  • Surat resmi dari penjual rumah, seperti Fotokopi IMB, PBB dan SHM atau HGB
  • Syarat lainya, bisa di Cek di masing-masing bank syariah

Saat hendak mengajukan KPR ke bank syariah Muamalat, kita akan dipertemukan dengan pihak marketing KPR bank bersangkutan.

Saya melihat, pihak marketing cukup ramah dan detail dalam menjelaskan seputar KPR syariah. Saya sarankan, jika bertemu dengan staf marketing seperti ini, ambil catatan dan tanyakan beberapa hal mengenai KPR yang penting untuk kita ketahui, seperti :

  • Tanyakan mengenai detail syarat yang harus dipenuhi
  • Rincian angsuran per bulanya, jika perlu minta brosur tentang jumlah pinjaman dan waktu pelunasan yang tersedia. Sebab, rate KPR syariah juga mengalami kenaikan setiap bulanya. Tapi, waktu itu sih, saya sedang turun rate nya.
  • Tanyakan tentang skema pelunasan, apakah bisa jika kita hendak melakukan pelunasan sebagian atau keseluruhan nantinya. Pelunasan di bank Muamalat hanya pelunasan untuk keseluruhan. itu juga hanya dilunasi sisa pokok kreditnya, bukan keseluruhan (pokok dan keuntungan)
  • Tanyakan soal skema sanksi, jika saja sewaktu-waktu kita mengalami keterlambatan pembayaran. Untuk bank Muamalat sendiri, denda yang berlaku bisa mencapai Rp. 400 rupiah/ hari. Denda tersebut tidak masuk ke bagian Kas bank.

Biaya pengurusan KPR dan Biaya lainya

Sama seperti KPR di bank konvensional, KPR bank syariah juga memberikan rincian biaya yang wajib dibayar oleh nasabah yang mengajukan KPR. Untungnya, pihak marketing bank Muamalat memberitahukan tentang berbagai biaya ini, sehingga saya bisa menyiapkan uangnya lebih awal.

Biaya yang ternyata harus saya ketahui dari awal, berikut mempersiapkan dananya dulu adalah biaya urusan jual beli dan biaya administrasi KPR nya. Rincianya sebagai berikut :

  • Biaya Jual beli ini, termasuk pajak penjual (ditanggung oleh penjual) dan pajak pembeli (ditanggung pihak pembeli). Besarnya pajak adalah 5% dari harga jual dikurangi NJOTKP (perhitungan ini, akan dijelaskan pihak Notaris. Biaya tersebut kami bayarkan bersama bantuan Notaris. besarnya pajak ini, bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung harga rumah. jika harga rumah tinggi, maka pajak akan lebih besar.
  • Biaya AJB (Akad Jual Beli) sebesar Rp. 1 juta rupiah , yang dibayar oleh pembeli dan penjual rumah
  • Biaya Balik Nama (SHM) biaya yang sudah disesuaikan dengan tarif dari Notaris, sebesar Rp. 1 juta rupiah. Rincian nominal biaya tersebut bisa ditanyakan langsung kepada Notaris.
  • Surat Pengantar atau cover note untuk ke Bank. Setelah bank Muamalat menerima surat tersebut, kami dipanggil dan bertemu dengan Notaris lainya (rekomendasi dari Bank) untuk melakukan pengikatan kredit diantara pihak bank Muamalat dengan kami. prosesnya hanya beberapa menit saja, dan saat itu, dana langsung cair.

Untuk biaya Administrasi yang perlu dikeluarkan , berdasarkan pengalaman KPR Syariah kami, hampir 2 jutaan dengan rincian seperti ini:

  • Biaya administrasi bank Rp. 750.000
  • Biaya notaris bankRp. 700.000
  • Premi sekaligus untuk asuransi jiwa (Jaminan Utang tidak harus berlanjut di anak cucu nanti) Rp. 150.000
  • Premi sekaligus untuk asuransi kebakaran rumah Rp. 150.000
  • Plus tambahan dana untuk saldo mengendap di rekening sebesar 1x angsuran.

Proses Pengajuan KPR Hingga Pencairan Dana

Proses pengajuan hingga jawaban diterima atau ditolaknya pengajuan KPR Syariah saya, waktu itu memakan waktu hingga 5 minggu. Sebenarnya, proses yang sebenarnya hanya sebentar kok, yaitu 5 hari kerja. Tapi, saat itu, saya mengalami beberapa masalah ketika menunggu jawaban pihak bank, seperti :

  • Adanya salah paham mengenai data yang diberikan, memakan waktu 4 hari kerja, namun sudah selesai masalahnya
  • Staf marketing dari bank Muamalat, yang membantu menangani KPR kami ternyata sakit dan dirawat di rumah sakit ( selama 1 minggu). Saya sudah suka dengan kinerjanya, jadi malas untuk mengajukan KPR ke staf lainya

Ada baiknya, selama proses menunggu jawaban ini, kita banyak bertanya pada pihak bank yang bersangkutan, supaya tidak merasa harap- harap cemas, apakah KPR kita diterima atau ditolak.

demikian pengalaman KPR Syariah saya saat mengajukan KPR ke bank Syariah Muamalat. pengalaman yang saya dapatkan ini belum tentu sama dengan pengalaman KPR Syariah Anda, karena banyak faktor yang harus dipertimbangkan oleh setiap bank yang bersangkutan. pengalaman ini hanya gambaran saja bagi Anda, tentang apa saja yang diperlukan, ketika kita hendak mengajukan KPR Syariah.

KPR BCA Syariah

KPR BCA Syariah

KPR BCA Syariah • Pilih KPR Bank BCA Syariah Untuk Memilih Hunian Idaman Anda dan Dapatkan Berbagai Keuntungan

Di zaman modern seperti sekarang ini, taraf hidup sebagian orang mulai meningkat. Khususnya bagi mereka yang tinggal dan bekerja di kawasan kota besar, mereka yang telah lama bekerja, mulai menginginkan kehidupan yang lebih baik, yang dimulai dengan tempat tinggal yang memadai serta nyaman untuk mereka tinggali. Tidak heran, mereka banyak memilih perumahan atau Apartemen yang memang hadir untuk memenuhi kebutuhan orang yang sedang mencari tempat tinggal yang nyaman dan aman.

Memiliki rumah di wilayah perkotaan, tentunya juga bukan hal yang mudah jika kita harus membelinya secara cash. Maka dari itu, membeli rumah dengan cara KPR adalah salah satu solusi yang jitu, untuk kepemilikan rumah yang sesuai keinginan dan budget anda. Produk KPR umumnya ditawarkan oleh banyak Bank Konvensional, dengan berbagai keuntungan yang menarik. Namun, sekarang ini, memilih KPR di Bank Syariah juga cukup menguntungkan, selain itu beberapa biaya yang ada di KPR Konvensional, bisa gratis di KPR Bank Syariah. Seperti KPR yang ditawarkan Bank BCA Syariah.

KPR BCA Syariah

Bank BCA Syariah adalah bank yang berdiri dengan nama PT. Bank BCA Syariah Tbk yang sudah resmi berjalan sejak tahun 2010. Hingga saat ini, Bank BCA Syariah telah mengeluarkan beberapa fasilitas perbankan untuk para nasabahnya, yang disesuaikan dengan kepentingan bisnis dari masing-masing nasabah. Salah satu fasilitas yang ditawarkan adalah pembiayaan KPR iB. KPR iB hadir sebagai solusi para nasabah yang ingin memiliki rumah secara kredit, yang dijalankan dengan prinsip Syariat islam, dengan Akad Murabahah dan memberikan banyak manfaat untuk nasabahnya.

Pembiayaan KPR iB Bank BCA Syariah

KPR iB dari Bank BCA Syariah mungkin belum sepopuler KPR lainya, seperti KPR Bank BTN atau KPR Bank Mandiri. KPR iB menawarkan beberapa manfaat untuk para nasabah yang memerlukan pembiayaan kepemilikan rumah atau Apartemen secara kredit. KPR iB juga menawarkan beberapa manfaat untuk para nasabahnya, seperti keringanan tenor cicilan hingga jangka waktu 20 tahun, jumlah Angsuran yang tetap, serta pembayaran angsuran yang mudah dengan sistem autodebet dari tabungan BCA Syariah yang dimiliki nasabah.

Sama seperti KPR dari Bank Syariah lainya, KPR iB ini dijalankan dengan menggunakan prinsip Akad Murabahah, dimana Bank BCA Syariah selaku pemberi pinjaman dana akan membiayai rumah atau Apartemen yang hendak dibeli oleh Nasabah. Bank BCA Syariah akan membeli rumah tersebut sesuai dengan harga pokok yang tertera ditambah dengan keuntungan bagi pihak Bank sesuai dengan kesepakatan sebelumnya dengan nasabah.

Suku Bunga KPR BCA Syariah

Seperti telah diulas di atas, bahwa KPR iB Bank BCA Syariah dalam hal ini tidak menerapkan sistem bunga, seperti yang terdapat pada KPR Bank Konvensional lainya. Di Awal kesepakatan, pihak Bank BCA Syariah dan Nasabah telah sepakat untuk memberikan Margin bagi masing-masing pihak. Melihat dari Tabel Kredit KPR Bank BCA Syariah tahun 2017, margin yang disepakati sebesar 14.00 %.

Simulasi Kredit KPR BCA Syariah

Anda yang berminat untuk mengajukan KPR lewat Bank BCA Syariah, sebaiknya terlebih dulu membuka tabungan Tahapan iB agar nanti pembayaran cicilan anda dapat dilakukan secara Autodebet. Anda tidak akan khawatir akan pembayaran cicilan yang melewati tanggal jatuh tempo, karena secara otomatis, kredit akan ditarik dari tabungan anda.

Berapa cicilan yang harus anda keluarkan bila memilih KPR iB dari Bank BCA Syariah sebagai pembiayaan kepemilikan rumah anda? Berikut ini adalah Simulasi peritungan KPR iB yang biasa disebut dengan Simulasi Angsuran Murabahah Bank BCA Syariah. Asumsi harga Properti yang digunakan adalah Rp. 100 juta dan Rp. 200 Juta. adapun jangka waktu pengembalianya adalah selama 48 Bulan atau 4 tahun.

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

Tabel Cicilan KPR BCA Syariah

Asumsi Harga properti Rp. 100 Juta, Uang Muka sebesar 40%, Cicilan selama 4 Tahun atau 48 bulan. Dalam hal ini, sepertinya pihak Bank BCA Syariah tidak mematok uang muka minimal yang harus dibayarkan oleh Nasabah sebagai Tanda jadi pembelian rumah lewat KPR iB. Semakin besar uang muka yang dibayarkan nasabah, maka Angsuran akan lebih ringan.

 

Cicilan Harga Beli Uang Muka 40% Pembiayaan Bank Margin

14.00%

Angsuran perbulan
Fixed 4 Tahun (48 Bulan) Rp. 100 Juta Rp. 40 Juta Rp. 60 juta Rp.1.639.588

Asumsi harga Properti Rp. 200 Juta, Uang Muka 20%, Cicilan 4 Tahun atau 48 Bulan.Margin tidak selalu sama, dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Bank BCA Syariah.

Cicilan Harga Beli Uang Muka 20% Pembiayaan Bank Margin 14.00% Angsuran Perbulan
Fixed 4 Tahun (48 Bulan) Rp.200 Juta Rp. 40 Juta Rp.160 Juta Rp.4.372.236

Syarat Pengajuan KPR iB Bank BCA Syariah

Seperti hal nya Cara mengajukan KPR ke Bank Syariah lainya, mengajukan KPR iB Bank BCA Syariah juga harus memenuhi Syarat Umum dan Syarat Khusus. Syarat Umum merupakan Syarat utama yang harus dipenuhi nasabah yang akan mengambil KPR di Bank BCA Syariah. Sedangkan Syarat Khusus adalah pengumpulan Dokumen yang diperlukan dalam pengajuan KPR iB.

Berikut Syarat Umum KPR iB :

  • Nasabah Harus Cakap Hukum
  • Nasabah adalah WNI (Warga Negara Indonesia)
  • Nasabah Berusia minimal 21 Tahun saat pengajuan, dan tidak boleh melebihi usia 55 tahun untuk Karyawan dan 60 tahun untuk Wiraswasta
  • Untuk karyawan, memiliki Pengalaman kerja Minimal 2 tahun
  • Untuk Wiraswasta atau Profesional, memiliki pengalaman usaha minimal 2 Tahun

Adapun persyaratan Dokumen yang harus dibawa saat pengajuan KPR iB, untuk Karyawan, Wiraswasta maupun Profesi sebagai berikut:

  • Fotokopi Identitas Diri
  • Fotokopi Identitas Suami Istri
  • Fotokopi Surat Nikah/Surat cerai
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi NPWP (bila memiliki)
  • Fotokopi SIUP dan TDP
  • Fotokopi Izin Praktek
  • Slip Gaji Asli
  • Fotokopi Surat Keterangan kerja
  • Fotokopi rekening koran selama 3 Bulan Terakhir

Adapun persyaratan lainya yang mungkin dibutuhkan untuk pengajuan KPR, bisa anda konsultasikan langsung dengan Pihak marketing Bank BCA Syariah. Pastikan seluruh persyaratan pengajuan KPR iB Bank BCA Syariah ini tidak ada yang terlewat, agar pengajuan KPR anda diterima. Namun jika pengajuan KPR Ditolak, coba tanyakan apa alasanya kepada pihak marketing terkait, agar anda tahu dan bisa memperbarui data yang mungkin kurang lengkap sebelumnya.

Demikian pemaparan mengenai cara mengajukan KPR iB Bank BCA Syariah. Seluruh persyaratan yang diwajibkan tidak terlalu sulit untuk dipenuhi bukan. Jika anda ingin mengajukan KPR Secara Online, dengan proses yang lebih cepat, mudah dan tanpa ribet, anda juga bisa mengajukan KPR Online dengan mengunjungi situs KreditKPR untuk solusi KPR anda.

kpr mandiri syariah

KPR Mandiri Syariah

KPR Mandiri Syariah  • Cara Mengajukan KPR Mandiri Syariah Untuk Kepemilikan Rumah Idaman Anda

Memiliki Rumah Idaman dengan konsep minimalis yang begitu modern tentunya menjadi harapan sebagian orang yang memang sedang mencari tempat tinggal. Sayangnya tidak semua orang bisa mendapatkan rumah idaman seperti itu dengan cara Cash. namun, anda tidak perlu  khawatir karena rumah idaman tersebut masih bisa dimiliki dengan cara kredit melalui KPR. Salah satu KPR terbaik yang bisa anda pilih adalah KPR Mandiri Syariah.

Banyak orang memilih KPR Mandiri Syariah, karena dianggap lebih murah dibandingkan dengan jenis KPR lainya. Namun, perlu anda ketahui bahwa angsuran KPR yang mahal atau murah, itu tergantung kepada kondisi pasar, kebijakan pasar dan juga perhitungan lainya.

Kabar baiknya adalah produk KPR Mandiri Syariah memberikan beberapa keistimewaan untuk para nasabah yang memilih KPR Mandiri Syariah untuk masalah kepemilikan rumah mereka.

KPR Mandiri Syariah

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

Bank Syariah Mandiri, sebagai salah satu Bank syariah terbaik di Indonesia hadir dengan berbagai produk perbankan yang akan memudahkan para nasabah untuk melakukan transaksi keuangan. Tidak hanya itu, para nasabah juga bisa mendapatkan berbagai keuntungan dari produk perbankan yang ditawarkan tersebut.

Salah satu produk perbankan dari Mandiri Syariah yang cukup diminati adalah KPR Mandiri Syariah. Produk KPR Mandiri Syariah ini akan membantu nasabah dalam pembiayaan kepemilikan rumah atau Apartemen mewah.

Produk KPR Mandiri Syariah dari Bank Syariah Mandiri ini dikenal dengan nama Griya BSM. pembiayaan Griya BSM ini banyak dipilih para nasabah karena menawarkan berbagai keunggulan yang tentunya tidak dimiliki Bank Syariah lainya.

Beberapa keunggulan yang dimiliki Griya BSM seperti angsuran yang jumlahnya tetap hingga jatuh tempo pembiayaan, proses permohonan yang terbilang cepat dan mudah, plafon pinjaman yang ekstra maksimal hingga 5 Milyar Rupiah, flexible untuk pembelian rumah baru maupun second dan jangka waktu pembiayaan yang cukup panjang hingga 15 Tahun.

Suku Bunga KPR Mandiri Syariah

Suku Bunga Griya BSM dari Bank Syariah Mandiri untuk tahun 2017 adalah 12.5%. Suku bunga ini nantinya akan diperhitungkan bersama dengan angsuran setiap bulan yang akan dibayarkan oleh nasabah, setelah terjadi kesepakatan antara pihak Nasabah dengan Bank Syariah Mandiri tersebut.

Suku bunga Fixed sebesar 12.5% ini akan digunakan dalam perhitungan angsuran untuk 1 tahun pertama, setelah itu suku bunga akan mengikuti BI Rate dengan penambahan 3.5% dan jenis suku bunga yang diterapkan berubah menjadi  suku bunga mengambang atau Floating. Besarnya presentase suku bunga juga dapat berubah setiap tahunya.

Terdapat perbedaan antara Bank Mandiri Konvensional dengan Bank Mandiri Syariah dalam hal kesepakatan KPR yang diberikan kepada Nasabah.

KPR Mandiri Syariah menerapkan sistem Akad Murabahah sebagai Akad jual beli terhadap nasabah, dimana dalam hal ini Bank Mandiri akan menjual rumah kepada nasabah, dengan syarat nasabah mengangsur pembayaranya setiap bulan hingga jangka waktu yang ditentukan. Dalam akad ini, Bank Mandiri akan menawarkan 2 program pembayaran berupa Single Price dan Step Up Price.

Single Price adalah program pembayaran untuk nasabah, dimana memiliki margin yang tetap sejak awal pembayaran hingga habis masa pembayaran. Sedangkan Step Up Price memiliki margin yang berbeda-beda dan disesuaikan dengan kesepakatan awal antara pihak Bank dengan nasabah KPR Syariah tersebut. Umumnya, para nasabah lebih banyak memilih program pembayaran Single Price.

Simulasi KPR Mandiri Syariah Griya BSM

Jika anda berminat untuk memilih KPR Mandiri Syariah sebagai partner pembiayaan KPR anda, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dulu mengenai Simulasi KPR Mandiri Syariah untuk produk Griya BSM. seperti telah disebutkan diatas, bahwa plafon pinjaman yang tersedia di Bank Syariah Mandiri mulai dari 100 juta hingga 1 Milyar rupiah.

Khusus untuk nasabah yang memilih produk Griya BSM di Bank Syariah Mandiri, setidaknya anda memiliki penghasilan minimal Rp. 10 Juta rupiah. Jika nasabah mempercepat masa pembayaran, maka tidak akan dikenakan biaya penalti, hanya saja untuk biaya admin masing-masing Cabang Bank berbeda jumlahnya. Jika terjadi keterlambatan pembayaran, Bank tidak membebankan biaya denda kepada nasabah. Adapun proses pengajuan KPR Mandiri syariah tercepat adalah 3 Hari proses kerja, hingga 5 Hari.

Berikut tabel angsuran KPR Mandiri Syariah :

Angsuran 6 Tahun 9 Tahun 10 Tahun 12 Tahun 15 Tahun
100 Juta Rp. 2.033.896 Rp.1.604.231 Rp.1.522.743 Rp.1.468.849 Rp.1.365.501
200 Juta Rp.4.067.792 Rp.3.208.463 Rp.3.045.486 Rp.2.937.698 Rp.2.731.002
300 Juta Rp.6.101.689 Rp.4.812.694 Rp.4.568.229 Rp.4.406.547 Rp.4.096.503
400 Juta Rp.8.135.585 Rp.6.416.926 Rp.6.090.972 Rp.5.875.396 Rp.5.462.003
500 Juta Rp.10.169.481 Rp.8.021.127 Rp.7.613.714 Rp.7.344.245 Rp.6.827.504
700 Juta Rp.14.237.274 Rp.11.229.620 Rp.10.659.200 Rp.10.281.943 Rp.9.558.506
800 Juta Rp.16.271.170 Rp.12.833.851 Rp.12.818.943 Rp.11.750.792 Rp.10.924.007
900 Juta Rp.18.305.066 Rp.14.438.083 Rp.13.704.686 Rp.13.219.641 Rp.12.289.508
1 Miliar Rp.20.338.962 Rp.16.042.314 Rp.15.227.429 Rp.16.488.490 Rp.13.655.009

Syarat Pengajuan KPR Mandiri Syariah

Setelah anda melihat dan memperhitungkan tabel angsuran di atas, sekarang saatnya anda untuk mengetahui persyaratan apa saja yang harus dipenuhi, untuk bisa mengajukan KPR Mandiri Syariah, khususnya untuk Produk Griya BSM. beberapa persyaratan yang diperlukan hampir sama dengan syarat Bank Syariah pada Umumnya. Syarat Pengajuan KPR Griya BSM sebagai berikut :

  • Nasabah adalah WNI yang Taat Hukum
  • Usia Nasabah 21 Tahun hingga 55 Tahun saat jatuh tempo pembayaran
  • Sistem Pembiayaan Yang diberikan, tahapanya menggunakan nilai Presentase sebagai berikut :
Pembiayaan dan Tipe Agunan FP 1 (Pertama) FP 2 (Kedua) FP 3 (ketiga) seterusnya
PPR Tipe 70 70% 60% 50%
PPRS Tipe 70 70% 60% 50%
PPR Tipe 22- 70 Tidak diatur 70% 60%
PPRS Tipe 22-70 80% 70% 60%
PPRS Hingga Tipe 21 Tidak diatur 70% 60%
Ruko atau Rukan Tidak diatur 70% 60%

 

Keterangan:

  • FP    : Fasilitas Pembiayaan
  • FP1 :  Fasilitas Pembiayaan Rumah Pertama, Dst
  • PPRS: Pembiayaan Pemilikan Rumah Susun
    • Angsuran yang dibebankan tidak lebih dari 40% penghasilan bersih anda
    • Fasilitas Pembiayaan pertama untuk pembangunan Inden
    • Fasilitas Pembiayaan diberikan bila pembangunan telah mencapai 50% dengan total dana sebesar 50% maksimal
    • Pencairan bangunan yang belum selesai (bangunan inden), harus melalui perjanjian kerja sama Developer dan BSM kantor pusat

Adapun dokumen yang diperlukan untuk melengkapi syarat pengajuan tersebut adalah:

  • Fotokopi Identitas Pemohon
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Surat Nikah
  • Lampiran Asli Slip gaji dan Surat keterangan bekerja
  • Fotokopi Tabungn rekeing koran 3 bulan terakhir
  • Pembiayaan diatas 50Juta, Fotokopi NPWP Pribadi
  • Fotokopi Rekening Telepon dan Listrik
  • Fotokopi SHM/SHGB
  • Fotokopi IMB dan Denah Bangunan
  • Surat pernyataan nasabah tentang fasilitas pembiayaan yang dierima atau yang sedang dalam proses permohonan di Bank Mandiri Syariah, maupun Bank lainya

Demikian pembahasan mengenai cara mengajukan KPR Mandiri Syariah di Bank Mandiri Syariah. Selain penerapan prinsip syariat islam yang akan membuat pembiayaan kepemilikan rumah menjadi lebih transparan antara pihak Bank Mandiri Syariah dengan Nasabah, Nasabah juga akan mendapat banyak keunggulan jika mengajukan KPR Mandiri Syariah dengan terlebih dulu melengkapi persyaratan yang diminta.

kpr muamalat

KPR Muamalat

KPR Muamalat • Cara Mengajukan KPR Muamalat, Persyataran dan Suku Bunga KPR

KPR Muamalat

Memiliki rumah sebagai tempat tinggal adalah keinginan hampir setiap orang, khususnya bagi yang sudah menikah dan berkeluarga. Tidak heran jika mereka memanfaatkan cara yang cukup mudah untuk bisa segera memiliki rumah impian, salah satunya melalui KPR Bank terkait.

Tingginya minat masyarakat terhadap kepemilikan tempat tinggal ini, membuat pihak Bank Konvensional maupun Bank Syariah seperti berlomba-lomba menawarkan KPR untuk pembiayaan rumah tersebut. Berikut ini akan dibahas mengenai perbedaan antara KPR Konvensional dengan KPR Syariah :

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

Perbedaan KPR Konvensional dengan KPR Syariah

Saat ini, Bank yang beroperasi di Indonesia ada dalam dua jenis, yaitu Bank Konvensional dan Bank Syariah. Kedua jenis Bank ini bukan hanya berbeda jenisnya, namun sistem yang diterapkan dalam setiap kegiatan perbankanya juga berbeda, khususnya dalam hal penerapan jenis bunga dan penalti. Apa saja perbedaan dari kedua jenis Bank tersebut berikut ulasanya:

Bank Konvensional

Bank Konvensional memiliki karakteristik yang cenderung membebankan bunga kepada pihak nasabah atau debitor dari setiap uang yang dipinjamkan maupun yang digunakan. Khusus untuk KPR, Bank Konvensional sendiri memiliki beberapa jenis bunga dalam KPR, yaitu :

KPR Fixed

Jenis bunga KPR Fixed ini menerapkan bunga dengan presentase yang tetap dari awal pinjaman hingga berakhirnya masa pinjaman tersebut (pelunasan). Untuk bunga KPR ini tentunya anda dapat menghindari terjadinya kenaikan suku bunga di setiap tahunya. Umumnya KPR Fixed ini digunakan untuk KPR Subsidi dari pemerintah.

KPR Fixed dan Floating

KPR jenis ini menerapkan suku bunga campur antara fixed dan floating interest. Umumnya, jenis suku bunga KPR campur ini banyak diterapkan oleh KPR di Bank Konvensional. Nantinya, beberapa tahun pertama, anda akan membayar suku bunga yang tetap, jika melebihi jangka waktu yang telah ditetapkan maka suku bunga KPR anda akan berubah menjadi suku bunga floating yang biasanya mengikuti suku bunga di pasaran perbankan.
KPR Fixed, Cap dan Floating.

Suku bunga KPR selanjutnya adalah KPR Fixed, Cap dan Floating. Jenis KPR ini hampir sama antara KPR Fixed dan Floating yang sebelumnya, namun di pertengahan akan terkena suku bunga cap. Dalam artian, jika anda membayar KPR dengan bunga tetap di awal sebesar 8 %, setelah ada bunga Cap menjadi 9%, kemudian bunga floating, maka setidaknya suku bunga yang anda dapat adalah sebesar 9% saja.

KPR Float

KPR mengambang ini memiliki tingkat suku bunga yang mengambang dari sejak awal pinjaman hingga akhir pinjaman.
Dari sisi Penalti atau saat pelunasan dipercepat oleh pihak Nasabah, Bank Konvensional akan membebankan biaya penalti pada nasabah, karena dianggap mengurangi potensi pendapatan Bank.

2. Bank Syariah

KPR Akad Murabahah

KPR murabahah atau akad jual beli ini memiliki konsep dimana nasabah  menyewa rumah dari pihak Bank, dan di akhir periode cicilan nasabah berhak untuk membeli rumah tersebut (jual beli).uang yang akan diciclkan oleh nasabah kelak adalah uang sewa rumah, sementara uang muka sebesar 30% yang dibayarkan saat KPR ini merupakan tanda jaminan nasabah jadi membeli rumah tersebut dari pihak Bank syariah. Jika pada akhirnya, nasabah tidak jadi membeli rumah tersebut, maka uang muka tadi harus dikembalikan kepada pihak Bank sebagai pemilik rumah. Adapun uang sewa terkait nilainya bisa berubah, mengikuti SBI Bank Syariah.

KPR Musyarakah Mutanaqisah

Bunga KPR syariah selanjutnya adalah Musyrakah Mutanaqisah atau kepemilikan secara bertahap, dengan konsep dimana antara Bank dan Nasabah sama-sama membeli rumah, namun kepemilikan Bank akan berkurang sesuai dengan berjalanya cicilan yang dibayarkan Nasabah kepada pihak Bank. konsep bunga ini juga mengharuskan pembayaran uang muka sebesar 20% sebagai tanda jadi.

Dari sisi Penalti Bank Syariah tentu berbeda dengan Bank Konvensional. Jika Bank Konvensional akan membebankan biaya Penalti kepada nasabah, maka Bank Syariah akan membebaskan biaya Penalti, karena nilai transaksi sudah ditentukan sejak awal.

KPR Syariah Bank Muamalat

Salah satu Bank Syariah terbaik di Indonesia, yang menawarkan KPR Muamalat. Bank ini memang menjalankan kegiatan perbankanya berdasarkan syariah islam. Bank Muamalat tentunya menyadari akan antusias masyarakat yang ingin segera memiliki hunian impian tanpa harus takut dengan suku bunga yang terlalu tinggi atau biaya lainya  dari Bank terkait, saat harus memilih KPR untuk pembiayaanya.

Bank Syariah Muamalat menawarkan solusi untuk masalah kepemilikan rumah tersebut, dengan berbagai macam keuntungan yang bisa didapatkan oleh nasabahnya, terlebih lagi menerapkan aturan syariah dalam prosesnya. Produk KPR syariah yang ditawarkan oleh Bank Muamalat adalah KPR iB Muamalat. KPR iB Muamalat menawarkan keuntungan kepada nasabah, berupa angsuran yang super ringan, suku bunga yang tetap sebesar 5% untuk tahun 2017,  serta cicilan dalam tenor waktu yang cukup lama hingga 15 tahun.

Nasabah yang memilih KPR iB Muamalat ini bisa berkesempatan untuk memiliki rumah unit baru, atau rumah toko baru, Apartemen, rumah bekas atau Kios tanpa harus takut dengan suku bunga KPR yang terkadang cukup tinggi. Selain itu, nasabah juga dapat memilih untuk  take over KPR dengan terlebih dulu berkonsultasi bersama customer service Bank terkait.
Produk KPR iB Muamalat ini tentunya merupakan kesempatan yang baik untuk para nasabah yang memang ingin segera memiliki rumah impian dan memilih Bank Muamalat sebagai partner untuk mengurusi masalah pembiayaanya. Jika anda sudah mulai tertarik dengan produk KPR syariah dari Bank Muamalat ini, maka tentunya anda harus mengetahui terlebih dulu bagaimana simulasi kredit yang terjadi di Bank Syariah, agar bisa menyesuaikanya dengan keuangan anda.

Simulasi Angsuran KPR Muamalat

Simulasi berikut ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada anda mengenai jumlah angsuran KPR Muamalat saat ini, agar bisa menyesuaikan dengan pendapatan anda, serta anda dapat melakukan perhitungan terlebih dulu sebelum mengajukan KPR iB Muamalat tersebut. Berikut Tabel Angsuran KPR Muamalat 2017:

Plafond 5 Tahun 7 Tahun 9 Tahun 10 Tahun 15 Tahun
50.000.000 Rp.1.112.222 Rp.882.637 Rp.759.212 Rp.717.355 Rp.600.084
100.000.000 Rp.2.224.445 Rp.1.765.273 Rp.1.518.423 Rp.1.434.709 Rp1.200.168
150.000.000 Rp.3.336.667 Rp.2.647.910 Rp.2.277.635 Rp.2.152.054 Rp.1.800.252
200.000.000 Rp.4.448.890 Rp.3.530.547 Rp.3.036.847 Rp.2.869.419 Rp.2.400.336
250.000.000 Rp.5.561.112 Rp.4.413.183 Rp.3.796.058 Rp.3.586.774 Rp.3.000.420
300.000.000 Rp.6.673.334 Rp.5.295.820 Rp.4.555.270 Rp.4.304.128 Rp.3.600.504
400.000.000 Rp.8.897.779 Rp.7.061.093 Rp.6.073.693 Rp.5.738.838 Rp.4.800.672
500.000.000 Rp.11.122.224 Rp.8.826.366 Rp.7.592.116 Rp.7.173.547 Rp.6.000.840
600.000.000 Rp.13.346.669 Rp.10.591.640 Rp.9.110.540 Rp.8.608.257 Rp.7.201.008

Plafond yang ditawarkan Bank Syariah Muamalat untuk KPR Syariah berkisar dari Rp. 50 Juta hingg Rp. 1 Miliar. Anda tinggal menyesuaikanya saja dengan keadaan keuangan dan harga properti yang anda inginkan.

Syarat Pengajuan KPR iB Muamalat

Setelah anda memperhitungkan mengenai angsuran KPR syariah di Bank Syariah Muamalat, saatnya anda mempersiapkan persyaratan dokumen apa saja yang diperlukan untuk bisa mengajukan KPR syariah, yaitu KPR iB Muamalat. Umumnya persyaratan ini ditujukan kepada nasabah perorangan. Namun, jika nasabah adalah suami istri yang masing-masing berpenghasilan, maka pihak Bank akan menerapkan sistem Join income dimana slip gaji keduanya akan digabungkan. Untuk lebih lengkapnya, berikut syarat pengajuan KPR iB Muamalat :

Syarat Utama

  • Usia Nasabah Minimal 21 Tahun
  • Usia Nasabah Saat jatuh tempo, 55 Tahun Untuk Pegawai dan 60 Tahun Untuk Wiraswasta
  • Tidak Masuk Daftar hitam BI (Bank Indonesia) dalam masalah kredit macet
  • Untuk Karyawan, nasabah harus seorang karyawan tetap yang telah bekerja minimal 1 tahun
  • Untuk Karyawan Kontrak, minimal sudah bekerja selama 2 tahun
  • Pembiayaan dicover dengan Asuransi Jiwa
  • Fasilitas Autodebet untuk Angsuran

Syarat Administratif

  • Mengisi Formulir Pembiayaan
  • Fotokopi KTP, KK, Surat Nikah (bila sudah menikah)
  • Fotokopi NPWP Pribadi
  • Slip Gaji Asli dan Surat Keterangan Bekerja
  • Fotokopi Mutasi rekening tabungan 3 Bulan terakhir
  • Laporan keuangan (Wiraswasta)
  • Fotokopi Sertifikat, IMB, PBB

Sebelum mengajukan KPR iB Muamalat, pastikan anda sudah melakukan perhitungan KPR syariah terlebih dulu dan berkonsultasi dengan Pihak Bank Muamalat mengenai pembiayaaan yang akan anda pilih. Setelah seluruh persyaratan di lengkapi, pihak Bank berhak untuk menerima atau menolak pengajuan KPR tersebut tanpa harus memberitahu nasabah terlebih dulu.

Demikian pembahasan mengenai KPR syariah dari Bank Mumamalat. Semoga dapat memberikan gambaran untuk anda yang hendak mengajukan KPR Syariah khususnya KPR iB Muamalat di Bank Muamalat. Pastikan seluruh persyaratanya lengkap, agar proses pengajuan KPR syariah bisa berjalan lancar.

KPR Syariah CIMB Niaga

KPR Syariah CIMB Niaga Targetkan Tumbuh 50%

KPR Syariah CIMB Niaga • PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menargetkan penyaluran kredit pemilikan rumah KPR syariah CIMB Niaga sebesar Rp3,7 triliun pada 2017. Salah satu strateginya dengan mendukung penuh acara Indobuildtech Expo Jakarta 2017 yang digelar pada 19-21 Mei.

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara mengatakan, target pertumbuhan KPR syariah CIMB Niaga tahun ini hanya 50% atau lebih sedikit dibanding pencapaian tahun lalu sebesar 80%.

Menurutnya, dengan target tersebut maka kontribusi terhadap total penyaluran KPR bisa mencapai 7,5%. Sementara hingga Maret 2017 kontribusinya sudah mencapai 6% dari awal tahun sebesar 5%. Pihaknya ingin mendorong kontribusi segmen konsumer sebesar 40% dan business banking 60%.

“Strategi kami dengan mengandalkan penjualan di seluruh 591 jaringan kantor baik syariah dan konvensional. Kami juga mendukung acara Indobuildtech Expo 2017 demi mendorong pemasaran yang lebih agresif. Kami full team dengan 13 booth dan 200 karyawan dari berbagai lini bisnis,” ujar Pandji di Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Dia mengaku keikutsertaan perseroan dalam Indobuildtech 2017 sebagai wujud dukungan untuk memajukan perekonomian nasional melalui pembangunan infrastruktur. Salah satu pendukungnya yakni industri bahan bangunan.

CIMB Niaga turut mendukung mata rantai bisnis supply chain, baik di perusahaan kecil, menengah, maupun korporasi, termasuk di antaranya yang bergerak di bidang bahan bangunan yang dipresentasikan dalam pameran ini.

Dukungan perseroan juga ditunjukkan melalui produk unggulan yang memungkinkan akses finansial supply chain management dilakukan secara digital, kapan pun dan di mana pun. Pihaknya memiliki aspirasi menjadi leading bank yang menyediakan one stop financial solution untuk para nasabah melalui jaringan lokal dan regional Asia Tenggara, infrastruktur yang mendukung, pelayanan terbaik, dan tentunya penawaran produk-produk yang inovatif.

“Salah satu produk unggulan tersebut adalah BizChannel@CIMB, yang mampu memberikan manfaat pengelolaan keuangan bagi nasabah korporasi baik dari sisi keamanan maupun efisiensi waktu dan biaya. Sehingga perseroan dapat meminimalisir risiko human error serta memudahkan dalam proses rekonsiliasi,” ujar Pandji.

Tahun ini pertama kalinya CIMB Niaga berpartisipasi dalam Indobuildtech. Perseroan meyakini pameran ini dapat dijadikan sebagai salah satu platform utama bagi para pengusaha bahan bangunan dalam meningkatkan bisnis serta memperluas jaringan perdagangan, baik domestik maupun internasional.

 

Ajukan KPR CIMB Niaga Syariah Online

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

 

sumber

KPR Cimb Niaga Syariah

Sedang mencari pembiayaan rumah? Kenapa tidak mempertimbangkan KPR Syariah?
Dengan skema pembiayaan properti tanpa sistem BUNGA. Salah satu Akad yang digunakan dalam KPR Syariah adalah Musyarakah Mutanaqishah (MMQ) dengan sistem bagi hasil.
KPR CIMB Niaga menawarkan KPR iB Flexi dengan 5 keunggulan :

  • Uang muka Ringan
  • Angsuran yang ringan serta fleksibel
  • Jangka waktu KPR hingga 25 tahun
  • Rate yang rendah mulai dari 6,25% fixed 3 tahun hingga 7,25% fixed 5 tahun
  • Dapat digunakan untuk pembelian rumah & take over KPR

Untuk mendapatkan fasilitas KPR iB Flexi, info lebih lanjut hubungi 14041.