Skip to main content
marketing kpr

Marketing KPR

Marketing KPR • Yang Wajib diketahui Tentang KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) di Indonesia

Sektor Properti dari tahun ke tahunya semakin menunjukan peningkatan. Tidak heran berbagai jenis hunian di kota besar maupun di pinggir kota, kini sudah banyak dibangun. Hal tersebut tentunya untuk memenuhi kebutuhan sebagian orang yang menginginkan tempat tinggal yang lebih baik dan lebih modern, serta tempat tinggal yang memiliki akses mudah ke berbagai tempat yang dibutuhkan. Beberapa jenis hunian untuk tempat tinggal yang umum dijumpai saat ini adalah jenis Perumahan, Apartemen, Ruko dan Rumah susun.

Tinggal di hunian semacam ini sepertinya sudah menjadi pilihan sebagian orang di masa depan, karena kemudahan akses dan keamanan yang lebih terjamin tentunya. Untuk bisa memiliki tempat tinggal seperti itu, banyak orang memilih cara kredit untuk membeli hunian tersebut. Salah satunya lewat KPR (kredit kepemilikan rumah) yang bekerjasama dengan sektor perbankan. Biasanya bagian Marketing KPR dari Bank terkait akan membantu anda dalam mengurus KPR.

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

KPR di Indonesia

Seperti kita ketahui KPR (kredit kepemilikan rumah) ini telah menjadi Populer di kalangan masyarakat, karena merupakan salah satu solusi yang cukup mudah dalam masalah pinjaman untuk pembiayaan rumah idaman. Pengertian KPR itu sendiri merupakan layanan berupa pinjaman untuk nasabah dari Bank tertentu, agar nasabah bisa membeli Rumah, Apartemen dan jenis Hunian lainya, dengan cara kredit. Melalui KPR, secara otomatis rumah yang anda beli tersebut dijadikan jaminan, jika seandainya angsuran kredit tidak bisa anda lunasi.

Cara Kerja KPR di Indonesia

KPR umumnya akan ditawarkan oleh beberapa Bank yang ada di tanah air, dengan berbagai jenis KPR, sesuai dengan kebutuhan nasabah. Nantinya nasabah terkait hanya tinggal melunasi uang muka atau DP saja kepada pihak Bank, sesuai ketentuan yang berlaku dari masing-masing Bank.

Sementara itu,  pihak Bank yang sudah dipilih nasabah sebagai partner KPR, akan melunasi sisa pembayaran rumah atau hunian jenis lainya yang dipilih nasabah. Sebagai gantinya, nasabah yang bersangkutan wajib untuk membayar angsuran kepada pihak Bank setiap bulan, hingga pembayaran lunas dan rumah yang dimaksud akan menjadi milik nasabah seutuhnya. Dalam hal ini, keberadaan Developer atau pemilik rumah sebelumnya tidak ada urusan dengan KPR.

Keberadaan sistem KPR ini tentunya sangat penting dalam membantu mewujudkan keinginan nasabahnya, untuk segera memiliki rumah idaman mereka. Bisa anda bayangkan jika tidak ada KPR, sementara keuangan anda juga belum memungkinkan untuk membeli rumah impian, mungkin rumah tersebut sudah menjadi milik orang lain.

Uang Muka KPR

Seperti sudah disinggung di atas, bahwa dalam sistem KPR, nasabah diwajibkan memberikan DP (down payment) atau uang muka, sebagai tanda jadi terhadap pembelian rumah, sesuai kesepakatan awal dengan pihak Bank. adapun ketentuan presentasi uang muka untuk pembelian rumah pertama minimal 30% dan untuk pembelian rumah kedua 50%.

Simulasinya, jika anda hendak membeli rumah lewat KPR seharga Rp. 300 juta, maka uang muka yang harus dibayarkan kepada pihak Bank minimal Rp. 90 juta. Selain itu, bagi nasabah yang membayar uang muka melebihi presentase minimal, maka itu tidak masalah dan dibolehkan. Dengan begitu, angsuran perbulanya nanti juga akan lebih ringan.

Jenis KPR yang Berlaku di Indonesia

Setelah mengetahui mengenai KPR secara umum, saatnya anda untuk mengetahui jenis-jenis KPR yang berlaku di Indonesia. Dengan mengetahui dan memahami proses KPR berikut, anda dapat menentukan jenis KPR mana yang cocok dan sesuai kebutuhan anda. Berikut 8 Jenis KPR yang berlaku di Indonesia :

1. KPR Konvensional

Jenis KPR non subsidi atau KPR konvensional ini merupakan KPR yang umum diketahui oleh masyarakat indonesia. Jenis KPR ini akan ditawarkan oleh beberapa Bank, dengan tingkat suku bunga yang berbeda-beda dari setiap Bank. suku bunga tersebut umumnya mengikuti BI rate.KPR Konvensional akan membebankan denda yang cukup besar kepada nasabah, jika nasabah terlambat dalam melakukan cicilan atau menunggak. Masa pinjaman KPR jenis non subsidi ini juga cukup lama, hingga 25 tahun.

2. KPR Subsidi Pemerintah

Sebaliknya dari Subsidi Konvensional, KPR Subsidi ini memang diberikan pemerintah bagi nasabah yang berpenghasilan rendah serta belum memiliki rumah yang layak. Pemerintah memberikan KPR ini ke beberapa Bank, kemudian nasabah dengan syarat berpenghasilan rendah tadi, bisa memanfaatkan KPR ini dengan nilai properti atau rumah yang dibeli maksimal seharga Rp. 120 Juta dengan tipe 36.

3. KPR Syariah

KPR syariah merupakan produk KPR yang ditawarkan oleh Bank Syariah, dengan menggunakan prinsip islam dan kesepakatan terjadi dengan akad murabahah antara nasabah dan pihak Marketing KPR Bank syariah tersebut. Perbedaan KPR syariah dengan Konvensional, dalam KPR syariah tidak menggunakan sistem bunga, sehingga angsuran perbulanya tetap. Bank syariah mengambil keuntungan dari kesepakatan awal yang telah di buat bersama nasabah. Waktu angsuran yang diberikan rata-rata hingga 15 tahun.

4. KPR Take Over

KPR Take Over biasanya tidak tersedia di seluruh Bank di Indonesia, hanya Bank tertentu yang menawarkan KPR ini, salah satunya adalah KPR Mandiri. Sistem KPR ini adalah memindahkan KPR yang sedang berjalan ke Bank lainya dengan dan Bank mengambil keuntungan berupa limit pinjaman.

Mendapatkan Dana Tambahan Dengan Take Over KPR? Baca Caranya Disini

5. KPR Angsuran Berjenjang

KPR Angsuran berjenjang juga hanya bisa didapatkan di Bank Mandiri. KPR ini adalah fasilitas pembayaran dari Bank Mandiri, untuk rumah tinggal dan nasabah akan mendapatkan keringanan penundaan pembayaran sebagian angsuran pokoknya, hingga tahun ke tiga masa pembayaran.

Membayar Cicilan KPR

Membayar cicilan KPR adalah kewajiban nasabah, setelah sebelumnya terjadi kesepakatan dengan pihak Bank. dalam pembayaran cicilan ini, nasabah wajib membayar pokok angsuran, ditambah dengan bunga KPR yang sesuai dengan jenis KPR yang dipilih.bunga KPR yang dibebankan umumnya ada 2, yaitu bunga tetap (Fixed) dan bunga mengambang (floating). Dalam KPR, bunga fixed dan floating biasanya akan digabungkan.

Nasabah yang bisa mengajukan KPR ke Bank tertentu, adalah orang yang memenuhi persyaratan KPR dari tiap Bank tertentu. Umumnya adalah warga negara Indonesia yang:

  • Berusia 21 Tahun keatas , baik yang belum atau sudah menikah
  • Memiliki Kartu Identitas
  • Memiliki Kartu Keluarga
  • Memiliki NPWP dan Rekening Tabungan

Setelah memenuhi beberapa persyaratan berupa dokumen yang diminta oleh masing-masing Bank yang anda pilih, pengajuan KPR bisa diterima atau bahkan ditolak oleh pihak Bank. biasanya Bank akan menganalisis dari segi pendapatan nasabah, pengalaman kredit nasabah sebelumnya dan serta kelengkapan data saat survey dilakukan pihak Bank.

Marketing KPR

Hal yang tidak kalah penting, dan yang memungkinkan permohonan KPR anda diterima oleh pihak Bank adalah kinerja Marketing KPR. semua hal tentang KPR, seperti yang dijelaskan sejak awal tadi, akan disampaikan oleh pihak Marketing KPR dari masing-masing Bank. anda juga bisa bertanya mengenai simulasi angsuran dan berkonsultasi mengenai pinjaman KPR hanya kepada Marketing KPR. pastikan, anda menjaga hubungan baik dengan pihak Marketing KPR dari Bank yang dipilih, agar proses pengajuan KPR anda bisa berjalan dengan lancar.

Anda juga bisa mengajukan permohonan KPR secara Online, dan berkonsultasi dengan Marketing KPR secara Online, dengan mengunjungi Kreditkpr. Konsultasikan semua kebutuhan anda untuk KPR dengan lebih cepat dan anti ribet.