Skip to main content
kpr mandiri syariah

KPR Mandiri Syariah

KPR Mandiri Syariah  • Cara Mengajukan KPR Mandiri Syariah Untuk Kepemilikan Rumah Idaman Anda

Memiliki Rumah Idaman dengan konsep minimalis yang begitu modern tentunya menjadi harapan sebagian orang yang memang sedang mencari tempat tinggal. Sayangnya tidak semua orang bisa mendapatkan rumah idaman seperti itu dengan cara Cash. namun, anda tidak perlu  khawatir karena rumah idaman tersebut masih bisa dimiliki dengan cara kredit melalui KPR. Salah satu KPR terbaik yang bisa anda pilih adalah KPR Mandiri Syariah.

Banyak orang memilih KPR Mandiri Syariah, karena dianggap lebih murah dibandingkan dengan jenis KPR lainya. Namun, perlu anda ketahui bahwa angsuran KPR yang mahal atau murah, itu tergantung kepada kondisi pasar, kebijakan pasar dan juga perhitungan lainya.

Kabar baiknya adalah produk KPR Mandiri Syariah memberikan beberapa keistimewaan untuk para nasabah yang memilih KPR Mandiri Syariah untuk masalah kepemilikan rumah mereka.

KPR Mandiri Syariah

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

Bank Syariah Mandiri, sebagai salah satu Bank syariah terbaik di Indonesia hadir dengan berbagai produk perbankan yang akan memudahkan para nasabah untuk melakukan transaksi keuangan. Tidak hanya itu, para nasabah juga bisa mendapatkan berbagai keuntungan dari produk perbankan yang ditawarkan tersebut.

Salah satu produk perbankan dari Mandiri Syariah yang cukup diminati adalah KPR Mandiri Syariah. Produk KPR Mandiri Syariah ini akan membantu nasabah dalam pembiayaan kepemilikan rumah atau Apartemen mewah.

Produk KPR Mandiri Syariah dari Bank Syariah Mandiri ini dikenal dengan nama Griya BSM. pembiayaan Griya BSM ini banyak dipilih para nasabah karena menawarkan berbagai keunggulan yang tentunya tidak dimiliki Bank Syariah lainya.

Beberapa keunggulan yang dimiliki Griya BSM seperti angsuran yang jumlahnya tetap hingga jatuh tempo pembiayaan, proses permohonan yang terbilang cepat dan mudah, plafon pinjaman yang ekstra maksimal hingga 5 Milyar Rupiah, flexible untuk pembelian rumah baru maupun second dan jangka waktu pembiayaan yang cukup panjang hingga 15 Tahun.

Suku Bunga KPR Mandiri Syariah

Suku Bunga Griya BSM dari Bank Syariah Mandiri untuk tahun 2017 adalah 12.5%. Suku bunga ini nantinya akan diperhitungkan bersama dengan angsuran setiap bulan yang akan dibayarkan oleh nasabah, setelah terjadi kesepakatan antara pihak Nasabah dengan Bank Syariah Mandiri tersebut.

Suku bunga Fixed sebesar 12.5% ini akan digunakan dalam perhitungan angsuran untuk 1 tahun pertama, setelah itu suku bunga akan mengikuti BI Rate dengan penambahan 3.5% dan jenis suku bunga yang diterapkan berubah menjadi  suku bunga mengambang atau Floating. Besarnya presentase suku bunga juga dapat berubah setiap tahunya.

Terdapat perbedaan antara Bank Mandiri Konvensional dengan Bank Mandiri Syariah dalam hal kesepakatan KPR yang diberikan kepada Nasabah.

KPR Mandiri Syariah menerapkan sistem Akad Murabahah sebagai Akad jual beli terhadap nasabah, dimana dalam hal ini Bank Mandiri akan menjual rumah kepada nasabah, dengan syarat nasabah mengangsur pembayaranya setiap bulan hingga jangka waktu yang ditentukan. Dalam akad ini, Bank Mandiri akan menawarkan 2 program pembayaran berupa Single Price dan Step Up Price.

Single Price adalah program pembayaran untuk nasabah, dimana memiliki margin yang tetap sejak awal pembayaran hingga habis masa pembayaran. Sedangkan Step Up Price memiliki margin yang berbeda-beda dan disesuaikan dengan kesepakatan awal antara pihak Bank dengan nasabah KPR Syariah tersebut. Umumnya, para nasabah lebih banyak memilih program pembayaran Single Price.

Simulasi KPR Mandiri Syariah Griya BSM

Jika anda berminat untuk memilih KPR Mandiri Syariah sebagai partner pembiayaan KPR anda, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dulu mengenai Simulasi KPR Mandiri Syariah untuk produk Griya BSM. seperti telah disebutkan diatas, bahwa plafon pinjaman yang tersedia di Bank Syariah Mandiri mulai dari 100 juta hingga 1 Milyar rupiah.

Khusus untuk nasabah yang memilih produk Griya BSM di Bank Syariah Mandiri, setidaknya anda memiliki penghasilan minimal Rp. 10 Juta rupiah. Jika nasabah mempercepat masa pembayaran, maka tidak akan dikenakan biaya penalti, hanya saja untuk biaya admin masing-masing Cabang Bank berbeda jumlahnya. Jika terjadi keterlambatan pembayaran, Bank tidak membebankan biaya denda kepada nasabah. Adapun proses pengajuan KPR Mandiri syariah tercepat adalah 3 Hari proses kerja, hingga 5 Hari.

Berikut tabel angsuran KPR Mandiri Syariah :

Angsuran 6 Tahun 9 Tahun 10 Tahun 12 Tahun 15 Tahun
100 Juta Rp. 2.033.896 Rp.1.604.231 Rp.1.522.743 Rp.1.468.849 Rp.1.365.501
200 Juta Rp.4.067.792 Rp.3.208.463 Rp.3.045.486 Rp.2.937.698 Rp.2.731.002
300 Juta Rp.6.101.689 Rp.4.812.694 Rp.4.568.229 Rp.4.406.547 Rp.4.096.503
400 Juta Rp.8.135.585 Rp.6.416.926 Rp.6.090.972 Rp.5.875.396 Rp.5.462.003
500 Juta Rp.10.169.481 Rp.8.021.127 Rp.7.613.714 Rp.7.344.245 Rp.6.827.504
700 Juta Rp.14.237.274 Rp.11.229.620 Rp.10.659.200 Rp.10.281.943 Rp.9.558.506
800 Juta Rp.16.271.170 Rp.12.833.851 Rp.12.818.943 Rp.11.750.792 Rp.10.924.007
900 Juta Rp.18.305.066 Rp.14.438.083 Rp.13.704.686 Rp.13.219.641 Rp.12.289.508
1 Miliar Rp.20.338.962 Rp.16.042.314 Rp.15.227.429 Rp.16.488.490 Rp.13.655.009

Syarat Pengajuan KPR Mandiri Syariah

Setelah anda melihat dan memperhitungkan tabel angsuran di atas, sekarang saatnya anda untuk mengetahui persyaratan apa saja yang harus dipenuhi, untuk bisa mengajukan KPR Mandiri Syariah, khususnya untuk Produk Griya BSM. beberapa persyaratan yang diperlukan hampir sama dengan syarat Bank Syariah pada Umumnya. Syarat Pengajuan KPR Griya BSM sebagai berikut :

  • Nasabah adalah WNI yang Taat Hukum
  • Usia Nasabah 21 Tahun hingga 55 Tahun saat jatuh tempo pembayaran
  • Sistem Pembiayaan Yang diberikan, tahapanya menggunakan nilai Presentase sebagai berikut :
Pembiayaan dan Tipe Agunan FP 1 (Pertama) FP 2 (Kedua) FP 3 (ketiga) seterusnya
PPR Tipe 70 70% 60% 50%
PPRS Tipe 70 70% 60% 50%
PPR Tipe 22- 70 Tidak diatur 70% 60%
PPRS Tipe 22-70 80% 70% 60%
PPRS Hingga Tipe 21 Tidak diatur 70% 60%
Ruko atau Rukan Tidak diatur 70% 60%

 

Keterangan:

  • FP    : Fasilitas Pembiayaan
  • FP1 :  Fasilitas Pembiayaan Rumah Pertama, Dst
  • PPRS: Pembiayaan Pemilikan Rumah Susun
    • Angsuran yang dibebankan tidak lebih dari 40% penghasilan bersih anda
    • Fasilitas Pembiayaan pertama untuk pembangunan Inden
    • Fasilitas Pembiayaan diberikan bila pembangunan telah mencapai 50% dengan total dana sebesar 50% maksimal
    • Pencairan bangunan yang belum selesai (bangunan inden), harus melalui perjanjian kerja sama Developer dan BSM kantor pusat

Adapun dokumen yang diperlukan untuk melengkapi syarat pengajuan tersebut adalah:

  • Fotokopi Identitas Pemohon
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Surat Nikah
  • Lampiran Asli Slip gaji dan Surat keterangan bekerja
  • Fotokopi Tabungn rekeing koran 3 bulan terakhir
  • Pembiayaan diatas 50Juta, Fotokopi NPWP Pribadi
  • Fotokopi Rekening Telepon dan Listrik
  • Fotokopi SHM/SHGB
  • Fotokopi IMB dan Denah Bangunan
  • Surat pernyataan nasabah tentang fasilitas pembiayaan yang dierima atau yang sedang dalam proses permohonan di Bank Mandiri Syariah, maupun Bank lainya

Demikian pembahasan mengenai cara mengajukan KPR Mandiri Syariah di Bank Mandiri Syariah. Selain penerapan prinsip syariat islam yang akan membuat pembiayaan kepemilikan rumah menjadi lebih transparan antara pihak Bank Mandiri Syariah dengan Nasabah, Nasabah juga akan mendapat banyak keunggulan jika mengajukan KPR Mandiri Syariah dengan terlebih dulu melengkapi persyaratan yang diminta.

kpr syariah muamalat

KPR Syariah Muamalat

KPR Syariah Muamalat • Cara Mengajukan KPR Syariah Muamalat, Persyataran dan Suku Bunga KPR

KPR Syariah Muamalat

Memiliki rumah sebagai tempat tinggal adalah keinginan hampir setiap orang, khususnya bagi yang sudah menikah dan berkeluarga. Tidak heran jika mereka memanfaatkan cara yang cukup mudah untuk bisa segera memiliki rumah impian, salah satunya melalui KPR Bank terkait.

Tingginya minat masyarakat terhadap kepemilikan tempat tinggal ini, membuat pihak Bank Konvensional maupun Bank Syariah seperti berlomba-lomba menawarkan KPR untuk pembiayaan rumah tersebut. Berikut ini akan dibahas mengenai perbedaan antara KPR Konvensional dengan KPR Syariah :

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

Perbedaan KPR Konvensional dengan KPR Syariah

Saat ini, Bank yang beroperasi di Indonesia ada dalam dua jenis, yaitu Bank Konvensional dan Bank Syariah. Kedua jenis Bank ini bukan hanya berbeda jenisnya, namun sistem yang diterapkan dalam setiap kegiatan perbankanya juga berbeda, khususnya dalam hal penerapan jenis bunga dan penalti. Apa saja perbedaan dari kedua jenis Bank tersebut berikut ulasanya :

Bank Konvensional

Bank Konvensional memiliki karakteristik yang cenderung membebankan bunga kepada pihak nasabah atau debitor dari setiap uang yang dipinjamkan maupun yang digunakan. Khusus untuk KPR, Bank Konvensional sendiri memiliki beberapa jenis bunga dalam KPR, yaitu :

KPR Fixed

Jenis bunga KPR Fixed ini menerapkan bunga dengan presentase yang tetap dari awal pinjaman hingga berakhirnya masa pinjaman tersebut (pelunasan). Untuk bunga KPR ini tentunya anda dapat menghindari terjadinya kenaikan suku bunga di setiap tahunya. Umumnya KPR Fixed ini digunakan untuk KPR Subsidi dari pemerintah.

KPR Fixed dan Floating

KPR jenis ini menerapkan suku bunga campur antara fixed dan floating interest. Umumnya, jenis suku bunga KPR campur ini banyak diterapkan oleh KPR di Bank Konvensional. Nantinya, beberapa tahun pertama, anda akan membayar suku bunga yang tetap, jika melebihi jangka waktu yang telah ditetapkan maka suku bunga KPR anda akan berubah menjadi suku bunga floating yang biasanya mengikuti suku bunga di pasaran perbankan.
KPR Fixed, Cap dan Floating.

Suku bunga KPR selanjutnya adalah KPR Fixed, Cap dan Floating. Jenis KPR ini hampir sama antara KPR Fixed dan Floating yang sebelumnya, namun di pertengahan akan terkena suku bunga cap. Dalam artian, jika anda membayar KPR dengan bunga tetap di awal sebesar 8 %, setelah ada bunga Cap menjadi 9%, kemudian bunga floating, maka setidaknya suku bunga yang anda dapat adalah sebesar 9% saja.

KPR Float

KPR mengambang ini memiliki tingkat suku bunga yang mengambang dari sejak awal pinjaman hingga akhir pinjaman.
Dari sisi Penalti atau saat pelunasan dipercepat oleh pihak Nasabah, Bank Konvensional akan membebankan biaya penalti pada nasabah, karena dianggap mengurangi potensi pendapatan Bank.

2. Bank Syariah

KPR Akad Murabahah

KPR murabahah atau akad jual beli ini memiliki konsep dimana nasabah  menyewa rumah dari pihak Bank, dan di akhir periode cicilan nasabah berhak untuk membeli rumah tersebut (jual beli).uang yang akan diciclkan oleh nasabah kelak adalah uang sewa rumah, sementara uang muka sebesar 30% yang dibayarkan saat KPR ini merupakan tanda jaminan nasabah jadi membeli rumah tersebut dari pihak Bank syariah. Jika pada akhirnya, nasabah tidak jadi membeli rumah tersebut, maka uang muka tadi harus dikembalikan kepada pihak Bank sebagai pemilik rumah. Adapun uang sewa terkait nilainya bisa berubah, mengikuti SBI Bank Syariah.

KPR Musyarakah Mutanaqisah

Bunga KPR syariah selanjutnya adalah Musyrakah Mutanaqisah atau kepemilikan secara bertahap, dengan konsep dimana antara Bank dan Nasabah sama-sama membeli rumah, namun kepemilikan Bank akan berkurang sesuai dengan berjalanya cicilan yang dibayarkan Nasabah kepada pihak Bank. konsep bunga ini juga mengharuskan pembayaran uang muka sebesar 20% sebagai tanda jadi.

Dari sisi Penalti Bank Syariah tentu berbeda dengan Bank Konvensional. Jika Bank Konvensional akan membebankan biaya Penalti kepada nasabah, maka Bank Syariah akan membebaskan biaya Penalti, karena nilai transaksi sudah ditentukan sejak awal.

Selengkapnya Mengenai Perbedaan KPR Syariah & Konvensional

KPR Syariah Bank Muamalat

Salah satu Bank Syariah terbaik di Indonesia, yang menawarkan KPR Syariah Muamalat. Bank ini memang menjalankan kegiatan perbankanya berdasarkan syariah islam. Bank Muamalat tentunya menyadari akan antusias masyarakat yang ingin segera memiliki hunian impian tanpa harus takut dengan suku bunga yang terlalu tinggi atau biaya lainya  dari Bank terkait, saat harus memilih KPR untuk pembiayaanya.

Bank Syariah Muamalat menawarkan solusi untuk masalah kepemilikan rumah tersebut, dengan berbagai macam keuntungan yang bisa didapatkan oleh nasabahnya, terlebih lagi menerapkan aturan syariah dalam prosesnya. Produk KPR syariah yang ditawarkan oleh Bank Muamalat adalah KPR iB Muamalat. KPR iB Muamalat menawarkan keuntungan kepada nasabah, berupa angsuran yang super ringan, suku bunga yang tetap sebesar 5% untuk tahun 2017,  serta cicilan dalam tenor waktu yang cukup lama hingga 15 tahun.

Nasabah yang memilih KPR iB Muamalat ini bisa berkesempatan untuk memiliki rumah unit baru, atau rumah toko baru, Apartemen, rumah bekas atau Kios tanpa harus takut dengan suku bunga KPR yang terkadang cukup tinggi. Selain itu, nasabah juga dapat memilih untuk  take over KPR dengan terlebih dulu berkonsultasi bersama customer service Bank terkait.
Produk KPR iB Muamalat ini tentunya merupakan kesempatan yang baik untuk para nasabah yang memang ingin segera memiliki rumah impian dan memilih Bank Muamalat sebagai partner untuk mengurusi masalah pembiayaanya. Jika anda sudah mulai tertarik dengan produk KPR syariah dari Bank Muamalat ini, maka tentunya anda harus mengetahui terlebih dulu bagaimana simulasi kredit yang terjadi di Bank Syariah, agar bisa menyesuaikanya dengan keuangan anda.

Simulasi Angsuran KPR Syariah Muamalat

Simulasi berikut ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada anda mengenai jumlah angsuran KPR syariah Muamalat saat ini, agar bisa menyesuaikan dengan pendapatan anda, serta anda dapat melakukan perhitungan terlebih dulu sebelum mengajukan KPR iB Muamalat tersebut. Berikut Tabel Angsuran KPR Syariah Muamalat 2017:

Plafond 5 Tahun 7 Tahun 9 Tahun 10 Tahun 15 Tahun
50.000.000 Rp.1.112.222 Rp.882.637 Rp.759.212 Rp.717.355 Rp.600.084
100.000.000 Rp.2.224.445 Rp.1.765.273 Rp.1.518.423 Rp.1.434.709 Rp1.200.168
150.000.000 Rp.3.336.667 Rp.2.647.910 Rp.2.277.635 Rp.2.152.054 Rp.1.800.252
200.000.000 Rp.4.448.890 Rp.3.530.547 Rp.3.036.847 Rp.2.869.419 Rp.2.400.336
250.000.000 Rp.5.561.112 Rp.4.413.183 Rp.3.796.058 Rp.3.586.774 Rp.3.000.420
300.000.000 Rp.6.673.334 Rp.5.295.820 Rp.4.555.270 Rp.4.304.128 Rp.3.600.504
400.000.000 Rp.8.897.779 Rp.7.061.093 Rp.6.073.693 Rp.5.738.838 Rp.4.800.672
500.000.000 Rp.11.122.224 Rp.8.826.366 Rp.7.592.116 Rp.7.173.547 Rp.6.000.840
600.000.000 Rp.13.346.669 Rp.10.591.640 Rp.9.110.540 Rp.8.608.257 Rp.7.201.008

Plafond yang ditawarkan Bank Syariah Muamalat untuk KPR Syariah berkisar dari Rp. 50 Juta hingg Rp. 1 Miliar. Anda tinggal menyesuaikanya saja dengan keadaan keuangan dan harga properti yang anda inginkan.

Syarat Pengajuan KPR iB Muamalat

Setelah anda memperhitungkan mengenai angsuran KPR syariah di Bank Syariah Muamalat, saatnya anda mempersiapkan persyaratan dokumen apa saja yang diperlukan untuk bisa mengajukan KPR syariah, yaitu KPR iB Muamalat. Umumnya persyaratan ini ditujukan kepada nasabah perorangan. Namun, jika nasabah adalah suami istri yang masing-masing berpenghasilan, maka pihak Bank akan menerapkan sistem Join income dimana slip gaji keduanya akan digabungkan. Untuk lebih lengkapnya, berikut syarat pengajuan KPR iB Muamalat :

Syarat Utama

  • Usia Nasabah Minimal 21 Tahun
  • Usia Nasabah Saat jatuh tempo, 55 Tahun Untuk Pegawai dan 60 Tahun Untuk Wiraswasta
  • Tidak Masuk Daftar hitam BI (Bank Indonesia) dalam masalah kredit macet
  • Untuk Karyawan, nasabah harus seorang karyawan tetap yang telah bekerja minimal 1 tahun
  • Untuk Karyawan Kontrak, minimal sudah bekerja selama 2 tahun
  • Pembiayaan dicover dengan Asuransi Jiwa
  • Fasilitas Autodebet untuk Angsuran

Syarat Administratif

  • Mengisi Formulir Pembiayaan
  • Fotokopi KTP, KK, Surat Nikah (bila sudah menikah)
  • Fotokopi NPWP Pribadi
  • Slip Gaji Asli dan Surat Keterangan Bekerja
  • Fotokopi Mutasi rekening tabungan 3 Bulan terakhir
  • Laporan keuangan (Wiraswasta)
  • Fotokopi Sertifikat, IMB, PBB

Sebelum mengajukan KPR iB Muamalat, pastikan anda sudah melakukan perhitungan KPR syariah terlebih dulu dan berkonsultasi dengan Pihak Bank Muamalat mengenai pembiayaaan yang akan anda pilih. Setelah seluruh persyaratan di lengkapi, pihak Bank berhak untuk menerima atau menolak pengajuan KPR tersebut tanpa harus memberitahu nasabah terlebih dulu.

Demikian pembahasan mengenai KPR syariah dari Bank Mumamalat. Semoga dapat memberikan gambaran untuk anda yang hendak mengajukan KPR Syariah khususnya KPR iB Muamalat di Bank Muamalat. Pastikan seluruh persyaratanya lengkap, agar proses pengajuan KPR syariah bisa berjalan lancar.