Skip to main content
pengalaman take over kpr untung 200 juta

Pengalaman Take Over KPR. Bikin Hemat 200 Juta!

Pengalaman Take Over KPR. Take Over KPR Bisa membuat Anda hemat sampai 200 juta! Seperti pengalaman yang Bapak Perdanawan P. Pane di laman linkedin nya, Beliau membagikan pengalaman take over dan keuntungan apa saja yang didapatkan setelah mengajukan Take Over KPR.

Mengajukan kredit di bank apalagi untuk Membeli Rumah KPR, buat beberapa orang dapat menimbulkan ketakutan tersendiri. Rasa takut pada prosesnya, juga rasa takut pada konsekuensinya di kemudian hari. Sejatinya, itulah rasa takut terikat hutang jangka panjang.

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

Namun bagaimanapun, di zaman ini, dimana orang pada umumnya terkendala membeli rumah secara tunai, seperti saya pernah singgung di artikel sebelumnya, Membeli Rumah KPR, disebutkan KPR adalah salah satu solusi memiliki hunian idaman.

Bagaimanapun lebih baik Anda hadapi prosesnya selama Riwayat Kredit Anda baik dan tentu Anda memilih berusaha keras dapat rumah pribadi daripada menumpang atau mengontrak terus, benar?!

Tulisan kali ini dapat dipergunakan pada saat Anda pertama kali mengajukan KPR atau pada saat Anda mengajukan proses Take Over KPR.

Hindari pasif dalam menjalani proses pengajuan KPR. Semakin banyak Anda bertanya semakin baik. Hal ini menghindari Anda terjebak tidak bisa melakukan strategi, misal:pelunasan dipercepat.

Karena Anda adalah nasabah dan Anda berhak tahu apa yang menjadi hak dan kewajiban seorang nasabah, apa saja yang dapat dicari tahu lebih dalam dalam proses pengajuan KPR?

1. Pilih Bank.

Dapatkan bank yang memberikan program KPR bersaing dan terbaik. Bunga rendah dan tenor tetap yang panjang merupakan idaman kita semua, misal: Bunga 8%, Fixed 5 Tahun, TOP pada saat tulisan ini tayang.

2. Pilih sistem pembiayaan.

Bunga efektif (Floating), bunga tetap (Fixed) atau Margin Rate Sharia. Kenali, pelajari, pahami.

3. Tentukan tenor.

Makin pendek tenor, makin besar yang Anda cicil dan biasanya menjadi cepat lunas, begitu pun sebaliknya. Tenor panjang dapat digunakan sebagai siasat memperkecil jumlah cicilan Anda, namun pahami untung-ruginya.

4. Pinalti Pelunasan Dipercepat.

Punya rezeki lebih saat mencicil rumah, gunakan untuk top-up/mengurangi pokok hutang ataupun melunasi keseluruhan hutang. Tanyakan berapa pinalti-nya termasuk syarat dan kondisinya, jika ada.

5. Ketahui Biaya-Biaya KPR.

Biaya appraisal, provisi, admin, BPHTB, pajak jual-beli, notaris, IMB, asuransi jiwa, dlsb.

6. Syarat lama bekerja jika karyawan.

Umumnya disyaratkan minimal 3 bulan kerja dan merupakan karyawan tetap. Surat rekomendasi perusahaan dibutuhkan. Jika Anda pengusaha, tanyakan kepada mereka mengenai hal ini.

7. Syarat dokumen aplikasi KPR.

KTP, KK, Akte Nikah/Cerai, Surat Penghasilan, Surat Keterang Kerja, dlsb.

Pembahasan nomer 1 sampai dengan 4 berhasil membuat saya lolos dari “jeratan” tenor KPR 20 tahun. Semua diawali dari bertanya-tanya sana-sini dan ini-itu. Terdengar cerewet, tapi dari tenor 20 tahun menjadi hanya 8 tahun, bukan’kah sebuah prestasi tersendiri, setidaknya bagi saya dan keluarga?!

Pengalaman Take Over KPR

Sedikit cerita dari saya, moga dapat membantu proses Take Over KPR Anda.

Di 2011 pertama kali mengambil KPR mendapat tenor 20 tahun dari Bank A, promo Bunga Tetap satu tahun pertama. Lamanya tenor 20 tahun ini dikarenakan keterbatasan rentang DBR saya pada waktu itu.

Itu pun mendapat bank A setelah ditolak 7 bank lain sebelumnya. Tragis.

Setahun berjalan “surat cinta” datang dari Bank A. Suku bunga promo flat tahun pertama selesai, naik hampir 5%. Tercekik.

Permohonan peninjauan penurunan suku Bunga Efektif, diterima dan disetujui, turun 0,75%. Podo wae.

“Sumpah serapah” dan janji untuk melunasi (melunasi hutang dari Bank A) saya kebut dan bisikan dalam do’a.

Segera saya mencari peluang ambil alih (Take Over KPR). Dapat di Bank B dan memulai proses. Baru memulai dinyatakan belum cukup (lagi) secara DBR. Pasrah.

Sekitar lima bulan berlalu penawaran Take Over KPR dari Bank B datang meyambung proses yang gagal tempo lalu. Lebih bersaing penawaran kali itu. Klop.

Proses cukup lama sekitar 5 bulan menyesuaikan segalanya. Berhasil kali ini. Syukur Alhamdulillah.

Tepat berjalan 24 bulan KPR di Bank A, kredit Take Over KPR saya di Bank B siap guna. Proses berjalan lancar. Mengajukan pelunasan dipercepat ke Bank A, bayar sisa hutang plus pinalti, tarik dokumen, serahkan ke Bank B. Dilanjut proses akad KPR di Bank B dan semua beres. Do’a terjawab, Alhamdulillah.

Artinya, KPR di Bank A aslinya 20 tahun baru jalan 2 tahun, di Take Over. Dari sisa 18 tahun bisa diperpendek sampai dengan hanya sisa 8 tahun.

Promo Take Over ke Bank B adalah: 8%-an, Fixed 5 Tahun. Saya menaikan jumlah cicilan bulanan sehingga bisa mempersingkat tenor kredit secara signifikan. Sukses, senang dan bahagia. Saat tulisan ini tayang, sudah jalan 1 tahun. Sisa 7 tahun lagi. Seru.

Suku bunga KPR waktu itu (2013) sampai dengan saat ini (2014) adalah sekitar 11% – 15% diluar sana. Saya benar – benar menggunakan momentum untuk bisa pindah KPR.

Mau tahu saya saving berapa dari proses ini? Dengan melakukan Take Over KPR ke bank B, saya hemat hampir Rp. 200 juta secara long term. Tetap di bank A selama 20 tahun mengakibatkan saya rugi membayar bunga terlalu besar dan lama.

Beberapa rekan dan teman yang saya tawari penawaran Take Over yang sama pada waktu itu, tidak merespon dengan cepat. Suku bunga naik lagi sejak saat itu sampai hari ini. Kayaknya tercekik dikit.

Itulah cerita singkat yang semoga dapat menginspirasi Anda untuk menggunakan segala peluang mendapatkan hunian idaman atau memindahkan hutang dengan tawaran kompetitif.

Pada awalnya, jangan takut tenor panjang, selalu ada peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mensiasati dikemudian hari. Semua agar tak menyesal karena terlalu lama menumpang/mengontrak.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar agar berguna bagi orang lain dan atau share artikel ini ke social media Anda…

cara take over kpr

Cara Take Over KPR

Cara Take Over KPR. Secara sederhana, Take over KPR adalah proses memindahkan cicilan rumah dari satu bank ke bank lain.

 

Cara Take over KPR

Berbeda dengan proses Over Kredit KPR yang bertujuan untuk melanjutkan cicilan KPR orang lain, biasanya tujuan utama seseorang mengajukan take Over KPR biasanya dikarenakan ingin menurunkan cicilan KPR nya.

Alasan lain seseorang mengajukan take Over KPR adalah karena ingin memindahkan KPR konvensional menjadi KPR syariah atau sebaliknya.

Lalu bagaimanakah cara take over KPR ini?

Syarat Mengajukan KPR Take Over

Saat seseorang ingin mengajukan KPR take Over, artinya sebelumnya pernah mengajukan KPR. dan pernah melewati proses KPR nya.

Tentu saja berarti dia telah familier dengan persyaratan KPR beserta dokumen apa saja yang harus dipersiapkan agar pengajuan KPR nya bisa disetujui.

Baca Juga : Syarat KPR

Lantas apa hubungannya proses dan persyaratan KPR dengan proses take Over KPR? Hubungannya adalah, bahwa proses take Over KPR dengan KPR reguler memiliki persyaratan hampir sama.

Untuk menyegarkan ingatan, mari kita bahas

Langkah-langkah Mengajukan KPR Take Over

Agar proses take Over KPR lancar, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Tentukan bank. 

Banyak bank yang menawarkan fasilitas KPR Take Over dengan berbagai fasilitas dan promo yang ditawarkan.

Tentukan bank untuk take Over KPR ini. Pilihlah bank yang memberikan promo dan penawarkan terbaik serta suku bunga terendah.

Pelajari dengan detil syarat dan ketentuan penawaran tersebut. Seperti, apakah promo yang ditawarkan berlaku untuk semua pengembang atau tidak.

2. Hubungi Marketing bank.

Setelah menemukan bank yang tepat dan sesuai kebutuhan, Cari dan hubungi marketing bank yang bersangkutan.

Pastikan marketing yang mengurus proses KPR merupakan marketing yang responsif dengan pertanyaan dan mengerti kebutuhan Anda.

Konsultasikan mengenai take Over KPR yang ingin diajukan. Tanyakan dan konfirmasi mengenai promo, suku bunga yang ditawarkan di proses 1 diatas.

Jika dirasa belum menemukan bank yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan, jangan ragu untuk mencari Bank uang tepat dan kembali lagi ke proses 1.

Ajukan Take Over KPR Online

Mudah, Ga Ribet!

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

Hubungi Marketing

Sarah
087777 397418

3. Print Outstanding

Hubungi bank dimana saat ini Anda mencicil KPR. Tanyakan dimana bisa mencetak outstanding KPR Anda dan mintalah hasil print outstanding ke bank tersebut.

4. Persiapkan Dokumen

Persiapkan semua persyaratan & dokumen KPR yang dibutuhkan beserta outstanding hasil proses 3. Dokumen yang harus dipersiapkan Sama seperti proses KPR reguler dan bisa dilihat di halaman ini.

5. Kirimkan Dokumen

Hubungi marketing dan kirimkan dokumen2 diatas agar segera Diproses bank untuk dianalisa.

Beberapa marketing bank yang responsif akan mengambil dokumen-dokumen yang dibutuhkan tanpa harus dintar.

6. Appraisal

3 hari Setelah dokumen dikirim, Proses selanjutnya adalah Bank akan meng-appraisal rumah untuk menentukan nilai harga rumah dan berapa jumlah kredit yang bisa bank berikan.

Proses appraisal paling cepat dilakukan 3 hari setelah dokumen & persyaratan dilengkapi. Namun tidak setiap bank melakukan appraisal 3 hari setelah dokumen dikirim. Namun setiap bank biasanya memiliki waktu appraisal yang berbeda. Tergantung kepada validitas data dan kelengkapan dokumen yang dikirim.

7. Nilai Appraisal

Nilai appraisal biasanya keluar 5 hari setelah proses appraisal selesai.

8. Akad KPR.

Jika Anda menyetujui besar & jumlah KPR yang nilai appraisal yang ditawarkan Bank, maka proses terakhir adalah melaksanakan akad KPR di hadapan notaris dan perwakilan Bank yang bersangkutan.

Ajukan Take Over KPR Online

take over kpr bank

Take Over KPR Bank Saat Bunga Naik? Perhatikan Hal-Hal Berikut

Take Over KPR Bank • Kenaikan bunga acuan BI rate kompak menyeret pengerekan bunga kredit perbankan. Tak terkecuali bunga KPR. Menyiasati kenaikan bunga KPR bisa dengan banyak cara. Opsi pengalihan KPR ke bank lain bisa menjadi pertimbangan. Tapi, pastikan langkah ini keputusan yang ekonomis!

Akun media sosial Twitter menjadi ungkapan kekalutan Erlangga, karyawan swasta di kawasan Jakarta Selatan, tentang imbas kenaikan BI rate terhadap beban keuangannya. “Hari ini aku mendapatkan ‘surat cinta’ dari bank, bunga KPR naik bulan depan!” kicau Erlangga dengan kesal.

Bunga kredit pemilikan rumah (KPR) Erlangga yang semula dibebankan oleh bank sebesar 9%, mendadak naik menjadi 13%. Alhasil, nominal cicilan KPR per bulan Erlangga melonjak hingga Rp 600.000.

Bagi beberapa kalangan, angka itu mungkin hanya sejentik jari. Namun, bagi Erlangga, nominal tersebut cukup besar pengaruhnya terhadap keseimbangan arus kas keluarga.

 

 

Mau tidak mau, Erlangga harus menempuh penyesuaian agar arus kasnya tidak porak poranda. Namun, bagaimana jika setelah pengetatan pengeluaran, arus kas Anda tetap tidak mampu menopang kenaikan beban cicilan KPR?

Sejatinya, ada banyak jalan agar kenaikan beban cicilan bisa sedikit ringan. Pilihan pertama adalah bernegosiasi bunga kredit dengan pihak bank. Hanya, di tengah situasi di mana hampir semua bunga kredit melejit, Anda harus siap kecewa jika permohonan tersebut tidak diluluskan oleh bank.

Berkaca dari pengalaman nasabah KPR ketika musim bunga acuan rendah beberapa waktu lalu, bank-bank termasuk pelit dalam memangkas bunga kredit. Padahal, ketika itu BI rate sudah relatif rendah. Apalagi kini, saat bunga mendaki.

 

 

Hitung untung rugi

Opsi kedua yakni menjajaki pilihan pengalihan KPR ke bank lain alias take over KPR. Pengalihan KPR ke bank lain bisa menjadi pilihan bagi nasabah yang berharap mendapatkan bunga KPR lebih rendah. “Kadang dipilih juga ketika orang butuh dana segar untuk renovasi, atau karena ada penurunan penghasilan,” ujar Diana Sandjaja, perencana keuangan MRE Consulting.

Ada beberapa keuntungan yang bisa Anda kecap jika menempuh opsi pengalihan KPR. Selain mungkin mendapatkan bunga kredit lebih rendah di bank baru, Anda bisa memperoleh plafon utang lebih besar.

Namun, jangan tergesa memutuskan untuk take over KPR ketika apes terkena kenaikan bunga kredit. Namun, lihat dulu kebutuhan, apakah Anda sungguh-sungguh butuh melakukan take over KPR.

Maklumlah, opsi pengalihan KPR ke bank baru tidaklah gratis. Ada biaya-biaya yang harus Anda tanggung ketika menempuh pilihan tersebut. “Hitung cermat, jangan sampai pindah ke bank baru malah beban yang harus Anda tanggung lebih mahal,” kata Fauziah Arsyanti dari Fahima Advisory.

 

Biaya Take Over KPR

Berikut biaya-biaya yang menyertai opsi pengalihan KPR:

1. Biaya Penalti

Pertama, biaya penalti akibat pelunasan KPR lebih cepat yang dikenakan oleh bank asal. Rata-rata bank mengenakan penalti antara 1%–2% dari sisa pokok pinjaman.

 

2. Biaya Pengurusan

Kedua, biaya pengurusan take over KPR. Bank baru akan memperlakukan KPR Anda seperti KPR baru kendati di bank lama Anda adalah debitur lama. Itu berarti, bank akan menganalisa ulang dan menilai kembali agunan KPR sebelum menyetujui permintaan Anda. Biaya-biaya itu, antara lain, biaya appraisal rumah yang menjadi jaminan, biaya survei kredit, biaya administrasi, dan biaya provisi. Juga, biaya notaris dan urusan legal lain.

Jika appraisal memakai harga pasar terkini sehingga kemungkinan harga sudah naik, maka cicilan berisiko lebih besar kendati bunganya lebih rendah. Fauziah memberi contoh, nilai jaminan KPR Anda di bank lama Rp 100 juta. Maka, uang mukanya Rp 30 juta dan plafon utang Rp 70 juta. Tenor utang 8 tahun dengan bunga fixed selama lima tahun 10,5%. Alhasil, cicilan per bulan sebesar Rp 1,08 juta. Nah, setelah selesai masa fixed rate, Anda ingin take over ke bank baru. Sisa pinjaman Anda senilai Rp 38,88 juta untuk tiga tahun.

Dalam appraisal baru, nilai agunan naik menjadi Rp 120 juta. DP turut naik 20%. Plafon sisa utang juga naik menjadi Rp 46,65 juta. Dus, kendati Anda mendapatkan bunga baru yang lebih rendah, yaitu 7,99% fixed selama dua tahun, beban cicilan justru naik menjadi Rp 1,46 juta per bulan.

Angka itu belum termasuk tetek bengek biaya administrasi proses take over KPR. “Hitung lebih dulu keseluruhan bunga yang akan dibebankan berikut biaya lain-lain sebagai pembanding apakah take over itu layak Anda tempuh,” kata Diana.

 

selengkapnya: Biaya KPR

 

Nah, jika Anda sudah mantap dengan opsi take over KPR, berikut beberapa tawaran yang ada di perbankan:

 

Take Over KPR Bank CIMB Niaga

Bank swasta nasional ini menerima take over KPR dari bank lain dengan plafon minimal Rp 100 juta. Persyaratan yang dipatok Niaga sama dengan persyaratan pengajuan KPR baru. Yakni, syarat penghasilan minimal, kelengkapan identitas, dan seterusnya. “Untuk bunga KPR take over, kami tawarkan fixed rate 10,5% setahun pertama,” ujar Arum, bagian layanan konsumen CIMB Niaga.

Biaya yang harus ditanggung debitur, antara lain biaya administrasi dan provisi masing-masing sekitar 1% dari total plafon utang yang disetujui, lalu biaya appraisal sekitar Rp 500.000.

Ajukan Take Over KPR CIMB Niaga Online

 

Take Over KPR Bank BRI

Ahmad Fauzi, sales KPR BRI, menuturkan, BRI memiliki dua skema take over KPR. Pertama, skema murni di mana bank mengucurkan plafon kredit sesuai dengan jumlah yang diberikan oleh bank asal.

Kedua, skema top up. Jadi, besar pinjaman diberikan sesuai hasil appraisal agunan. Jika kredit disetujui, BRI akan melunasi sisa utang debitur di bank awal. Sisanya bisa digunakan oleh debitur untuk keperluannya. BRI menawarkan bunga tetap untuk KPR take over sebesar 8,75% selama 2 tahun.

Maksimal plafon pinjaman yang diberikan BRI adalah Rp 5 miliar. Untuk biaya, BRI mematok biaya administrasi 0,1% dan provisi 1% dari plafon kredit. “Total biaya tidak lebih dari 3% dari total utang,” ujar Ahmad.

Ajukan Take Over KPR BRI Online

 

Take Over KPR  Bank Mandiri

Bunga KPR pengalihan yang ditawarkan oleh Bank Mandiri saat ini sebesar 8,5% floating rate. Sedang, untuk pengajuan KPR baru bunganya mengambang 12,25%. “Saat ini kami tidak ada promosi bunga tetap,” ujar Rudi, layanan konsumer Bank Mandiri.

Plafon kredit maksimal yang bisa disetujui, ujar Hermanto, Sales Officer Consumer Loans Mandiri, adalah Rp 5 miliar. Adapun, biaya administrasi, provisi, notaris, juga asuransi, total sekitar 4% dari plafon kredit yang disetujui.

Ajukan Take Over KPR MANDIRI Online

 

Take Over KPR Bank BNI

Bank pelat merah ini memberikan bunga take over KPR sebesar 9,95% fixed selama tahun pertama. Selanjutnya, debitur dikenakan bunga mengambang.

BNI bisa menyetujui kredit dengan plafon hingga 70% dari nilai agunan. “Pengajuan take over yang bisa diproses adalah debitur yang kreditnya sudah jalan minimal setahun di bank lama,” kata David, customer service officer Bank BNI.

Untuk biaya pengalihan, BNI membebankan provisi 1% dari nilai kredit yang disetujui. Lalu biaya survei dan administrasi masing-masing Rp 300.000
dan Rp 500.000.

 

Take Over KPR Bank Commonwealth

Bank asing ini menawarkan bunga tetap 10% setahun pertama bagi debitur KPR take over. Setelahnya, bunga kredit akan dipatok mengambang.

Saat ini, floating rate di Commonwealth sekitar 11%. Limit kredit yang diberikan antara Rp 100 juta hingga Rp 7,5 miliar. “Saat ini, KPR kami bebas provisi, administrasi, juga bebas penalti,” terang Arya, bagian layanan konsumen Commonwealth Bank.

Persyaratan pengajuan take over KPR juga standar. Debitur minimal berpenghasilan Rp 5 juta per bulan dan sudah bekerja minimal dua tahun.

 

Take Over KPR Bank BTN

Bank spesialis KPR ini menawarkan bunga tetap 8,99% setahun pertama, untuk nilai kredit di atas Rp 250 juta. “Itu program promosi hingga 31 Desember 2013,” kata Bella, customer service officer BTN.

Bunga KPR di BTN sekarang untuk kredit di atas Rp 150 juta sekitar 11,5%. Biaya take over KPR ke BTN mencapai kisaran 7% dari total plafon kredit yang disetujui.

Ajukan Take Over KPR BTN Online

Masih berniat pindah KPR?

 

Ajuka Take Over KPR Online! Mudah & ga pake ribet

Hubungi Marketing

Sarah
087777 397418

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

sumber: kontan.com

pengalaman take over kpr

Pengalaman Take Over KPR & Kenapa Melakukannya

Pengalaman Take Over KPR. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah jalan terbaik bagi pasangan muda yang ingin segera menghuni rumah impian tetapi terkendala dana. Cukup menyiapkan uang muka dan biaya lainnya, rumah impian sudah bisa dihuni.

Namun, debitur kerap mengalami kendala yang menghambat dalam membayar cicilan KPR. KPR Take Over alias over kredit KPR sebenarnya bisa menjadi solusi bagi Anda yang merasa berat akan cicilan KPR yang harus Anda bayar saat ini.

Pernahkah Anda mendengarnya? KPR Take Over merupakan fasilitas untuk memindahkan kredit ke bank lain. Dengan memindahkan ke bank lain, Anda berpotensi mendapatkan angka cicilan yang lebih ringan. Berikut ini penjelasan lebih lengkap tanda-tanda kapan Anda perlu melakukan KPR Take Over.

 

1. Ingin menurunkan jumlah cicilan

Di tengah periode pelunasan cicilan KPR, ternyata muncul kebutuhan lain yang tak kalah penting. Anda lalu merasa jika cicilan KPR Anda tidak seberat sekarang, Anda bisa mengalokasikan dana untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kenapa tidak mencoba KPR Take Over? Dengan KPR Take Over, Anda punya potensi menurunkan jumlah cicilan karena bisa mencari bank yang mematok bunga lebih rendah. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah mengatur keuanganmu.

 

2. Anda memasuki masa floating rate

Anda telah melewati tahun-tahun pertama membayar KPR dengan sistem fixed rate alias bunga tetap. Dan saat ini telah memasuki masa floating rate alias bunga mengambang yang membuat Anda cemas tak karuan.

Anda merasa berat ketika ternyata bunga naik secara signifikan sehingga cicilanmu semakin tinggi. Tenang, masih ada kesempatan melanjutkan perjuanganmu untuk melunasi rumah. Manfaatkan saja Take Over KPR dan cari bank yang bunganya lebih bersahabat.

 

3. Ingin memperpanjang tenor KPR

Anda ingin memperpanjang tenor KPR agar cicilanmu lebih ringan. Tak ada salahnya mencoba KPR Take Over. Contoh kasus, Pa Ali memiliki sisa plafond KPR Rp300 juta, dan sisa tenor 6 tahun. Dia harus membayar cicilan Rp4,5 juta per bulan. Dia ingin memindahkan sisa KPR ke Bank B. Di Bank B, dia bisa memperpanjang tenor dan cicilannya menurun menjadi Rp1,5 juta per bulan.

 

4. Ingin mencoba KPR Syariah

Bila selama ini Anda menggunakan KPR bank konvensional, tidak ada salahnya mulai mempelajari KPR bank syariah. Bila ternyata menarik dan cocok, Anda bisa memindahkan KPR ke bank syariah dengan KPR Take Over.

Tertarik mengajukan take over? ajukan secara online sekarang.

Hubungi Marketing

Sarah
087777 397418

Ajukan Take Over KPR Online

biaya take over kpr

Biaya Take Over KPR

Biaya Take Over KPR. salah satu cara menurunkan cicilan KPR anda adalah dengan memindahkan cicilan KPR dari satu Bank ke bank yang lain. Hal tersebut lebih dikenal dengan take Over KPR. Dengan semua kelebihan nya, lantas berapakah biaya take over KPR?

Setelah mengetahui apa itu KPR Topup dan apa kelebihannya, mungkin sekarang Anda tertarik dan berfikir untuk memanfaatkan fasilitas tersebut.

Namun sebelum mengajukan Top up KPR ke Bank, sebaiknya Anda mengetahui apa saja biaya-biaya yang akan dikeluarkan untuk proses tersebut Agar anda bisa mempersiapkan dananya terlebih dahulu.

 

Biaya Take Over KPR

Saat memindahkan KPR ke bank baru, berarti Anda harus melunasi kredit KPR di bank sebelumnya. Karena melakukan pelunasan kredit KPR lebih cepat dari perjanjian, maka Anda pasti akan dikenakan denda.

Denda pelunasan ini lah yang menjadi biaya take over KPR yang pertama.

Besarnya denda karena pelunasan lebih cepat ini berbeda-beda antara satu bank dengan yang lainnya dan tergantung dari perjanjian kredit. Tapi biasanya rata-rata denda nya sebesar 1% sampai dengan 2% dari sisa pokok pinjaman (outstanding).

Untuk mengetahui berapa jumlah sisa pokok pinjaman KPR, Anda harus menghubungi Bank dimana Anda kredit pertama kali.

Sebagai gambaran, jumlah sisa pokok pinjaman akan dipengarui oleh berapa lamanya Anda telah mencicil. Jika masa kredit Anda baru berjalan beberapa tahun, hal ini berarti sisa pokok pinjaman Anda masih besar, karena bunga KPR rumah dihitung menggunakan metode perhitungan bunga anuitas.

Karena masih besarnya pokok pinjaman Anda, maka biaya denda pelunasannya pun akan besar jika dibandingkan dengan yang masa kreditnya sudah lama. Yang berarti biaya take over kpr andapun akan semakin besar.

Selain biaya denda, biaya-biaya lain yang harus dipersiapkan untuk proses take over KPR antara lain biaya appraisal, notaris, legal, dan surat-surat lainnya seperti pada proses KPR reguler. Besar biaya KPR biasanya beriksar antara 5% sampai dengan 6% dari harga rumah yang akan di KPR kan. Agar lebih lengkap, kami sarankan untuk membaca artikel mengenai cara menghitung biaya KPR dan simulasi nya di  halaman ini.

Tertarik untuk mengajukan Take Over KPR? Ajukan Take Over KPR online! Mudah & Ga Pake Ribet

Hubungi Marketing

Sarah
087777 397418

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa

take over kpr

Apa Itu Take Over KPR & Apa Saja Kelebihannya?

Take Over KPR bisa membuat turun cicilan rumah dan membuat Anda hemat jutaan rupiah. Bagaimana Bisa? Bagaimana prosesnya & Apa saja persyaratannya? kita bahas bersama

Apa Itu Take Over KPR

Take Over KPR adalah pemindahan pinjaman KPR rumah dari satu bank ke bank lainnya. Misalnya, saat ini Anda kredit rumah ke Bank BCA, kemudian kredit rumah tersebut dipindahkan ke Bank Mandiri. Proses pemindahan bank inilah yang dinamakan take over kpr.

Dengan take over KPR, cicilan rumah Anda bisa turun dan lebih rendah dari bank sebelumnya, karena saat anda memindahkan Bank, bisa jadi Bank baru tersebut mimiliki bunga yang lebih rendah dibandingkan bank sebelumnya.

3 Keuntungan Take Over KPR

Keuntungan yang bisa didapatkan jika Anda menggunakan fasilitas take over KPR antara lain:

1. Cicilan Turun

Dengan memindahkan cicilan rumah ke Bank berbeda, maka Anda akan dianggap sebagai nasabah baru yang biasanya akan mendapatkan promo KPR. Promo KPR yang ditawarkan biasanya adalah KPR Bunga cicilan rendah dan bunga cicilan tetap (Bunga fixed).

Dengan perbedaan bunga KPR dan perubahan bunga KPR dari floating ke Fixed, jelas cicilan KPR perbulan Anda akan turun dan mengemat biaya.

Selain karena promo dan perubahan bunga, cicilan KPR Anda bisa turun dan lebih murah dari sebelumnya karena jangka waktu cicilan (tenor) pun diperpanjang. Dengan diperpanjang nya tenor, maka otomatis cicilan KPR Anda pun akan lebih murah

2. Mengubah KPR Konvensional ke KPR Syariah

Terkadang karena beberapa alasan dan kebutuhan, kita ingin mengubah jenis KPR kita. Jika sebelumnya anda menggunakan jenis KPR konvensional, maka dengan take over kpr ini Anda bisa mengubah jenis KPR Konvensional menjadi KPR syariah.

Begitupun sebaliknya. Melalui take over KPR ini, Anda juga bisa mengubah jenis KPR syariah menjadi KPR konvensional.

3. Mendapatkan Dana Tambahan

Dengan take over KPR, anda bisa mendapatkan tambahan dana dari Bank. Tambahan dana ini berasal dari selisih harga rumah saat pertama kali anda kredit rumah dengan harga rumah saat ini.

Bayangkan, jika harga rumah saat pertama Anda kredit (misalnya) 5 tahun lalu sebesar 100 juta dan jika rumah Anda sekarang ini dihargai 200juta. Selisih harga tersebut bisa anda dapatkan melalui proses KPR Take over Top Up

Selengkapnya mengenai take over topup, bisa Anda baca disini