Skip to main content
top up kpr

Top Up KPR, Pengertian & Cara Mengajukan

TOP UP KPR merupakan cara mudah mendapatkan dana tambahan denan menambah limit pinjaman KPR. Fasilitas ini akan diberikan kepada nasabah yang mempunyai KPR dengan histori pembayaran baik.

Top Up KPR yang Memudahkan Nasabah

Saat ini semakin banyak orang yang tertarik untuk terjun ke dalam dunia bisnis, terlebih bisnis startup memang sedang menjamur. Wajar jika banyak orang yang membutuhkan dana untuk menjalankan bisnis mereka. Namun sayangnya tidak semua orang bisa mendapatkan dana dengan mudah.

Namun saat ini ada solusi yang bisa dilakukan, yakni dengan mengajuan KPR Top Up KPR di bank. Selain untuk menambah dana bisnis, Anda juga bisa mengajukan KPR yang satu ini saat membutuhkan dana mendesak untuk renovasi rumah, keperluan sekolah atau keperluan lainnya.

Lalu apa itu KPR Top Up KPR? KPR yang satu ini merupakan salah satu fasilitas kredit pada bank untuk menambah limit pinjaman. 

Misal, sisa pinjaman (outstanding) KPR hanya tinggal Rp 100 juta, kemudian di Top Up KPR-kan lagi menjadi Rp 200 juta.

Top up KPR akan diberikan kepada nasabah yang sebelumnya memang telah mempunyai KPR atau histori pembayaran dengan baik. Mengapa dibutuhkan riwayat pembayaran yang baik? Tentu hal ini sangat penting karena pihak bank tidak akan mau memberikan tambahan hutang kepada nasabah yang sering menunggak pembayaran. Bank akan lebih memilih menjaga NPL (Non Performing Loan) miliknya tetap rendah.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat ingin mengajuan Top Up KPR ini.

Untuk mengajukan Top Up KPR, tentu rumah yang Anda miliki akan menjadi jaminan bank yang akan diappraisal secara ulang oleh Appraisal Independen yang ditunjuk oleh pihak bank.

Kemudian pihak appraisal tersebut akan menilai berapa harga pasaran rumah milik Anda saat ini. Pihak bank biasanya akan memberikan tambahan pinjaman tersebut maksimal hingga 70-80% dari nilai rumah Anda saat ini.

Syarat Top Up KPR

Untuk mengajukan Top Up KPR, ada beberapa persyaratan kredit yang perlu Anda persiapkan terlebih dahulu. Beberapa data persyaratan yang dibutuhkan untuk pengajuan Top Up KPR antara lain:

  1. Fotokopi KTP suami istri
  2. Fotokopi NPWP
  3. Fotokopi Kartu Keluarga
  4. Fotokopi Surat Nikah
  5. Pasfoto terbaru berukuran 3×4
  6. Fotokopi Slip Gaji selama 3 bulan terakhir
  7. Fotokopi buku tabungan selama 3 bulan terakhir, ditambah dengan halaman depan buku tabungan
  8. Fotokopi surat keterangan kerja terbaru dari perusahaan
  9. Pengisian aplikasi pengajuan kredit bank
  10. Apabila Anda merupakan wiraswasta, Anda harus melampirkan surat izin usaha (SIPU, TDP, NPWP Perusahaan, dan Akta Pendirian dan Pengesahannya), kemudian laporang keuangan selama 3 bulan terakhir.
  11. Biaya appraisal dari bank
  12. Fotokopi IMB
  13. Fotokopi PBB
  14. Fotokopi sertifikat
  15. Rekening koran pinjaman 6 bulan terakhir

Selain itu, untuk mengajukan Top Up KPR, pihak bank harus melakukan survei rumah untuk menaksir nilai rumah yang akan Anda jaminkan.

Biasanya untuk melakukan survei ini akan dikenakan biaya appraisal bank yang berkisar antara Rp 500 ribu – Rp 1 juta rupiah.

Kemudian rumah yang dijaminkan harus mempunyai beberapa kriteria, antara lain:

  • bebas banjir
  • jauh dari kuburan
  • jarak di depan rumah minimal 4 meter atau bisa dilewati 2 mobil
  • tidak dalam radius 5m dari menara sutet
  • memiliki surat-surat lengkap (Sertifikat, IMB, dan PBB).

Rumah yang dijaminkan ke bank harus terbebas dari risiko banjir karena rumah yang sering terkena banjir tentu akan sulit dijual.

Selain itu, rumah yang berada di dalam gang juga bisa jatuh nilai jualnya jika dibandingkan dengan rumah yang berada di pinggir jalam besar. Namun di sisi lain, kenaikan harga rumah juga akan sangat berbeda karena rumah yang berada di pinggir jalan kenaikannya akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumah yang berada di dalam gang.

Kemudian sebaiknya rumah harus berada jauh dari kuburan dan sutet. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap nilai jual dari rumah tersebut.

Pemilik juga harus memiliki surat-surat lengkap, seperti IMB, PBB Asli, dan IMB. Dokumen-dokumen tersebut akan membuktikan secara legal bahwa rumah tersebut memang telah dimiliki secara sah oleh pemiliknya.

Beberapa bank yang menyediakan layanan Top Up KPR ini antara lain Top Up KPR Mandiri dan Top Up KPR BCA.

Untuk cara pengajuan, tentu setiap bank memiliki proses yang berbeda-beda. Nasabah bisa membuka website bank tersebut untuk menggali informasi, atau bisa langsung datang ke bank tersebut.

Untuk simulasi cicilan KPR, Anda bisa menghitung dengan asumsi suku bunga 9.9% fix 1 tahun. Kita bisa mengambil contoh, Anda mau mengambil rumah dengan harga Rp 500 juta dengan DP sebesar Rp 100 juta.

Pengajuan kredit yang diajukan pihak bank sebesar Rp 400 juta. Apabila mengambil jangka waktu selama 5 tahun, maka cicilannya menjadi Rp 8.479.000, sedangkan jika mengambil jangka waktu selama 10 tahun menjadi Rp 5.264.000.

Bagaimana, sangat memudahkan bukan Top Up KPR ini? Anda bisa segera mengajukan Top UP KPR, selagi bunga bank masih murah saat ini.

Hubungi Marketing

Sarah
087777 397418

Ajukan Take Over Topup Online

Ajukan Sekarang

Untuk mempercepat proses pengajuan, Mohon isi semua data dibawah dengan benar



Memiliki Tunggakan kredit / Masalah BI Checking?
TidakYa